Connect with us

Ekonomi

Ribuan Ternak Di Jawa Timur Mulai Terserang PMK

Diterbitkan

pada

Gubernur saat meninjau ternak di Gresik. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah menyerang sekitar 1.247 ekor ternak sapi di Kabupaten Gresik, Lamongan, Sidoarjo dan Mojokerto.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa merespon temuan itu dengan turun dan mengawal langsung proses pengobatan pada hewan ternak di Gresik yang merupakan salah satu dari 4 kabupaten di Jatim yang terserang PMK.

Gubernur yang menggunakan alat pelindung diri (APD) itu meninjau pengobatan hewan ternak sapi milik H Bakri di Dusun Wates, Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik.

“Hari ini kami melakukan peninjauan langsung untuk pengobatan hewan ternak yang kita sama-sama lakukan dalam rangka penanganan PMK pada hewan ternak,” ujarnya, Sabtu (7/5/2022).

Menurut Khofifah, PMK yang merebak saat ini merupakan penyakit hewan menular akut yang menyerang ternak seperti sapi, kerbau, kambing, domba, kuda dan babi dengan tingkat penularan mencapai 90-100%.

Advertisement

Dia meminta para pemilik maupun peternak untuk mengisolasi dan mengkarantina seluruh hewan ternak yang terjangkit maupun masih sehat. Upaya itu dilakukan untuk memberikan proteksi sehingga penularan pada wabah ini.

Menurutnya, karantina bisa dilakukan mulai dari kecamatan atau desa yang memiliki kandang hewan ternak yang jaraknya berdekatan.

Alasannya, penularan virus PMK ini bisa terjadi lewat udara atau airbone yang mirip dengan Covid-19, sehingga langkah antisipasinya bisa lebih mudah agar tidak meluas.

Diharapkan, kecamatan yang tidak terkonfirmasi positif PMK juga melalukan upaya karantina dan isolasi terlebih dahulu. Jangan sampai ada interaksi antara ternak yang terkonformasi positif dengan ternak yang masih sehat.

“Melalui karantina dan isolasi seperti ini, kita bisa perkirakan jarak atau radius dari udara yang bisa membawa virus ini sejauh mana. Sehingga penularannya bisa dikendalikan,” ujarnya.

Advertisement

Pihaknya juga memutuskan untuk menutup sementara pasar hewan di empat daerah tersebut. Sehingga penyebaran virus PMK ini bissa diminimalisir.***

Lanjutkan Membaca
Advertisement