Connect with us

Internasional

Rusia Invasi Ukraina, Putin dapat Gelar Hitler ‘Penjahat Perang Dunia II’ Modern

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Presiden Rusia Vladimir Putin disamakan dengan Pemimpin Nazi Jerman Adolf Hitler setelah memerintahkan penyerbuan ke Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin disamakan dengan Pemimpin Nazi Jerman Adolf Hitler setelah memerintahkan penyerbuan ke Ukraina

FAKTUAL-INDONESIA: Keputusan Presiden Rusia Valdimir Putin untuk melakukan penyerbuan ke Ukraina mendapat tanggapan beragam dari seluruh dunia.

Bahkan ada yang menilai, langkah Putin itu sangat berbahaya bagi keamanan jiwa ribuan bahkan jutaan manusia.

Kekhawatiran lain muncul, perintah Putin bisa memicu perang besar di Eropa yang dapat menyulut Perang Dunia ke-3 bila Amerika Serikat bersama negara-negara Sekutu di Eropa membalas serbuan itu dengan kekuatan militer juga.

Mantan presiden Ukraina dan anggota parlemen saat ini Petro Poroshenko mengatakan “hari ini adalah hari yang tragis” tetapi Ukraina akan menang.

Dia berbicara di luar parlemen saat anggota parlemen mengadakan pembicaraan krisis di Kyiv.

Poroshenko, yang menjabat dari 2014-19, juga membandingkan Presiden Rusia Vladimir Putin dengan Hitler modern.

Advertisement

Adolf Hitler (20 April 1889 – 30 April 1945) adalah seorang politisi Jerman dan ketua Partai Nazi (Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei (NSDAP); Ia menjabat sebagai Kanselir Jerman sejak 1933 sampai 1945 dan diktator Jerman Nazi (bergelar Führer und Reichskanzler) mulai tahun 1934 sampai 1945. Hitler menjadi tokoh utama Jerman Nazi, Perang Dunia II di Eropa, dan Holocaust.

Tujuan Hitler adalah mendirikan Orde Baru hegemoni Jerman Nazi yang absolut di daratan Eropa. Sampai saat itu, kebijakan luar dan dalam negerinya bertujuan mencapai Lebensraum (“ruang hidup”) bagi kaum Jermanik. Ia memerintahkan Jerman dipersenjatai kembali dan Wehrmacht menginvasi Polandia pada bulan September 1939, menyebabkan pecahnya Perang Dunia II di Eropa. Di bawah pemerintahan Hitler, pada tahun 1941 pasukan Jerman dan sekutu Eropanya menduduki sebagian besar Eropa dan Afrika Utara.

Tahun 1943, Jerman harus mempertahankan wilayahnya dan mengalami serangkaian kekalahan dalam pertempuran. Pada hari-hari terakhir perang, saat Pertempuran Berlin berlangsung tahun 1945, Hitler menikahi kekasih lamanya, Eva Braun. Tanggal 30 April 1945, kurang dari dua hari kemudian, keduanya bunuh diri agar tidak ditangkap Angkatan Darat Merah dengan tuduhan penjahat perang, lalu mayat mereka dibakar.

Jam Tergelap

Situasi di parlemen Ukraina tegang, dan ada banyak orang bersenjata di dalam, kata seorang jurnalis Ukraina di gedung itu kepada BBC.

Advertisement

Puncak kecaman sedang dibangun saat dunia terbangun dengan invasi Rusia ke Ukraina.

“Ini adalah salah satu jam tergelap bagi Eropa sejak Perang Dunia Kedua” – itulah kata-kata kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell.

Dia mengatakan kekuatan nuklir besar yang menyerang negara tetangga dan mengancam pembalasan pada negara mana pun yang bisa menyelamatkannya adalah “pelanggaran terbesar hukum internasional” dan “pelanggaran prinsip-prinsip dasar koeksistensi manusia”.

Uni Eropa akan menjatuhkan sanksi terberat yang pernah diberlakukan, katanya.

Boris Johnson dari Inggris mengatakan dia “terkejut dengan peristiwa mengerikan di Ukraina” dan bahwa Vladimir Putin “telah memilih jalan pertumpahan darah dan kehancuran dengan meluncurkan serangan yang tidak beralasan ini”.

Advertisement

Inggris akan merespons dengan tegas, katanya.

Emmanuel Macron dari Prancis – yang menghabiskan berjam-jam dalam pertemuan empat mata dengan Putin dan juga berbicara dengannya beberapa kali melalui telepon – mengatakan Rusia harus menghentikan aksi militernya.

Menteri ekonomi Jerman Robert Habeck mengatakan Eropa melihat perang darat “yang kami pikir hanya dapat ditemukan dalam buku-buku sejarah”.

Sebelumnya Presiden AS Joe Biden mengatakan Putin telah “memilih perang yang direncanakan yang akan membawa korban jiwa dan penderitaan manusia”. Dunia akan meminta pertanggungjawaban Rusia, katanya.

Dia mengatakan dia akan berbicara kepada orang Amerika pada hari Kamis tentang konsekuensi yang akan dihadapi Rusia. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement