Connect with us

Nusantara

Penanganan Pemukiman Kumuh di Kota Solo Jadi Prioritas

Diterbitkan

pada

 

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka sebut penanganan kawasan kumuh menjadi prioritas di Kota Solo. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Penanganan pemukiman kumuh menjadi salah satu prioritas di Kota Solo. Menurut Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka sejak awal pengentasan kawasan kumuh menjadi komitmen.

“Fokusnya di Semanggi sama di Mojo. Alhamdulillah dapar bantuan dari Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT SMF (Sarana Multigriya Financial/Persero) dan Shopee. Jadi setelah ini, nanti ada dari Shopee yang akan menyelesaikan daerah lain,” jelas Gibran seusai menghadiri peletakan batu pertama pembangunan ruah layak huni di perkampungan kumuh Kelurahan Mojo, Pasarkliwon, Solo, Jawa Tengah, Selasa (25/1/2022).

Dirinya menargetkan pembangunan rumah kumuh di kawasan Semanggi akan selesai tahun ini. Menurut Gibran, untuk bantuan dari PT SMF akan dibangun sebanyak 47 rumah deret, sedangkan dari Shopee akan ada sebanyak 137 rumah.

“Selesai semua dampaknya kalau kawasan kumuh berkurang otomatis permasalahan lain seperti stunting itu juga akan berkurang. Terima kasih kepada semua pihak yang memmbantu semua dengan gotong royong membantu mengurangi kawasan kumuh,” jelasnya lagi.

Selain menjadikan rumah menjadi layak huni, kawasan perumahan tersebut nantiinya juga akan memiliki drainase air bersih.

Advertisement

“Kalau di Kota Solo titik terbesar untuk kawasan pemukiman kumuh di Mojo dan Semanggi kalau daerah lain relatif lebih sedikit. Nanti kan kita intervensi dengan program renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) dan lain-lain,” katanya.

Pemkot Solo menargetkan tahun 2022 ini di kawasan Semanggi akan diselesaikan 60 persen pemukiman kumuh dan tahun 2024 sebanyak 78 persen sudah diselesaikan. Sehingga tahun 2026 target nol pemukiman kumuh di Kota Solo tercapai.

Sementara itu Ketua Pokja Kelurahan Mojo, Sudrajat mengatakan selain 47 rumah deret yang akan dibangun oleh PT SMF tersebut, sebelumnya sudah ada sembilan rumah yang sudah dibangun oleh bantuan CSR. Tetapi sembilan rumah dengan masing-masing unit senilai Rp50 juta tersebut belum layak untuk ditempati.

“Karena belum ada aliran listrik dan air,  lantainya juga belum dikeramik. Untuk yang 47 yang akan dibangun senilai masing-masing Rp70 juta sudah layak huni dengan fasilitas air dan listrik dan lantainya sudah dikeramik,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) melakukan peletakan batu pertama pembangunan pemukiman layak huni di Kelurahan Mojo. Menurut Muhadjir, Kota Solo menjadi model penyelesaian kemiskinan ekstrim melalui pengentasan perumahan kumuh. ***

Advertisement

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement