Ekonomi
Literasi Keuangan Masyarakat Masih Rendah, Pelaku UMKM Harus Kikis Hal Itu

Direktur Kredit UMK dan Usaha Syariah, Babay Parid Wazdi, ketika menjadi pembicara dalam Seminar Hybird Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM) yang diselenggarakan Faktualid.com di Hotel Sultan Senayan, Jakarta, Kamis (20/1/2022)
FAKTUAL-INDONESIA: Literasi (pemahaman) keuangan masyarakat Indonesia masih rendah, pelaku UMKM harus jadi barisan terdepan mengikis hal tersebut.
Penegasan itu disampaikan Direktur Kredit UMK dan Usaha Syariah, Babay Parid Wazdi, ketika menjadi pembicara dalam Seminar Hybird Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM) yang diselenggarakan Faktualid.com dengan didukung Bank DKI dan Bank Syariah Indonesia, di Hotel Sultan Senayan, Jakarta, Kamis (20/1/2022)
“Rendahnya literasi keuangan itu menyebabkan pelaku UMKM banyak terjebak dengan pinjaman online ilegal yang membuat mereka akhirnya mengalami kebangkrutan. Untuk itu saya menyarankan pelaku UMKM sebaiknya menghindari pinjaman online ilegal yang menawarkan kelonggaran syarat namun unjungnya akan memberatkan mereka. Sebaiknya pelaku UMKM yang membutuhkan modal melakukan pinjaman kepada bank, memang mensyaratkan administrasi rinci namun tidak akan memberatkan mereka serta dapat dipastikan usaha UMKMnya bakal berkembang bagus,” tutur Babay yang di kesempatan seminar ini membawakan materi berjudul “Peluang dan Kendala UMKM dalam memperoleh KUR melalui Bank”.
Diakui Babay, umumnya para pelakudan penggiat UMKM banyak yang mengira dan merasa kesulitan untuk mengakses lembaga keuangan ketika ingin meminjam modal.Tapi sesungguhnya tidak demikian karena lembaga keuangan resmi (bank) membiasakan mereka menjalankan administrasi dengan baik agar terbiasa di ke depannya hari.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Faktualid.com yang mengundang kami untuk hadir di seminar ini,” kata Babay. “Kami jadi dapat menjelskan kepada pelaku dan penggiat UMKM jika mereka membutuhkan modal sebaiknya menghubungi lembaga keuangan resmi yakni perbankan dan bukan kepada pinjaman online ilegal. Banyak tersedia kok pinjaman di bank untuk para pelaku UMKM, termasuk juga di Bank DKI. Jadi pelaku dan penggiat UMKM bisa memilih untuk disesuaikan besar juga kemampuan dalam mengembalikan,” jelasnya. ****













