Politik
Ditekan Atasan! Fajar Harus Kembalikan Bantuan dari Ganjar

FX Hadi Rudyatmo. (Foto: tangkapan layar YouTube)
FAKTUAL-INDONESIA: Seorang kader PDI Perjuangan di Temanggung, Jateng, terpaksa harus mengubur impian memiliki Rumah Sehat Layak Huni (RSLH). Diduga karena ada tekanan, kader militan itu kini harus mengembalikan bantuan yang diberikan Ganjar Pranowo.
Tak pelak, pengembalian bantuan berupa renovasi rumah milik Fajar, yang sudah reyot dan berdiri diatas tanah bengkok tersebut, langsung disemprot Ketua DPC PDIP Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo.
Menurut Rudy, ada pihak yang sengaja mengintervensi serta menekan agar kader tersebut mengembalikan bantuan yang diberikan Ganjar.
“Gubernur Jateng tersebut juga kader PDIP. Jadi membantu sesama kader jangan pernah dihalang-halangi. Dia membantu sebagai Gubernur kepada rakyatnya wajar kan” kata Rudy, Kamis (13/1/2022).
Rudy melanjutkan, “Jadi kalau sampai ada yang menghalang-halangi seperti itu, DPD menekan DPC, DPC menekan yang dibantu, Tuhan itu tidak tidur,” tegasnya.
Kritikan keras dan menohok dari Rudy itu, dikarenakan bantuan yang diberikan Ganjar Pranowo kepada Fajar Minggu (9/1/2922), justru dikembalikan Fajar. Kabar menyebutkan, Fajar ditekan salah satu Wakil Ketua DPD PDIP Jateng dan pengurus DPC PDIP Temanggung agar mengembalikan bantuan yang telah diterima.
Atas kondisi itu, mantan Wali Kota Surakarta tersebut meminta Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri dan DPP PDIP memberi sanksi tegas kepada oknum DPD dan DPC yang mengintimidasi kadernya sendiri.
Rudy menegaskan, menghalangi orang menerima bantuan tidak dibenarkan. Jangan sampai perbedaan pandangan mengorbankan partai. Kau tidak suka dengan Ganjar boleh-boleh saja.
“Tidak suka dengan Pak Ganjar ndak papa, namun partai jangan dikorbankan. Yang kayak begini, Ketum dan DPP harus memberi sanksi pada DPD dan DPC yang mengitervensi mengintimidasi warga,” jelasnya.
Rudy mengingatkan, politik itu merupakan seni mengelola aspirasi. Partai politik itu alat perjuangan demi meraih kekuasaan untuk menyejahterakan rakyatnya.
“Tapi kalau rakyat mau disejahterakan Gubernurnya dengan direnovasi rumahnya malah disuruh nolak, ini bukan manusia namanya,” pungkas Rudy.***














