Olahraga
Gagal Juara & Sanksi Larangan Main Elkan Baggots Dkk, Pantas Iwan ‘Bule’ Mundur dari PSSI

Penggiat Sepakbola Hifni Hasan. (ist)
FAKTUAL-INDONESIA: Kegagalan juara dan dijatuhkannya sanksi larangan main terhadap Elkan Baggots dkk di final leg kedua Piala AFF 2020, sudah sepantasnya jika Mochamad Iriawan alias Iwan Bule mundur sebagai Ketua Umum PSSI sebagai bentuk pertanggung jawaban kepada publik.
“Harus mundur Ketum PSSI yang tidak becus mengatur team untuk dapat menjadi juara plus sampai ada pemain Indonesia kena sanksi tak boleh main akibat langgar aturan bubble yang diberlakukan panitia Singapura. Ini dua kesalahan cukup berat dan menjadikan patas jika Iwan Bule dengan besar hati mundur sebagai bentuk konsekwensi pertanggung jawaban kepada publik,” kata Penggiat Sepakbola, Hifni Hasan, ketika diminta komentar tentang kegagalan Evan Dimas Cs di final Piala AFF 2020, Minggu (2/1/2022), di Jakarta.
Menurut Hifni, management olahraga khusus kecaboran mesti dibenahi total agar paham aturan hukum yang berlaku di setiap negara yang menjadi tuan rumah event/games. ” Ini kok bisa terulang lagi di sepakbola ada seorang official membiarkan dan menyarankan hal yang keliru membaca aturan Bubble tuan rumah Singapura yang diterapkan selama masa pandemi pada AFF,” kata Hifni. “Padahal sebelumnya kita sudah punya pelajaran berharga ketika pemain bulutangkis kita tidak bisa bermain di All England 2021. Masalah ini akan terus berulang-ulang apabila manager atau kepala team masih diragukan kemampuan membaca aturan yang berlaku selama masa abnormal ini,” tambah mantan Plt. Sekjen Komite Olimpiade Indonesia ini.
Dijelaskan Hifni, kelihatan sekali kurang pahamnya PSSI yang menunjuk seorang manager atau kepala team. Semakin lengkap ketika seorang Shin Tae-yong selaku pelatih kepala tidak paham dan tidak bisa berbahasa Inggris.
“Kebodohan ini akan terus dilakukan apabila yang ngurus sepakbola atau cabor lain kurangnya profesionalitas dalam mengirimkan team di saat masa pandemi ini,” ucap Hifni. ” Harus diketahui dan dipahami, olahraga penuh aturan yang pasti dan harus ditaati oleh siapapun. Jangan disamakan dengan aturan masa pandemi di Indonesia yang penuh tolerance dan membedakan perlakukan kepada pejabat dengan rakyat biasa,” sambung Hifni.
Mundur Ksatria Sebagai Pertanggungjawaban ke Publik
Kegagalan Evan Dimas Cs memutus predikat team Runner Up di ajang AFF sangat pantas jika hal itu dibarengi tanggung jawab Iwan Bule sebagai Ketua Umum PSSI untuk mundur dari jabatannya secara ksatria. “Presiden Federasi Sepakbola Vietnam [VFF], Le Khanh Hai, mundur dari jabatannya setelah Timnas Vietnam ggal ke final karena disingkirkan Thailand di semifinal,” ucap Hifni. “Sikap ksatria Presiden Federasi Sepakbola Vietnam itu harusnya juga dicontoh oleh Iwan Bule. Sebab Le Khanh Hai melakukan keputusan mundur itu tak lama berselang usai Vietnam tersingkir dari Piala AFF 2020,” jelas Hifni.
Ditambahkan Hifni, mundur sebagai Ketum PSSI merupakan bentuk pertanggung jawaban kepada publik terhadap kegagalan jadi juara di AFF dan juga keteledoran yang menyebabkan Elkan Baggots dkk terkena sanksi melanggar aturan Bubble yang diterapkan panitia sepanjang AFF 2020 berlangsung.
“Tidak ada kata lain yang pas, Iwan Bule harus mundur,” tegas Hifni. “Sebab dia telah gagal mengatur tim yang berangkat, sehingga muncul kejadian Elkan Baggots dkk sampai tidak dapat main pada final leg kedua melawan Thailand,” lanjut Hifni.
Iwan Bule juga telah gagal membawa perbaikan di PSSI seperti yang selalu didengung-dengungkan. Terbukti ia gagal memutus predikat Timnas Indonesia sebagai ‘raja’ Runner Up di ajang AFF. Timnas Indonesia untuk keenam kalinya harus puas menjadi Runner Up dan berarti Iwan Bule gagal membawa perbaikan membawa Timnas Indonesia ‘pecah telor’ menjadi juara pertama kali di ajang AFF ini. *****













