Connect with us

News

Tekan Kecelakaan, DTKJ Dorong TransJakarta Segera Bentuk Divisi Keselamatan pada 2022

Diterbitkan

pada

Salah satu kecelakaan hebat yang menimpa bus Transjakarta. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA: Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mendorong sesegera mungkin realisasi pembentukan direktorat atau divisi khusus keselamatan transportasi dalam struktur organisasi TransJakarta sebagai agenda utama pada 2022.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua DTKJ Haris Muhammadun dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (29/12).

Menurut Haris, pembentukan divisi khusus keselamatan transportasi pada TransJakarta merupakan rekomendasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). “Kita dorong untuk diwujudkan adalah rekomendasi pertama dari KNKT perlu ada penambahan satu struktur atau departemen khusus keselamatan. Ini akan menjadi agenda prioritas kita yang pertama dilakukan pada tahun 2022,” ucap Haris.

Ditambahkan Haris, penambahan satu departemen khusus pada TransJakarta akan memiliki tugas dan fungsi untuk mengelola manajemen risiko serta memberikan jaminan keselamatan bagi penumpang.

Sedangkan Ketua Komisi Kelaikan dan Keselamatan DTKJ Prayudi menilai, DTKJ merekomendasikan seluruh operator yang dinaungi TransJakarta memiliki divisi khusus untuk keselamatan.

Advertisement

Selain juga harus memastikan pemeriksaan kesehatan pengemudi secara berkala untuk mengantisipasi terjadinya serangan jantung yang bisa mengakibatkan kecelakaan bus.

Hal ini karena DTKJ sebelumnya menemukan pengemudi yang meninggal akibat epilepsi. “Kesehatan ini yang seharusnya
menjadi bagian dari perhatian operator agar pramudi dicek kesehatannya secara rutin dan berkala. Mungkin setahun sekali atau per enam bulan,” jelas Prayudi.

Selain juga terkait jam kerja yang juga harus dievaluasi. Untuk hal ini, DTKJ mengusulkan adanya fasilitas penginapan agar pengemudi yang mendapatkan tugas pagi hari mendapat waktu istirahat yang cukup.

Pengemudi yang berdomisili jauh dari lokasi awal trayek bus harus mempersiapkan diri lebih awal. Kondisi tersebut
bisa menyebabkan pengemudi kurang berkonsentrasi karena kurangnya istirahat. ****

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement