Kesehatan
Sakit di Perut karena Suduken, Usah Khawatir

Foto: Istimewa
FAKTUALid – Perut bagian atas terasa sakit seperti ditusuk jarum kerap dikeluhkan anak-anak ketika mereka tengah berlari-larian.
Hal itu tidak perlu dikhawatirkan. Bisa jadi si bocah mengalami side stitch atau orang Jawa biasa menyebutnya dengan istilah suduken.
Keluhan ini muncul biasanya setelah mereka makan lalu berlari-larian. Bukan hanya anak-anak yang merasakannya. Orang yang sering olahraga lari rentan mengalaminya.
Suduken adalah sensasi sakit perut bagian atas hingga samping yang terasa seperti ditusuk-tusuk jarum. Rasa nyeri ini bisa terasa semakin parah ketika menarik napas dalam.
Ketika berolahraga, darah dalam tubuh akan bergerak menjauh dari diafragma. Diafragma itu sendiri merupakan otot yang memisahkan bagian perut dengan jantung dan paru-paru.
Jika seseorang keasyikan olahraga atau beraktivitas fisik tanpa mengatur napas panjang alias ngos-ngosan, maka otot-otot diafragma akan semakin kekurangan oksigen. Hal ini dapat menyebabkan otot-otot diafragma mengalami kram atau kejang.
Inilah sebabnya, perut bagian atas akan terasa sakit saat terkena suduken.
Pada dasarnya, suduken bukanlah masalah kesehatan yang serius atau berbahaya. Gejala suduken pun biasanya akan hilang sendirinya tanpa perawatan apa pun.
Akan tetapi, rasa tidak nyaman yang ditimbulkan tetap perlu diatasi supaya bisa beraktivitas dengan normal seperti biasanya.
Cara mengatasinya pun mudah. Begitu gejala suduken muncul, segera duduk dengan posisi ternyaman dan tarik napas dalam-dalam. Tekan bagian perut yang terasa nyeri dengan jari-jari tangan. Cara ini dapat membantu meredakan nyeri perut yang mengganggu.
Kembali atur napas pelan-pelan. Tarik napas melalui hidung dan tahan beberapa detik, lalu embuskan perlahan melalui mulut.
Lakukan latihan pernapasan lewat perut untuk membantu meredakan nyeri sampai gejala suduken hilang dengan sendirinya.
Untuk mencegah suduken kambuh lagi, berikan jeda setidaknya 2-4 jam setelah makan sebelum mulai berolahraga atau beraktivitas. Setelah itu, lakukan pemanasan terlebih dahulu agar otot-otot tubuh jadi lebih lentur.
Jangan lupa siapkan juga satu botol air putih untuk mencegah dehidrasi. Dengan begitu, akan lebih cepat mengatasi risiko suduken dan bisa beraktivitas lagi dengan normal.***














