Connect with us

Internasional

Iran Bersumpah Menentang dan Melawan Perluasan Sanksi Amerika

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Setelah Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengumumkan langkah-langkah sanksi yang diperluas terhadap Iran, pemerintah Iran menyatakan siap menentang dan memberikan perlawanan dengan kekuatan lebih. (Foto: Istimewa)

Setelah Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengumumkan langkah-langkah sanksi yang diperluas terhadap Iran, pemerintah Iran menyatakan siap menentang dan memberikan perlawanan dengan kekuatan lebih. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL INDONESIA: Iran bersumpah melawan sanksi Amerika Serikat (AS) yang diperluas yang bertujuan untuk mengisolasi ekonominya. Iran menyatakan keyakinan bahwa mitra dagang utama akan menolak kampanye tekanan tersebut dan mengatakan bahwa Washington ingin menghidupkan kembali pembicaraan.

Setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan langkah-langkah sanksi yang diperluas terhadap Iran, Menteri Ekonomi Iran Ali Madanizadeh mengatakan, “Kami sepenuhnya siap menghadapi sanksi AS.”

Ia mengatakan kepada televisi pemerintah, “Tentu saja, musuh bermaksud melancarkan serangan teroris ekonomi terhadap kita, tetapi kita juga memiliki alat kita sendiri dan tahu bagaimana memainkan permainan ini. Pertahanan kita tidak lagi bersifat defensif; musuh harus menunggu serangan.”

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan langkah-langkah tersebut pada hari Senin tetapi tidak sampai menerapkan sanksi yang paling keras, dengan mengatakan bahwa negara-negara yang terus berdagang dengan Iran berisiko dipaksa keluar dari sistem keuangan berbasis dolar.

Departemen Keuangan memang mengumumkan sanksi baru terhadap 60 individu, entitas, dan kapal, tetapi daftar tersebut tidak mencantumkan lembaga keuangan Tiongkok mana pun yang dicurigai memfasilitasi perdagangan minyak Iran.

Pemerintah Pakistan mengatakan bahwa Pakistan, sebagai mediator, telah mencapai “kemajuan signifikan” dalam pembicaraan terbaru dengan Teheran yang berfokus pada langkah-langkah seperti pencegahan eskalasi konflik lebih lanjut dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Advertisement

Kerja sama China dengan Iran dilakukan dalam kerangka hukum internasional dan tidak boleh diganggu atau digagalkan, kata seorang juru bicara kementerian luar negeri.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump tidak mengesampingkan kemungkinan menggunakan kekuatan militer terhadap Iran.

Sementara itu, sebuah kapal tanker minyak dihantam oleh proyektil tak dikenal dan mengalami kerusakan sekitar 9 mil laut di timur laut Ash Shishah, Oman, demikian pernyataan United Kingdom Maritime Trade Operations kemarin. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement