Connect with us

Hukum

Aksi Massa Soal Dugaan Penistaan Al Quran Bikin Lalu Lintas Cengkareng Macet

Diterbitkan

pada

Demo  dugaan penistaan agama di depan Gedung Orang Tua, Cengkareng pada 14 Agustus 2026, bikin macet. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Aksi massa yang mengecam dugaan penistaan agama di depan Gedung Orang Tua (OT), kawasan Outer Ring Road, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat siang (14/8/2026), berdampak pada arus lalu lintas di sekitar lokasi. Sejumlah kendaraan roda empat, truk, hingga sepeda motor harus melaju perlahan akibat kepadatan yang terjadi.

Kemacetan terpantau mulai terjadi sekitar satu kilometer dari lokasi aksi. Kepadatan juga terlihat dari arah bawah kolong Flyover Rawa Buaya menuju kawasan Cengkareng.

Aksi tersebut digelar massa yang tergabung dalam Front Persaudaraan Islam. Mereka menyampaikan kecaman terkait dugaan penistaan Al Quran yang dikaitkan dengan produk Newport milik perusahaan Orang Tua dalam sebuah festival musik di kawasan Ancol beberapa hari sebelumnya.

Sekitar pukul 14.04 WIB, massa mulai memadati ruas jalan di depan Gedung OT. Peserta aksi didominasi pria yang mengenakan pakaian koko dan peci. Mereka berkumpul di sekitar mobil komando berwarna putih.

Dari atas mobil komando, sejumlah orator menyampaikan tuntutan dan seruan kepada peserta aksi. Salah satu orator meminta masyarakat tidak membiarkan kitab suci diperlakukan secara tidak semestinya.

Advertisement

“Jangan biarkan Al Quran dinilai atau diperlakukan secara tidak semestinya. Kita harus bela kitab suci kita,” ujar orator melalui pengeras suara.

Polisi Kerahkan 400 Personel

Untuk mengamankan jalannya aksi, kepolisian mengerahkan sekitar 400 personel. Aparat terlihat berjaga di sejumlah titik, terutama di sekitar gerbang masuk Gedung OT.

Kanit Reskrim Polsek Cengkareng AKP Gultom Parman mengatakan ratusan personel disiapkan untuk mengawal kegiatan tersebut.

“Kurang lebih ada 400 personel untuk menjaga aksi ini,” kata Gultom melalui pesan singkat di Jakarta, Jumat.

Advertisement

Petugas gabungan juga ditempatkan di sejumlah lokasi untuk mengatur arus kendaraan yang terdampak kegiatan massa. Pengaturan lalu lintas dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan yang semakin meluas di sekitar lokasi aksi.

Berawal dari Video di Media Sosial

Aksi tersebut berkaitan dengan beredarnya sebuah video di media sosial X melalui akun @Jakartatalk. Dalam video tersebut, terlihat sebuah merek minuman menggelar acara tantangan atau challenge terhadap salah satu pengunjung dalam sebuah kegiatan.

Dalam video yang beredar, pengunjung tersebut terlihat membacakan salah satu ayat Al Quran. Peristiwa itu kemudian menuai perhatian dan kecaman di media sosial karena dinilai berkaitan dengan dugaan penistaan agama.

Pihak penyelenggara kegiatan kemudian menyampaikan permintaan maaf melalui akun resminya. Penyelenggara menyatakan bahwa tantangan tersebut berada di luar arahan maupun persetujuan pihak penyelenggara.

Advertisement

Pihak penyelenggara juga menegaskan tidak akan mentoleransi tindakan yang dianggap menyinggung suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dalam kegiatan yang mereka selenggarakan.

“Kami tidak pernah dan tidak akan pernah menoleransi bentuk penistaan agama atau tindakan yang menyinggung SARA oleh pihak mana pun yang beraktivitas di area acara kami, termasuk sponsor dan mitra kerja sama,” tulis pihak penyelenggara.

Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi untuk menjaga situasi tetap kondusif selama aksi berlangsung.***

 

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement