Connect with us

Nasional

Karhutla di TNBTS Padam Setelah 11 Hari, Petugas Masih Waspadai 8 Titik Panas

Diterbitkan

pada

Kebakaran di kawasan hutan Bromo kini sudah padam. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akhirnya berhasil dipadamkan setelah berlangsung selama 11 hari. Meski dari pemantauan udara tidak lagi ditemukan titik api, petugas masih mewaspadai delapan titik panas yang berpotensi kembali memicu kebakaran.

Upaya penanganan masih terus dilakukan dengan pendinginan dan pembasahan di sejumlah lokasi terdampak. Petugas dikerahkan melalui jalur darat, sementara helikopter juga masih digunakan untuk melakukan penyiraman air dari udara guna memastikan bara yang tersisa tidak berkembang menjadi titik api baru.

Pemantauan udara dilakukan di sejumlah kawasan yang sebelumnya terdampak kebakaran, termasuk Bukit Kingkong dan Puncak 30 di Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo. Dari hasil pemantauan tersebut, tidak ditemukan lagi titik api.

Danrem 083/Baladhika Jaya sekaligus Dansektor Penanganan Karhutla Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan mengatakan kondisi tersebut menjadi perkembangan positif dalam penanganan kebakaran di kawasan TNBTS.

Meski demikian, petugas belum menghentikan penanganan sepenuhnya karena masih terdapat delapan titik panas yang perlu terus diawasi.

Advertisement

“Meski sudah tidak ditemukan titik api, kami tetap melakukan pemantauan terhadap delapan hot spot yang ada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru,” ujar Wahyu, Jumat (14/8/2026).

Dari delapan titik panas tersebut, dua titik berada di wilayah Kabupaten Probolinggo, sementara enam lainnya berada di Kabupaten Pasuruan.

Petugas Lakukan Pendinginan

Wahyu menjelaskan keberadaan titik panas masih menjadi perhatian karena berpotensi berkembang menjadi titik api apabila proses pendinginan dan pembasahan tidak dilakukan secara maksimal.

Untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut, petugas terus melakukan penyiraman di lokasi-lokasi yang masih memiliki suhu tinggi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bara yang tersisa benar-benar padam dan tidak kembali memicu kebakaran.

Advertisement

“Mengantisipasi itu, petugas terus melakukan upaya pendinginan dan pembasahan di titik-titik hot spot agar tidak kembali menjadi fire spot,” jelasnya.

Proses pendinginan dilakukan melalui jalur darat dengan menyemprotkan air ke sejumlah lokasi yang masih terpantau panas. Selain itu, helikopter tetap dikerahkan untuk melakukan water bombing atau penyiraman air dari udara di sejumlah titik yang sulit dijangkau petugas melalui jalur darat.

Pemantauan dari udara juga terus dilakukan untuk memastikan tidak muncul titik api baru di kawasan TNBTS.

Area Terbakar Capai 1.120 Hektare

Karhutla yang terjadi di kawasan TNBTS tersebut telah membakar area sekitar 1.120 hektare selama 11 hari. Kebakaran berdampak pada sejumlah vegetasi yang berada di kawasan taman nasional.

Advertisement

Vegetasi yang terdampak antara lain cemara gunung, mentigi atau metigi, akasia, edelweiss, semak belukar, serta rerumputan yang berada di kawasan padang savana.

Meskipun kondisi terkini menunjukkan tidak adanya titik api berdasarkan pemantauan udara, petugas tetap melakukan langkah antisipasi. Pendinginan dan pembasahan di titik-titik panas masih menjadi bagian penting dari penanganan untuk mencegah munculnya kembali api.

Petugas juga terus memantau kawasan yang sebelumnya terbakar guna memastikan kondisi benar-benar aman. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah kebakaran susulan setelah karhutla berhasil dikendalikan.***

 

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement