Kesehatan
BGN Siapkan Radar MBG, Masyarakat Bisa Pantau Menu dan Kandungan Gizi

Kandungan gizi Makan Bergizi Gratis kini dipantau melalui Radar MBG. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Kini masyarakat bisa memantau makananan apa yang disajikan oleh tim Badan Gizi Nasional atau BGN. Pasalnya, BGN menyiapkan portal Radar MBG sebagai sarana bagi masyarakat untuk memantau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Portal tersebut terutama menyediakan informasi mengenai menu yang disajikan kepada penerima manfaat.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan Radar MBG dirancang untuk memperluas akses informasi sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan program. Orang tua, guru, kepala sekolah, pemerintah daerah, hingga dinas terkait nantinya dapat memanfaatkan portal tersebut.
“Kami sudah menyiapkan portal, di mana masyarakat, khususnya orang tua, guru, kepala sekolah, kepala daerah, kemudian dinas, itu bisa ikut mengawasi,” ujar Sudaryono dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Melalui Radar MBG, masyarakat dapat mengetahui sekolah yang menerima program tersebut. Selain itu, portal juga memuat informasi mengenai menu makanan yang diberikan, kandungan gizi, foto makanan, hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi pihak yang memproduksi makanan.
Menurut Sudaryono, keberadaan informasi tersebut penting bagi orang tua yang ingin mengetahui makanan yang dikonsumsi anaknya di sekolah setiap hari.
“Orang tua itu ingin tahu anak yang di sekolahnya mendapatkan MBG, hari ini menunya apa. Maka, kami sudah menyiapkan portal. Di sana bisa dilihat sekolah mana, menunya apa, foto menunya ada, gizinya seperti apa, dan dari SPPG mana,” tuturnya.
Perkuat Pengawasan Publik
Sudaryono menjelaskan, keterbukaan informasi melalui Radar MBG tidak hanya bertujuan menjadi sarana publikasi program. Portal tersebut juga diharapkan menjadi instrumen pengawasan bersama terhadap pelaksanaan MBG.
Dengan tersedianya informasi secara digital, masyarakat maupun pihak sekolah dan pemerintah daerah dapat mengetahui pelaksanaan program di lapangan. Informasi tersebut sekaligus dapat menjadi bahan perhatian apabila ditemukan hal-hal yang masih perlu diperbaiki.
BGN juga terus mendorong seluruh SPPG untuk meningkatkan pelaporan secara digital, termasuk terkait proses produksi makanan. Saat ini, sekitar 85 persen SPPG telah melakukan pelaporan secara digital.
Ke depan, BGN menargetkan seluruh dapur MBG dapat melakukan pelaporan secara konsisten. Dengan demikian, informasi yang ditampilkan melalui Radar MBG dapat semakin lengkap dan mudah dipantau masyarakat.
“Kalau nanti dibuka tetapi gambarnya belum muncul, itu artinya SPPG belum melaporkan atau memfoto. Kami sedang meningkatkan dan mewajibkan semua dapur secara digital melaporkan proses produksi,” kata Sudaryono.
Dorong Perbaikan Kualitas MBG
BGN berharap partisipasi masyarakat melalui Radar MBG tidak berhenti pada kegiatan melihat dan memantau informasi. Pengawasan publik diharapkan dapat menjadi bagian dari proses evaluasi dan perbaikan pelaksanaan program secara berkelanjutan.
Menurut Sudaryono, keterbukaan informasi menjadi salah satu upaya untuk memastikan MBG terus mengalami peningkatan. Perbaikan tersebut mencakup kualitas makanan, komposisi menu, kandungan gizi, hingga kualitas pelayanan kepada penerima manfaat.
Dengan sistem pelaporan dan pemantauan digital, BGN ingin memastikan pelaksanaan program dapat diketahui secara lebih terbuka oleh berbagai pihak yang berkepentingan.
Radar MBG pun diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara BGN, SPPG, sekolah, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam mengawal pelaksanaan program makan bergizi bagi penerima manfaat.***












