Ekonomi
IHSG BEI Senin 4 Mei 2026: Bergerak Dinamis Menguat Tetap Waspadai Potensi Profit Taking

Penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Senin (4/5/2026), diharapkan menjadi landasan yang kuat bagi pergerakan indeks di sepanjang minggu pertama bulan Mei 2026 ini. (AI/Ist)
FAKTUAL INDONESIA: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri perdagangan awal pekan ini, Senin (4/5/2026), dengan performa yang cukup menggembirakan. IHSG terpantau bergerak dinamis hingga akhirnya resmi ditutup menguat di zona hijau.
Meskipun untuk perdagangan saham esok hari, Selasa (5/5/2026), IHSG diprediksi akan bergerak secara variatif dengan kecenderungan menguat terbatas namun tetap waspada terhadap potensi ambil untung (profit taking) jangka pendek.
Pada penutupan perdagangan sore hari ini, IHSG ditutup menguat 15,15 poin atau 0,22 persen ke posisi 6.971,95. Namun ini lebih rendah dari saat pembukaan pagi hari ketika IHSG dibuka menguat hingga menyentuh level 7.069. Namun, pada sesi II penguatan berkurang dan indeks cenderung bergerak dua arah (sideways).
Adapun dari penutupan perdagangan IHSG hari ini, frekuensi transaksi saham tercatat sebanyak 2.441.740 kali dengan volume perdagangan mencapai 60,30 miliar lembar saham senilai Rp21,12 triliun. Sebanyak 327 saham menguat, 357 saham melemah, dan 134 saham stagnan.
Secara sektoral, penguatan tertinggi terjadi pada sektor barang konsumen primer sebesar 2,53 persen, diikuti sektor barang konsumen nonprimer 1,53 persen, sektor infrastruktur 0,96 persen, dan sektor perindustrian 0,03 persen.
Sebaliknya, sektor kesehatan turun 1,63 persen, sektor teknologi 1,56 persen, sektor transportasi 1,52 persen, sektor energi 1,20 persen, sektor barang baku 0,69 persen, sektor keuangan 0,16 persen, serta sektor properti 0,01 persen.
Saham-saham yang masuk top gainers yaitu saham PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP) naik 34,35 persen ke Rp89, PT Wijaya Cahaya Timber Tbk (FWCT) naik 34,83 persen ke Rp120, dan saham PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) naik 24,69 persen ke Rp1.515.
Sedangkan saham-saham yang masuk top losers antara lain, PT Asuransi Dayin Mitra Tbk (ASDM) turun 14,63 persen ke Rp525, PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) turun 14,29 persen ke Rp108 dan PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk (TOOL) turun 14,00 persen di Rp86.
Koreksi Saham GOTO
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim seperti dilansir metrotvnews, mengatakan pelemahan IHSG dipicu antara lain oleh koreksi saham GOTO setelah pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 membatasi potongan aplikator maksimal delapan persen.
“Hal ini memicu kecemasan investor akan prospek fundamental saham GOTO karena dinilai kebijakan tersebut dapat menurunkan pendapatan dan marjin GOTO,” ujarnya.
Aksi beli investor di beberapa sektor unggulan juga disinyalir menjadi pendorong utama kenaikan indeks hari ini. Penguatan ini memberikan angin segar bagi pasar modal dalam negeri setelah memantau berbagai sentimen ekonomi global dan domestik.
Sebelumnya, tercatat adanya fluktuasi pasar yang cukup tajam, termasuk koreksi yang sempat terjadi pada bulan Maret di mana IHSG pernah melemah ke level 7.048. Namun, momentum pemulihan hari ini menunjukkan kepercayaan diri investor yang kembali tumbuh untuk menggerakkan roda transaksi di lantai bursa.
Proyeksi Level Pergerakan
Penutupan hari ini diharapkan menjadi landasan yang kuat bagi pergerakan indeks di sepanjang minggu pertama bulan Mei 2026 ini.
IHSG diprediksi akan bergerak secara variatif dengan kecenderungan menguat terbatas. Mengacu pada pergerakan sebelumnya yang sempat menyentuh level 7.048, indeks diharapkan dapat terus menjauhi titik tersebut dan menguji level resistance baru.
Beberapa faktor yang diprediksi akan memengaruhi pergerakan besok antara lain:
- Lanjutan Aksi Beli Selektif: Investor diperkirakan masih akan melakukan akumulasi pada saham-saham blue chip, terutama di sektor perbankan dan energi, menyusul rilis kinerja keuangan emiten yang stabil.
- Stabilitas Nilai Tukar: Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS tetap menjadi perhatian utama. Jika Rupiah mampu menjaga penguatannya, hal ini akan menjadi katalis positif tambahan bagi indeks.
- Pantauan Harga Komoditas: Mengingat minat tinggi terhadap komoditas, fluktuasi harga emas (Antam, Galeri24, dan UBS) serta harga minyak dunia tetap akan membayangi arah pergerakan sektor terkait.
Para pelaku pasar kini tetap mencermati stabilitas nilai tukar rupiah dan rilis data ekonomi terbaru untuk menentukan arah investasi di hari-hari berikutnya.
Sedangkan para investor perlu untuk tetap waspada terhadap potensi ambil untung (profit taking) jangka pendek dan selalu memantau rilis data makroekonomi terbaru guna mengantisipasi volatilitas pasar. ***













