Connect with us

Ekonomi

IHSG Anjlok Hampir 5 Persen, Pemerintah Imbau Pasar Tetap Tenang

Diterbitkan

pada

IHSG Anjlok Hampir 5 Persen, Pemerintah Imbau Pasar Tetap Tenang

IHSG hari ini anjlok pasca mundurnya para petinggi BEJ dan OJK mundur. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA :  Pemerintah merespons pelemahan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi pada perdagangan Senin (2/2/2026). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengimbau pelaku pasar dan masyarakat tidak bereaksi berlebihan terhadap fluktuasi pasar saham yang tengah berlangsung.

Pada penutupan perdagangan, IHSG tercatat turun 406,87 poin atau 4,88 persen. Koreksi tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar, menyusul dinamika kepemimpinan di sektor keuangan, khususnya di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Baca Juga : OJK Percepat Reformasi Pasar Modal Usai Gejolak IHSG

Purbaya menilai gejolak yang terjadi masih bersifat sementara. Menurutnya, pasar cenderung bersikap wait and see sembari menunggu kepastian terkait kepemimpinan definitif di OJK setelah serangkaian pengunduran diri pejabat tinggi beberapa waktu terakhir.

“Pasar biasanya sensitif terhadap perubahan kepemimpinan. Saat ini masih ada ketidakpastian, sehingga wajar jika terjadi volatilitas. Nanti kalau sudah jelas, pasar akan menyesuaikan kembali,” kata Purbaya saat ditemui usai Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Senin.

Ia menegaskan penurunan IHSG tidak mencerminkan pelemahan fundamental ekonomi Indonesia. Pemerintah, kata dia, terus memperkuat basis perekonomian melalui kebijakan fiskal dan struktural yang berorientasi jangka menengah dan panjang.

Advertisement

Baca Juga : Bareskrim Selidiki Dugaan Manipulasi Saham Usai IHSG Anjlok Tajam

“Dari sisi fundamental, tidak ada yang berubah. Pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, inflasi terkendali, dan berbagai indikator makro masih solid. Karena itu, koreksi ini tidak perlu disikapi secara berlebihan,” ujarnya.

Selain faktor domestik, tekanan eksternal juga disebut turut memengaruhi pergerakan pasar. Di antaranya adalah dinamika global dan isu penilaian pasar modal Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang sebelumnya memicu kekhawatiran di kalangan investor.

Purbaya bahkan menyebut kondisi koreksi tajam dapat dipandang sebagai peluang bagi investor yang memiliki perspektif jangka panjang. Menurutnya, harga saham yang terkoreksi tidak selalu mencerminkan nilai intrinsik perusahaan.

Baca Juga : Dirut BEI Mundur Setelah Kejatuhan IHSG, Mensesneg Angkat Bicara, Menkeu Purbaya Sebut Fatal tapi Positif

“Kalau saya pribadi, justru melihat ini sebagai momentum. Ketika harga turun tapi fundamental tetap kuat, itu artinya ada peluang,” katanya.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan Presiden Prabowo Subianto memahami dinamika yang terjadi di pasar saham. Presiden, kata Prasetyo, tidak bereaksi emosional terhadap penurunan IHSG dan meminta jajaran pemerintah fokus pada pembenahan kebijakan.

Advertisement

“Presiden meminta agar situasi ini dilihat secara menyeluruh. Pasar saham memang dinamis, yang penting pemerintah memastikan kebijakan berjalan konsisten dan kredibel,” ujar Prasetyo di lokasi yang sama.

Sebagai catatan, tekanan di pasar saham telah berlangsung sejak akhir Januari 2026 dan sempat memicu penghentian sementara perdagangan atau trading halt di Bursa Efek Indonesia. Kondisi tersebut menambah kekhawatiran investor, meski pemerintah menegaskan stabilitas sistem keuangan nasional tetap terjaga.***

Lanjutkan Membaca
Advertisement