Ekonomi
Prabowonomics Tekankan Kedaulatan dan Kemandirian Ekonomi Nasional di WEF 2026

Mensesneg Prasetyo Hadi saat memberikan keterangan pers. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa konsep Prabowonomics yang akan disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato perdananya di World Economic Forum (WEF) 2026 menitikberatkan pada upaya menjaga kedaulatan dan kemandirian ekonomi nasional di tengah dinamika global.
Prasetyo menjelaskan, Prabowonomics merupakan tema besar yang memuat sejumlah penekanan strategis, mulai dari pentingnya stabilitas ekonomi hingga penguatan fondasi kemandirian nasional. Menurutnya, kedaulatan ekonomi menjadi salah satu ruh utama dari konsep tersebut.
“Mungkin kedaulatan atau kemandirian itu juga menjadi hal penting dari makna Prabowonomics itu,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Baca Juga : Refleksi Akhir Tahun 2025 BACenter dan Prasasti: Dorong Efisiensi Ekonomi Nasional dan Penguatan UMKM–Koperasi Ciptakan Kesetaraan Ekonomi
Ia menambahkan, stabilitas ekonomi dipandang sebagai prasyarat agar roda perekonomian dapat berjalan secara berkelanjutan. Dalam kerangka tersebut, pemerintah menaruh perhatian besar pada upaya memperkuat sektor-sektor strategis yang berperan langsung terhadap ketahanan nasional.
Salah satu fokus utama yang akan diangkat Presiden Prabowo adalah kemandirian di bidang pangan dan energi. Prasetyo menyebut agenda swasembada pangan dan swasembada energi selama ini menjadi bagian dari fondasi kebijakan ekonomi nasional untuk mengurangi ketergantungan pada pihak luar.
Baca Juga : Pemerintah Dorong Konsumsi Akhir Tahun dan Optimistis Tumbuh di Atas 5 Persen, Ekonomi Nasional Tetap Solid
“Termasuk misalnya berkenaan dengan kemandirian dalam hal pangan dan energi, yang selama ini kita kenal dengan istilah swasembada pangan maupun energi,” kata Prasetyo.
Terkait agenda Presiden Prabowo selama berada di Davos, Prasetyo juga menyinggung kemungkinan adanya pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin negara di sela-sela WEF. Namun, ia mengatakan jadwal pertemuan tersebut masih akan dikonfirmasi lebih lanjut. “Kami belum tahu, nanti kami coba cek,” ujarnya.
Presiden Prabowo dijadwalkan menyampaikan special address di WEF 2026 dengan mengusung tema “Prabowonomics”. Berdasarkan agenda resmi WEF, Presiden Prabowo akan berpidato pada pukul 14.00 waktu setempat atau sekitar pukul 20.00 WIB.
Baca Juga : Industri Manufaktur Diyakini Semakin Berperan Sebagai Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Nasional dan Penyerapan Tenaga Kerja
Dalam rangkaian agenda hari yang sama, sesi Presiden Prabowo didahului oleh pidato Presiden Israel Isaac Herzog, Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis, serta Presiden Finlandia Alexander Stubb. Sementara itu, Presiden Suriah Ahmad Al Sharaa dijadwalkan menjadi pembicara setelah sesi Indonesia.
Kehadiran Presiden Prabowo di WEF 2026 menandai kembalinya Indonesia ke panggung forum ekonomi global tersebut setelah absen selama sekitar satu dekade. Sebelumnya, Presiden RI terakhir yang berpidato di WEF adalah Susilo Bambang Yudhoyono pada 2011 dengan mengangkat isu ekonomi hijau.
World Economic Forum merupakan pertemuan tahunan yang mempertemukan para pemimpin dunia, ekonom, akademisi, dan pelaku usaha global untuk membahas tantangan ekonomi global serta arah kebijakan ke depan.***














