Nasional
Kapolda Banten Pastikan Life Jacket Bukan Milik Kapal Jurnalis Hilang

Lima jurnalis masih hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Kapolda Banten Irjen Hengki memastikan life jacket dan pelampung yang ditemukan dalam operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal bukan merupakan perlengkapan keselamatan kapal Arupadhatu 1.
Kapal Arupadhatu 1 diketahui membawa delapan orang dan hingga Jumat (11/9/2026) masih belum ditemukan setelah hilang kontak saat melakukan perjalanan di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda.
Kepastian tersebut disampaikan Hengki dalam konferensi pers di Posko SAR Gabungan, Pantai Carita, Banten, Jumat. Menurutnya, tim telah mengonfirmasi temuan tersebut kepada Sandi selaku pemilik kapal.
“Hasil pemeriksaan maupun interogasi kepada Bapak Sandi, selaku pemilik kapal. Karena pemilik kapal, ada dua kapal, Arupadhatu 1 maupun Arupadhatu 2, tidak menggunakan life jacket seperti yang ditemukan,” kata Hengki.
Tim SAR dan kepolisian juga mencocokkan perlengkapan keselamatan yang ditemukan dengan rekaman video kapal Arupadhatu 1 dan Arupadhatu 2. Dari pencocokan tersebut, bentuk perlengkapan yang ditemukan dinilai berbeda dengan yang digunakan kedua kapal.
“Temuan tersebut tidak sama dengan yang digunakan oleh kapal Arupadhatu 1 maupun Arupadhatu 2, karena ada videonya dengan hasil temuan yang ada, baik satu life jacket maupun pelampung,” ujarnya.
Life jacket dan pelampung ditemukan pada hari ketiga operasi pencarian, Kamis (10/9). Life jacket ditemukan KAL Anyer saat menyisir sektor F sekitar pukul 15.32 WIB.
Temuan life jacket tersebut berada di koordinat 06°04’30.00″ LS. Sementara pelampung ditemukan di koordinat 06°17’26.40″ LS, 105°22’42.00″ BT.
Dengan hasil pemeriksaan tersebut, kedua perlengkapan keselamatan itu dipastikan bukan bagian dari peralatan kapal Arupadhatu 1 maupun Arupadhatu 2.
Operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Hingga Jumat, keberadaan delapan orang yang berada di kapal Arupadhatu 1 tersebut masih belum diketahui.***













