Politik
Presiden Prabowo Bertemu Ignasius Jonan Selama Dua Jam di Istana, Dapat Tugas Baru?

Menteri Perhubungan RI 2014-2016 Ignasius Jonan memberi keterangan kepada awak media usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 3 November 2025. (BPMI Setpres/Kris)
FAKTUAL INDONESIA: Ignasius Jonan yang sukses membenahi perkeretaapian Indonesia ketika menjabat Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) 2009 – 2014 berkunjung ke Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/11/2025).
Mantan Menteri Perhubungan itu berdiskusi hangat dengan Presiden Prabowo mengenai berbagai program pemerintah, khususnya yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Pertemuan berlangsung selama dua jam. Ada Apa? Tanda Jonan akan mendapat tugas baru dari Presiden?
Baca Juga : Paus Fransiskus Dijadwalkan ke Indonesia pada 3-6 September, Ignatius Jonan ketua Panitia
Usai pertemuan, kepada para wartawan mengemukakan, dalam pertemuan dengan Prabowo, tidak ada tawaran apa-apa. Hanya berdiskusi dan memberi masukan sebagai warga negara kepada Prabowo. Namun dia mengatakan, sebagai warga negara kalau diminta mengabdi untuk negaranya harus siap.
“Tidak ada tawaran. Ini cuma diskusi,” kata Jonan. “Kalau sebagai warga negara, kalau diminta untuk bekerja untuk negara ya mestinya siap, kalau mampu. Kalau saya mampu sih ya. Itu aja sih. ya tergantung yang ngasih tugas,” katanya saat ditanya awak media terkait peluang untuk kembali mengabdi bagi negara.
Seperti dilansir BPMI Setpres, Jonan menyampaikan bahwa kedatangannya ke Istana Merdeka bertujuan untuk berbagi pandangan dan memberikan masukan kepada Prabowo sebagai warga negara.
Baca Juga : Panggil Dirut PT KAI, Presiden Prabowo Instruksikan Tingkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat, Soroti KRL Jabodetabek
“Kami sebenarnya memang juga minta waktu untuk sharing lah gitu sebagai rakyat, sebagai warga negara itu berdiskusi tentang program-program yang dijalankan oleh beliau selama ini. Puji Tuhan beliau berkenan untuk mendengarkan dan berdiskusi serta menerima beberapa masukan,” ujar Jonan.
Dia menilai program prioritas Prabowo memiliki dampak positif bagi masyarakat kecil dan mendukung pemerataan ekonomi nasional. Ia secara khusus menyoroti kebijakan Presiden dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih), dan Sekolah Rakyat yang menurutnya merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap keadilan sosial.
“Program-program yang sifatnya kerakyatan seperti keberpihakan kepada keadilan sosial, kalau menurut saya ya, itu misalnya MBG, ada Kopdes Merah Putih, lalu Sekolah Rakyat, yang multiplier effect ekonominya menurut saya secara perlahan mungkin akan tumbuh,” katanya.
Baca Juga : Dipanggil Presiden Prabowo, Menteri ESDM Bahlil Dapat Arahan Listrik 5.700 Desa dan 4.400 Dusun Selesai 2029 – 2030
Jonan juga menambahkan bahwa penyempurnaan program-program tersebut memang memerlukan waktu dan proses yang bertahap.
“Ya, memang kalau diminta sempurna dari awal mungkin tidak mungkin. Tapi kan ini perbaikannya pelan-pelan gitu ya, mestinya jalan sih selama ini,” ungkapnya.
Selain program sosial, Jonan juga menyampaikan pandangannya mengenai kiprah Presiden Prabowo di kancah internasional dan peran aktif BUMN dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Ia memuji langkah Presiden yang dinilainya berhasil menyeimbangkan diplomasi luar negeri dengan pembangunan ekonomi dalam negeri.
“Kami juga sharing tentang peran serta beliau yang sangat bagus dan aktif di diplomasi luar negeri, juga di pengembangan BUMN dan partisipasi BUMN untuk bangsa dan negara yang lebih banyak,” tutur Jonan. ***














