Internasional
KTT Ke-47 ASEAN: Menlu Sugiono Tegaskan Pentingnya Penguatan Sinergi Hadapi Kejahatan Siber dan Online Scams

Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Sugiono dalam Pertemuan ke-30 ASEAN Political-Security Community (APSC) Council dan saat bertemu Menlu Finlandia Elina Valtonen di sela-sela KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (25/10/2025). (Kemlu)
FAKTUAL INDONESIA: Blueprint ASEAN Political-Security Community (APSC) 2025 telah berperan penting dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan, dengan tingkat implementasi mencapai 99,6%.
Meskipun demikian, Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Sugiono meminta APSC terus memastikan bahwa masyarakat ASEAN merasa aman, terlindungi, dan percaya diri untuk terus maju dan sejahtera.
“Capaian ini sangat membanggakan, namun kita harus terus memastikan bahwa masyarakat kita merasa aman, terlindungi, dan percaya diri untuk terus maju dan sejahtera,” kata Menlu Sugiono dalam Pertemuan ke-30 APSC Council di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (25/10/2025).
Baca Juga : KTT Ke-47 ASEAN: Pertemuan Menlu, Sugiono Dukung Pembentukan Tim Pengamat Pemilu Myanmar
Sugiono menegaskan bahwa persatuan dan sentralitas ASEAN harus tetap menjadi jangkar kawasan, serta menyerukan upaya bersama untuk membangun “ASEAN yang aman, terlindungi, dan membuat setiap warganya bangga menyebut kawasan ini sebagai rumahnya.”
Dia menekankan pentingnya penguatan sinergi lintas pilar ASEAN serta peningkatan kapasitas kolektif ASEAN dalam menghadapi tantangan keamanan kawasan, termasuk kejahatan siber dan online scams.
Mengutip laporan dalam laman Kementerian Luar Negeri RI, dalam konteks tersebut, Menlu menekankan pentingnya koordinasi yang lebih erat antara pilar politik-keamanan (APSC), ekonomi (AEC), dan sosial-budaya (ASCC) guna menghasilkan respons yang terpadu dan komprehensif dalam menghadapi tantangan multidimensi, termasuk kejahatan lintas negara.
Sugiono menyambut baik Deklarasi ASEAN tentang Pemberantasan Kejahatan Siber dan Penipuan Daring yang baru-baru ini diadopsi, dan menilai deklarasi tersebut sebagai cerminan komitmen kuat ASEAN dalam melindungi ruang digital dan keamanan kawasan.
Dalam kesempatan tersebut, Sugiono juga mengumumkan rencana Indonesia untuk menyelenggarakan dua inisiatif penting, yaitu Forum Dialog Kerja Sama Kepolisian untuk Bantuan Timbal Balik dalam Masalah Pidana (27–29 Oktober 2025) serta Table-Top Exercise tentang Kesiapsiagaan ASEAN dalam Melindungi Warga Negara di Luar Negeri (4–5 Desember 2025), yang keduanya akan berlangsung di Bali.
Baca Juga : Presiden Prabowo Bakal Hadiri KTT ke-47 ASEAN di KL
Bertemu Menlu Filnadia
Di sela-sela KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (25/10/2025), Menlu Sugiono mengadakan pertemuan bilateral dengan Menlu Finlandia Elina Valtonen guna memperkuat kerja sama di bidang ekonomi, teknologi, dan keamanan global.
Kedua Menteri menyoroti persahabatan yang telah terjalin lama dan saling menghormati antara kedua negara, serta menegaskan kembali komitmen bersama terhadap pasar terbuka, pembangunan berkelanjutan, dan pengembangan sumber daya manusia.
Finlandia menyampaikan kesiapannya untuk berbagi keahlian di bidang digitalisasi, telekomunikasi, dan pendidikan, termasuk kerja sama dalam pengembangan teknologi 5G dan pelatihan tenaga kerja melalui pusat-pusat inovasi seperti yang ada di Surabaya.
Kedua pihak menekankan pentingnya infrastruktur digital yang andal dan aman sebagai penggerak utama pembangunan. Indonesia menyambut komitmen Finlandia untuk memperkuat kapasitas lokal dan mendorong investasi pada pengembangan SDM di sektor digital guna mendukung pertumbuhan dan lapangan kerja di masa depan.
Baca Juga : KTT Gaza: Presiden Trump pun Memuji Presiden Prabowo: Sosok Luar Biasa dari Indonesia
Dalam pembahasan isu internasional, kedua Menteri bertukar pandangan mengenai situasi di Ukraina dan perkembangan di Timur Tengah. Menlu Sugiono menegaskan kembali seruan konsisten Indonesia untuk penyelesaian damai, penghormatan terhadap kedaulatan, dan pentingnya dialog.
Terkait situasi di Timur Tengah, kedua Menteri menegaskan dukungan terhadap solusi dua negara, serta mendesak perlunya gencatan senjata kemanusiaan dan perdamaian yang berkelanjutan. Keduanya juga menekankan pentingnya reformasi PBB dan peningkatan kerja sama internasional guna menciptakan tata kelola global yang lebih representatif dan efektif.
Pada kesempatan KTT ASEAN ke-47, Finlandia secara resmi menandatangani Treaty of Amity and Cooperation (TAC), yang mencerminkan komitmen kuat Finlandia untuk memajukan perdamaian, stabilitas, dan kemitraan di kawasan Indo-Pasifik. ***













