Connect with us

Nasional

Liku-liku Covid-19 Varian India Masuk Jateng Melalui ABK Asal Filipina

Gungdewan

Diterbitkan

pada

RSUD Cilacap tutup sementara antisipasi  penyebaran Covid-19 varian baru B1617.

RSUD Cilacap tutup sementara antisipasi penyebaran Covid-19 varian baru B1617.

FaktualID – Covid India yang merupakan varian baru virus covid-19 sudah masuk ke Jawa Tengah. Ternyata pintu masuk varian itu melalui pelabuhan Cilacap lewat seorang Anak Buah Kapal (ABK) asal Filipina yang meninggal di RSUD Cilacap pada 11 Mei 2021 lalu.

Kasus ini menjadi pintu gerbang masuknya varian baru virus COVID-19 dari India ke Jawa Tengah.  Kapal MV Hilma Bulker yang mengangkut gula berangkat dari India pada 14 April dan tiba di Pelabuhan Cilacap, Jawa Tengah, pada 25 April. Setelah pemeriksaan kesehatan, diketahui 14 dari 20 ABK positif terinfeksi COVID-19. Salah satunya, berinisial DRA bahkan kondisinya cukup buruk hingga harus dirawat intensif sejak 30 April, dan kemudian meninggal pada 11 Mei.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memastikan, seluruh kontak erat korban sudah dilacak. Hasilnya kemudian diketahui, penularan sudah terjadi di lingkungan tenaga kesehatan RSUD Cilacap.

“Dilakukan whole genome sequencing, dan akhirnya semua positif ini varian baru dari India. Dan pada saat mereka dirawat di rumah sakit, di Cilacap, langsung kita tracing kontak erat dan kontak dekat. Ternyata, nampaknya varian baru ini masuk ke perawat. Hari ini rumah sakit ditutup dan kita membuat isolasi,” papar Ganjar dalam acara yang diselenggarakan Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama), Minggu (23/5/2021).

Seperti dilansir laman.voaindonesia.com,  kepastian mengenai varian baru diperoleh dari keterangan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), Kementerian Kesehatan. Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji, hari Sabtu (22/5/2021) dalam keterangan resmi di kantornya mengutip hasil pemeriksaan tersebut. Dijelaskan, bahwa 13 ABK Kapal MV. Hilma Bulker terkonfirmasi positif COVID-19 varian B.1617.2.

Advertisement

Sementara Direktur Utama RSUD Cilacap, dr. Moch. Ichlas Riyanto dalam kesempatan sama mengatakan, telah memeriksa 179 tenaga kesehatan, di mana 32 di antaranya diketahui melakukan kontak langsung dengan ketigabelas ABK itu. ***

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement