Connect with us

Internasional

Korban Tewas Kecelakaan Pesawat Jeju Air Bertambah Jadi 124 Orang

Diterbitkan

pada

Korban Tewas Kecelakaan Pesawat Jeju Air Bertambah Jadi 124 Orang

Korban tewas pesawat Jeju Air yang alami kecelakaan. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Jumlah korban tewas dalam kecelakaan pesawat Jeju Air di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, pada Minggu (29/12/2024)  bertambah menjadi 124 orang, demikian Yonhap melaporkan.

Kantor berita itu melaporkan bahwa upaya untuk memastikan angka kematian dalam insiden itu masih terus berlangsung.

Sebelumnya dilaporkan bahwa pesawat nahas yang membawa 181 orang itu, termasuk enam awak, keluar dari landasan pacu saat mendarat dan menabrak pagar bandara itu sehingga pesawat terbakar.

Pesawat tersebut diduga menabrak kawanan burung ketika mendarat.

Baca Juga : Kementerian Luar Negeri Pastikan Tak Ada Penumpang WNI dalam Pesawat Jeju Air yang Alami Kecelakaan

Semua orang dalam penerbangan dari Bangkok adalah warga Korea Selatan, kecuali dua warga Thailand.

Advertisement

Pihak berwenang mengatakan dua awak kapal berhasil diselamatkan setelah kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 9 pagi itu.

Pesawat itu, yang dijadwalkan tiba di bandara sekitar pukul 8:30 pagi, tampaknya telah berupaya melakukan pendaratan darurat karena roda pendaratan tidak berfungsi dengan baik, kata media Korea Selatan.

CEO Jeju Air Kim E Bae mengadakan pengarahan di kemudian hari dan menyampaikan belasungkawa yang mendalam, seraya menambahkan bahwa penyebab kecelakaan belum dapat dipastikan dan perusahaannya perlu menunggu hasil investigasi pemerintah.

“(Pesawat itu) menjalani perawatan rutin sesuai dengan manual, dan tidak ada tanda-tanda masalah sama sekali,” kata Kim, seraya menambahkan bahwa pesawat itu tidak memiliki riwayat kecelakaan di masa lalu.

Baca Juga : Pesawat Jeju Air Alami Kecelakaan, 29 Penumpang Dilaporkan Tewas

Pihak berwenang menduga tabrakan dengan burung menjadi salah satu penyebab kecelakaan tersebut.

Advertisement

Pesawat itu adalah Boeing 737-800 yang diproduksi pada tahun 2009, menurut seorang pejabat kementerian pertanahan.

Pesawat maskapai berbiaya rendah itu dilalap api yang berhasil dipadamkan sesaat sebelum pukul 10 pagi dan hanya tersisa ekornya, kata pihak berwenang, seraya menambahkan sekitar 700 personel dari otoritas terkait dilibatkan dalam operasi pencarian dan penyelamatan di lokasi tersebut.

Penjabat Presiden Choi Sang Mok menginstruksikan “upaya habis-habisan untuk tanggapan cepat dan pemulihan kerusakan,” menurut pemerintah Korea Selatan.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement