Connect with us

Internasional

Israel Serang Bandara Sanaa dan 3 Pelabuhan Yaman dengan Target Houthi, 3 Tewas 11 Luka-luka

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Israel Serang Bandara Sanaa dan 3 Pelabuhan Yaman dengan Target Houthi, 3 Tewas 11 Luka-luka

Asap mengepul setelah Israel serang bandara Sanaa Yaman dan pembangkit listrik Hodeidah, Kamis (26/12/2024),  sebagai respon serangan rudal balistik dan pesawat tanpa awal Houthi ke Tel Aviv

FAKTUAL INDONESIA: Militer Israel menyerang beberapa target yang terkait dengan gerakan Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman pada hari Kamis, termasuk Bandara Internasional Sanaa dan tiga pelabuhan di sepanjang pantai barat.

Menurut keterangan Militer Israel, serangan menghantam pembangkit listrik Hezyaz dan Ras Kanatib di Yaman serta infrastruktur militer di pelabuhan Hodeidah, Salif dan Ras Kanatib.

Serangan terhadap bandara Sanaa dan pembangkit listrik Hodeidah juga dilaporkan oleh Al Masirah TV, saluran berita televisi utama yang dijalankan oleh Houthi. Bahkan Al Masirah TV mengatakan dua orang tewas dalam serangan di bandara, satu orang tewas dalam serangan di pelabuhan, sementara 11 lainnya terluka dalam serangan itu.

Belum ada komentar langsung dari pihak Houthi, yang telah berulang kali menembakkan pesawat tak berawak dan rudal ke Israel dalam apa yang mereka gambarkan sebagai tindakan solidaritas dengan warga Palestina di Gaza.

Baca Juga : Israel Terus Bombardir Gaza yang Mengarah Pembersihan Etnis ketika Pembicaraan Gencatan Senjata Semakin Intensif

Seperti dilansir laman berita Al Jazeera, serangan itu terjadi sehari setelah Houthi Yaman, yang menguasai wilayah barat laut Yaman, termasuk Sanaa dan pantai Laut Merahnya, menembakkan rudal balistik dan dua pesawat nirawak ke Israel. Selama akhir pekan, 16 orang terluka ketika rudal Houthi menghantam taman bermain di Tel Aviv.

Minggu lalu, jet Israel menyerang Sanaa dan Hodeidah, menewaskan sembilan orang, dan menyebutnya sebagai respons terhadap serangan Houthi sebelumnya.

Advertisement

Hamdah Salhut dari Al Jazeera, melaporkan dari Amman, mengatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz sebelumnya mengatakan “Yaman akan membayar harga” atas serangan baru-baru ini terhadap Israel.

“Anda melihat setidaknya lima insiden berbeda di mana ada rudal yang ditembakkan oleh Houthi ke wilayah udara Israel, salah satunya benar-benar mengenai Tel Aviv,” katanya.

Pada hari Sabtu, serangan rudal Houthi melukai 16 orang di Tel Aviv. Insiden tersebut memicu peringatan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang mengatakan bahwa ia memerintahkan penghancuran infrastruktur Houthi.

Netanyahu pada hari Kamis mengatakan serangan terhadap Yaman akan terus berlanjut “sampai pekerjaan selesai”.

“Kami bertekad untuk memotong cabang terorisme ini dari poros kejahatan Iran. Kami akan terus melakukannya hingga pekerjaan ini selesai,” katanya dalam sebuah pernyataan video.

Advertisement

Baca Juga : Israel Siap Perluas Pemukiman di Dataran Tinggi Golan Suriah setelah Runtuhnya Rezim Assad

Pejuang Houthi telah menargetkan Israel dan kapal-kapal yang terkait dengannya di Laut Merah dan Teluk Aden sejak Israel melancarkan genosida di Gaza pada 7 Oktober 2023, setelah serangan yang dipimpin Hamas terhadap Israel, yang menewaskan 1.139 orang.

Kelompok Houthi mengatakan mereka bertindak sebagai bentuk solidaritas dengan warga Palestina di Gaza, tempat lebih dari 45.000 orang, sebagian besar anak-anak dan wanita, telah dibunuh oleh pasukan Israel.

Pesawat Petugas WHO

Jurnalis Yaman Hussain al-Bukhaiti mengatakan kepada Al Jazeera bahwa serangan di bandara di ibu kota Sanaa menargetkan salah satu menara kontrolnya, sehingga mengganggu operasi.

“Semua serangan Israel… baik terhadap Yaman maupun Gaza, mereka [pasukan Yaman] akan menganggapnya sebagai eskalasi. Dan saya yakin… tentara Yaman mungkin akan melancarkan serangan besar terhadap Israel,” katanya.

Advertisement

Mohammed al-Attab, jurnalis lain dari Yaman yang berbicara kepada Al Jazeera, mengatakan ini bukan pertama kalinya pasukan Israel menyerang bandara Sanaa.

Baca Juga : Israel Gertak Penguasa Baru Suriah, PM Netanyahu: Awas Jangan Dekat-dekat Iran!

“Bandara tersebut telah dibom beberapa kali … dan telah direhabilitasi,” katanya, seraya menambahkan bahwa sejauh ini belum ada laporan korban jiwa.

Sementara itu, kepala Organisasi Kesehatan Dunia, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan bahwa dia dan rekan-rekannya di Perserikatan Bangsa-Bangsa siap menaiki pesawat di Bandara Sanaa ketika bandara tersebut diserang bom.

“Salah satu awak pesawat kami terluka. Setidaknya dua orang dilaporkan tewas di bandara. Menara pengawas lalu lintas udara, ruang tunggu keberangkatan — hanya beberapa meter dari tempat kami berada — dan landasan pacu rusak,” katanya dalam sebuah posting di X.

“Saya dan rekan-rekan saya di PBB dan WHO dalam keadaan aman,” imbuhnya. Tedros mengatakan tim PBB dan WHO berada di negara itu “untuk merundingkan pembebasan tahanan staf PBB dan untuk menilai situasi kesehatan dan kemanusiaan di Yaman”. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement