Ekonomi
PNM Perluas Jangkauan Mekaar di Daerah 3T, Salurkan Rp12,5 Triliun untuk Pelaku Usaha Ultra Mikro

Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi (tengah) bersama para pelaku usaha ultra mikro dalam kegiatan Buka Puasa Bersama Media dengan tema, “LIVE ON RAMADAN” di Jakarta, Kamis (21/3/2024). (ANTARA/Putu Indah Savitri)
FAKTUAL INDONESIA: PT Permodalan Nasional Madani (PNM) akan memperluas jangkauan program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Sementara itu PNM telah menyalurkan dana sebesar Rp12,5 triliun sepanjang Januari – Februari 2024 untuk para pelaku usaha ultra mikro.
Demikian dikemukakan Direktur Utama PNM Arief Mulyadi setelah menghadiri kegiatan Buka Puasa Bersama Media dengan tema, “LIVE ON RAMADAN” di Jakarta, Kamis.
“Kami coba memperluas di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar),” kata Arief Mulyadi.
Perluasan tersebut, ucap Arief, selaras dengan pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta untuk mengembangkan daerah-daerah terpencil.
Hal inilah, menurut Arief, yang merupakan tujuan pemerintah mendirikan holding ultra mikro.
“Untuk menjadi perluasan akses dan kesempatan bagi masyarakat,” ucap Arief.
Disebutkan, pada kuartal II 2024, PNM akan memperluas jangkauan program Mekaar menuju Pulau Miangas, Sulawesi Utara.
“Rencana kami untuk tiga bulan ke depan, ya, kami akan masuk ke Miangas. Jadi dari Miangas sampai Rote (Nusa Tenggara Timur) tercapai,” ujarnya.
Selain Miangas, Arief juga mengungkapkan bahwa pihaknya juga berencana untuk memperluas jangkauan program Mekaar ke Papua, lebih tepatnya pada perbatasan antara Indonesia dan Papua Nugini.
Arief mengatakan bahwa program Mekaar sudah memiliki ekosistem yang kuat. Program ini, ucap dia melanjutkan, hadir di 6.165 kecamatan yang tersebar di 435 kabupaten/kota, serta memiliki 15,2 juta nasabah aktif.
“Tentu dengan (kondisi) geografi dan demografi yang berbeda-beda. Ada ekosistem anak mudanya, dan pasti ada ekosistem kaum laki-laki yang mendampingi para ibu ini,” kata Arief.
Kementerian BUMN melalui PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM bergerak dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. PNM memberikan kesempatan kepada masyarakat pra dan rentan sejahtera untuk lebih produktif dengan membuka usaha.
Upaya yang dilakukan oleh PNM berupa pembiayaan, pendampingan, dan binaan melalui program Mekaar. Berdasarkan data PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) atau BRI, terdapat 45 juta pelaku usaha mikro pada 2019. Saat ini, terdapat 37 juta nasabah yang telah mendapat akses pendanaan dari bank.
Nasabah tersebut berasal dari Holding Ultra Mikro (UMi) yang terdiri dari BRI, PNM, dan Pegadaian. Pada akhir Desember 2023, telah diberikan kredit kepada usaha ultra mikro sebesar Rp611,6 triliun.
Sementara itu sepanjang Januari – Februari 2024, PNM telah menyalurkan dana sebesar Rp12,5 triliun untuk para pelaku usaha ultra mikro, dengan target dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2024 sebesar Rp75 triliun.
“Sampai Februari sekarang ada Rp12,5 triliun. Itu dalam dua bulan, Januari, Februari,” ujar Arief Mulyadi.
Arief mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan sejumlah penyesuaian dan perubahan, baik dari proses bisnis, pemberdayaan, hingga pendampingan untuk mencapai target penyaluran dana sebesar Rp75 triliun pada 2024.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti kekuatan PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) dalam melakukan rekayasa sosial atau social engineering, di mana para nasabah yang sudah ada dengan aktif menarik teman-temannya untuk menjadi nasabah PNM.
Arief menuturkan bahwa terhitung mulai tahun 2016 hingga 2024, PNM Mekaar sudah membiayai 20,1 juta ibu yang menjadi pelaku usaha ultra mikro. Dari angka tersebut, sebanyak 15,2 juta ibu masih menjadi nasabah aktif.
“Karena dari 20,1 juta itu, ada 1,2 juta yang sudah naik kelas ke BRI dan Pegadaian, dan mungkin ke lembaga keuangan formal lain,” kata Arief.
Selain memiliki kekuatan rekayasa sosial, Arief juga mengatakan bahwa PNM Mekaar juga memiliki sekitar 62 ribu penasehat yang hadir di sisi para nasabah setiap minggu.
“Target di RKAP Rp75 triliun, Insya Allah tercapai,” ucap dia. ***














