Olahraga
Presiden WBF Giannarigo Rona Tidak Kaku dengan Aturan

Oleh : Bert Toar Polii
FAKTUAL-INDONESIA: Presiden World Bridge Federation (WBF) Giannarigo Rona mengundurkan diri setelah 4 kali masa jabatan dan digantikan oleh Jan Kamras yang akan bertugas mulai bulan Januari 2023. Jadi, sampai akhir tahun 2022 Rona masih tetap Presiden.
Sejak Jose Damiani President WBF sebelum Rona sepertinya sudah jadi tradisi ketika ada pergantian jabatan Presiden WBF yang muncul adalah mantan Presiden European Bridge League (EBL). Baik Jose, Rona dan terakhir Jan adalah Presiden EBL sebelumnya.
Walaupun kemudian dibantah oleh Rona dalam wawancaranya kemarin sambal tersenyum ketika ditanya tentang ini. Of course not! (smile) We are fully democratic kata Rona.
Tukang bridge kenal Rona saat menyiapkan Kejuaraan Dunia 2013 di Bali dan memang ia seorang yang sangat ramah dan cepat mengingat nama.
Tukang bridge tahu karena ketika bertemu lagi di Kejuaraan Dunia Bridge Junior tahun 2016 di Salsomaggiore ia menyapa dengan menyebut nama ketika saya memintanya untuk berfoto dengan pemain junior Indonesia.
Ketika saya ingin mengambil foto ia melarangnya dan meminta seorang stafnya yang lewat untuk mengambilkan foto sehingga saya bisa bergabung.
Tapi yang ingin tukang bridge ceriterakan adalah menyangkut Joaquín Pacareu seorang pemain dari peraih medali perak Rosenblum Cup tim Ventin.
Bagi yang membaca tulisan tukang bridge tentang Rosenblum Cup, disalah satu alinea tertulis : Tim Ventin seeded 29 diperkuat pasangan muda dari Belanda Thibo Sprinkhuizen/Guy Mendes de Leon yang 7 tahun lalu masih memperkuat tim U21 Belanda dan Antonio Palma dari Portugal yang bergantian berpasangan dengan Juan Carlos Ventin dari Spanyol dan Frederic Wang dari Swedia. Joaquin Pacareu dari Chili walaupun terdaftar sebagai pemain tidak pernah diturunkan.
Ternyata bukan tidak diturunkan tapi Joaquin Pacareu dari Chili hanya bermain sampai babak 32 besar session pertama.
Selanjutnya ia memilih pulang ke Chili karena ada masalah darurat terjadi di keluarganya,
Sejak itu, tim Ventín tinggal diperkuat 5 pemain tersisa,
Guy Mendes de Leon dan Thibo Sprinkhuizen bermain terus dan Antonio Palma bergantian antara Fredric Wrang dan kaptennya Juan Carlos Ventin.
Terakhir Joaquín memberi tahu dari Chili, semua berjalan baik-baik saja dan dia sangat bangga dengan prestasinya (rata-rata lebih dari
+1 IMP di Butler of the Swiss, dan satu set Knock-out, dimenangkan dengan 31 poin). Dia bahkan lebih bangga atas prestasi rekan satu timnya.
Mengetahui hal ini Presiden WBF memutuskan bahwa semua enam pemain dalam tim akan menerima medali dan gelar. Inilah yang tukang bridge sebut tidak kaku karena sesuai aturan pemain yang tidak bermain sejumlah board sesuai persyaratan tidak berhak atas gelar dan medali.
Itu berarti Joaquín menjadi dunia pertamaperaih medali kejuaraan dari negaranya, Chili. Portugal juga kini telah menemukan peraih medali pertama mereka, sementara Spanyol hanya memenangkan satu medali dunia sebelumnya, oleh Juan Carlos Ventín sendiri, perunggu di Rosenblum pada tahun 2014. ***
- Bert Toar Polii – pemain nasional bridge yang mendapat Satya Lencana olahraga dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) merangkap pelatih, jurnalis dan di PB Gabsi sebagai Ketua Bidang Humas.














