Nusantara
Beredar Video Pengakuan Abu Bakar Ba’asyir Terhadap Pancasila

Abdul Rohim, putra Abu Bakar Ba’asyir membenarkan ayahnya mengakui Pancasila. (Foto: istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Abu Bakar Ba’asyir (ABB) mengakui Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Pengakuan tersebut terekam dalam video dan beredar di media sosial (medsos).
Putra ABB, Abdul Rohim membenarkan jika dalam video tersebut adalah ayahnya.Video berdurasi 40 detik tersebut sebelumnya diunggah di Facebook oleh pemilik akun @KataKita. Dalam video tersebut, ABB mengatakan bahwa Pancasila sebagai dasar negara karena berdasarkan Tauhid.
“Indonesia berdasarkan Pancasila itu mengapa disetujui ulama. Karena dasarnya tauhid Ketuhanan Yang Maha Esa. Itu pun pengertian saya terakhir,” kata Abu Bakar Ba’asyir dalam video tersebut.
Selain itu, ABB juga mengatakan dulu dirinya sempat menganggap Pancasila itu syirik. Tetapi setelah mempelajarinya, ia mengakui Pancasila sebagai dasar negara.
“Tapi setelah saya pelajari selanjutnya, ndak mungkin ulama menyetujui dasar negara syirik. Itu ndak mungkin. Karena ulama itu mesti niatnya ikhlas,” ujar ABB dalam video itu.
Sementara itu Abdul Rohim kepada wartawan di Ponpes Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Kamis (4/8/2022), membenarkan jika video tersebut adalah ABB. Tetapi dirinya tidak mengetahui kapan video tersebut dibuat.
“Kemungkinan pada bulan Ramadan lalu dan kebetulan ada yang merekam. Itu beliau memandang Pancasila, dahulu beliau berpandangan Pancasila itu dibuat bertentangan dengan Islam,” jelas Abdul Rohim.
Menurut Abdul Rohim,sebelumnya ABB menilai jika Pancasila tidak klop dengan Islam. Tapi ternyata para pendiri bangsa itu merumuskan Pancasila sebagai jalan, sebagai legitimasi kaum muslimin secara mutlak, secara kafah.
“Dimana Ketuhanan Yang Maha Esa itu prinsipnya ketauhidan. Beliau melihatnya dari situ. Beliau jelaskan lagi ke masyarakat supaya tidak terjadi kesalahpahaman,” jelasnya lagi.
Dirinya menegaskan jika sebenarnya ayahnya tidak menolak konsep apapun sepanjang tidak bertentangan dengan syariat Islam. Termasuk Pancasila.
“Tapi kalau suatu konsep itu dibuat berhadapan dengan Islam, beliau akan menolak hal tersebut. Siapapun yang menerimanya dianggap sebagai orang yang melakukan kesalahan,” katanya.
Sementara itu, saat ini aktivitas ABB lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Untuk melakukan aktivitas kajian saat ini sudah sangat jarang. ***













