Olahraga
De Tjolomadoe Batal Jadi Venue Pertandingan ASEAN Para Games

Menpora dan Ketua Pelaksana INASPOC Gibran Rakabuming saat meninjau venue De Tjolomadoe. (Foto: istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: ASEAN Para Games (APG) XI di Kota Solo, Jawa Tengah kurang 37 hari lagi. Tapi untuk venue pertandingan masih belum beres semuanya.
De Tjolomadoe yang sedianya akan digunakan sebagai venue para tenis meja, akhirnya dibatalkan. Pasalnya mendekati hari H pelaksanaan APG, De Tjolomadoe masih digunakan untuk konser musik.
“Tanggal 15 Juli semua venue akan selesai, hanya saat audiensi dengan Menteri BUMN ada sedikit masalah di De Tjolomadoe. Ternyata tanggal 29 Juli akan dipakai konsernya Tulus dan ternyata sudah dijual tiketnya,” jelas Sekjen National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Rima Ferdianto kepada wartawan di Kantor NPC Indonesia di Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat (24/6/2022).
Sedangkan untuk bongkar pasang karpet di ruangan De Tjolomadoe membutuhkan waktu 7 hari. Dengan alasan tersebut, Ketua Pelaksana Indonesia ASEAN Para Games Organizing Committee (INASPOC) Gibran Rakabuming Raka memutuskan untuk memindahkan venue para tanis meja.
“Hari ini akan mensurvei ada 3 tempat yakni Auditorium UNS, Diamond Convention Hall yang kita pakai venue Asian para Games 2011 dulu dan Tirtonadi Sport Hall. Jadi tiga ini mana yang paling layak untuk menjadi venue pengganti para table tennis,” jelasnya lagi.
Dari 3 lokasi tersebut menurut Rima yang paling layak adalah Tirtonadi Sport Hall. Karena di Tirtonadi pencahayaannya lebih memadai. Sedangkan di 2 lokasi lainnya karena komvensional maka untuk setting lapangan lebih sulit.
“Tanggal 1Agustus, Technical Delegate dari Filipina akan datang yaitu Rachel Ramos jadi kita tinggal serahkan ke TD-nya. Jadi kita tinggal minta persetujuan saja dimana,” katanya.
Sehingga nantinya Tirtonadi Convention Hall akan digunakan untuk 2 venue pertandingan. Yakni para judo di gedung depan dan para tennis meja di gedung belakang. Meskipun masih 1 lokasi tetapi akses masuknya berbeda.
Rima juga memaparkan mulai minggu depan mulai tanggal 30 Juni hingga 4 Juli akan ada banyak agenda terkait pelaksanaan APG. Diantaranya Chefs de Mission (CdM) Seminar Asian Para Games, penandatanganan MoU antara APSF dengan Ketua INASPOC, serra technical delegate visit 7 cabor yang kemarin belum.
“Serta ada coordination commition meeting ketiga, site visit, pre delegation meeting. Untuk agenda yang paling penting adalah CDM seminar karena seluruh ketua kontingen dari 11 negara hadir di Indonesia,” katanya lagi.
Mereka akan melihat kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah ASEAN Para Games dan diantaranya ada Putra Perdana Menteri Kamboja.***














