Kuliner
Pernah Heboh di Indonesia, Penjualan McD di Seluruh Dunia Terdongkrak Berkat BTS

Ilustrasi: Istimewa
FAKTUALid – Grup idola K-pop telah mendongkrak penjualan McDonald’s atau McD dengan menu “BTS Meal” beberapa waktu lalu.
McDonald’s secara resmi mengungkapkan kinerja keuangannya untuk kuartal kedua tahun 2021 (April hingga Juni). Dibandingkan dengan kuartal yang sama pada tahun 2020, pendapatan rantai makanan cepat saji itu di seluruh dunia naik sebesar 57 persen menjadi hampir 5,9 miliar dolar.
McDonald’s juga melaporkan bahwa penjualan secara global meningkat 40,5 persen dibandingkan tahun 2020. Bahkan jika dibandingkan dengan kuartal kedua tahun 2019 atau sebelum pandemi COVID-19 melanda dan penjualan rantai makanan tersebut anjlok, penjualan di toko yang sama secara global masih terlihat peningkatan sebesar 6,9 persen.
Di Amerika Serikat saja, penjualan McDonald’s naik 25,9 persen dibandingkan tahun lalu dan naik 14,9 persen dibandingkan 2019.
Beberapa faktor ikut berkontribusi pada peningkatan pendapatan McDonalds, para analis setuju bahwa “BTS Meal” atau makanan edisi terbatas yang dirancang sesuai dengan preferensi BTS yang tersedia di 50 pasar di seluruh dunia memainkan peran penting dalam peningkatan tersebut.
“BTS Meal mendorong kunjungan ke restoran kami dan peningkatan signifikan dalam penjualan Chicken McNuggets, salah satu menu inti kami,” kata pernyataan resmi McDonald’s dilansir Soompi dan dilaporkan antaranews.com pada Kamis (28/7/2021).
McDonald’s Korea sebelumnya mengungkapkan bahwa dalam empat minggu pertama peluncuran BTS Meal, penjualan Chicken McNuggets melonjak 250 persen dibandingkan empat minggu sebelumnya.
Indonesia
Di Indonesia sempat heboh, puluhan McD di berbagai kota sempat ditutup karena dinilai melanggar protokol kesehatan, akibat terjadinya kerumunan saat penjualan BTS Meal, produk paket baru McDonald’s hasil kolaborasi dengan boy band asal Korea Selatan, BTS.
Di Jakarta saja, sedikitnya 20 McD di Jakarta ditutup sementara oleh Pempro DKI.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut tindakan ini diambil karena kerumunan itu sudah dianggap melanggar protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.
Jika dibiarkan lebih jauh, kata Riza, maka dikhawatirkan akan terjadi penularan dan muncul klaster baru.
“Jadi ada kerumunan yang luar biasa, maka Satpol PP mengambil tindakan, langkah-langkah melakukan penyegelan oleh TNI, Polri, dan Satgas dan ditutup sementara 1×24 jam,” ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (9/5/2021).
Suara.com melansir, dari laporan Satpol PP tiap wilayah Kota Administrasi, terhitung ada 34 McD di Jakarta yang diawasi. Para petugas langsung diterjunkan begitu kerumunan di berbagai gerai bermunculan.
Hasilnya, selain 20 tempat ditutup sementara, ada 12 McD di Jakarta lokasi yang diberikan teguran tertulis.
Mereka yang diberi sanksi tertulis masih boleh beroperasi dengan catatan tidak melanggar protokol kesehatan.
Sisanya, dua gerai lainnya tidak terkena sanksi apapun karena dianggap sudah mematuhi protokol kesehatan.
Selain itu, sembilan gerai di Jakarta Selatan tidak ada yang ditutup dan hanya diberikan sanksi tertulis.***













