Connect with us

Politik

Kecurangan Pemilu: Mantan Ketua KPK Agus Rahardjo Langsung Lapor ke Ketua Bawaslu

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo yang Caleg DPD RI Dapil Jatim melaporkan dugaan kecurangan pemilu langsung kepada Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja di Gedung Bawaslu RI, Jakarta, Rabu.

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo yang Caleg DPD RI Dapil Jatim melaporkan dugaan kecurangan pemilu langsung kepada Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja di Gedung Bawaslu RI, Jakarta, Rabu.

FAKTUAL INDONESIA: Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo melaporkan dugaan kecurangan pemilu langsung kepada Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja di Gedung Bawaslu RI, Jakarta, Rabu.

Agus Rahardjo yang calon anggota legislatif DPD RI Daerah Pemilihan Jawa Timur enyatakan, Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja berkomitmen untuk menindaklanjuti laporan dugaan kecurangan tersebut.

Dalam bagian lain, Agus Rahardjo membantah laporan soal kecurangan Pemilu ini bukan sebagai upaya mengejar lolos ke Senayan (DPD RI) namun untuk perbaikan.

“Sama pak ketua langsung. Ketua Bawaslu RI (Rahmat Bagja),” kata Agus. “Pak Ketua Bawaslu RI tadi juga menyampaikan akan menindaklanjuti,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Agus juga membicarakan soal dugaan kecurangan Pemilu 2024 untuk pemilihan DPD RI Dapil Jatim dengan Bagja.

“Seperti yang saya sampaikan ke Anda semua, ada penyimpangan mengenai yang penyimpangannya itu bukan hanya administrasi dan prosedur, tetapi penyimpangannya itu sudah mengarah pada tindak pidana pemilu,” katanya.

Advertisement

Sementara itu, Agus menekankan bahwa dirinya tidak mengejar lolos ke Senayan (DPD RI), tetapi pelaporan dugaan kecurangan itu dilakukan agar ada perbaikan di wilayah Madura, Jatim.

“Sebetulnya dari awal saya bilang saya tidak mengejar saya harus jadi, tetapi alangkah baiknya kalau ini adalah kesempatan untuk memperbaiki di Madura,” tuturnya.

Ia mengatakan akan melapor kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) pada Kamis (14/3).

Sebelumnya, Agus Rahardjo menyebut laporannya ke Bawaslu RI berbeda dibandingkan saat melapor ke Bawaslu Jatim.

“Ada bukti yang melebihi bukti yang kami bawa ke Jawa Timur,” katanya.

Advertisement

Ia menjelaskan bukti tersebut, seperti form Model C1 dan form Model D Hasil, yang datanya berubah banyak.

“Misalkan, ya C1-nya itu 13 caleg itu dapat (suara) semua. Nanti di D-nya itu hanya tiga orang yang dapat,” katanya.

Agus lantas mengatakan bahwa dirinya telah mengambil sampel dugaan kecurangan Pemilu DPD RI Dapil Jatim dari tiga kabupaten di Pulau Madura, yakni Pamekasan, Sampang, dan Sumenep.

“Waktu itu pertama hanya tiga desa. Sekarang malah tiga kabupaten yang kemudian sampling itu menunjukkan perubahan yang drastis antara C1 menjadi D Hasil, ya, menguntungkan beberapa orang saja,” ujarnya.

Berdasarkan form D Hasil rekapitulasi suara tingkat provinsi, caleg Ahmad Nawardi meraih 3,28 juta suara dan menjadi peraih suara terbanyak untuk DPD RI Dapil Jatim.

Advertisement

Posisi kedua ditempati AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dengan meraih 3,13 juta suara, disusul Lia Istifhama memperoleh 2,74 juta suara, dan Kondang Kusumaning Ayu dengan 2,54 juta suara. Sementara Agus Rahardjo menempati posisi kelima dengan meraih 1,84 juta suara.

Pada Pemilu 2024, untuk DPD RI Dapil Jatim akan meloloskan empat orang caleg dengan perolehan suara tertinggi. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement