Politik
Evaluasi Pengamanan Objek Vital di Papua, Panglima TNI Minta Pelaksanaan Tugas Prajurit Harus Lebih Bagus

Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa mengingatkan setiap prajurit agar selalu mengutamakan sikap humanis dan persuasif
FAKTUAL-INDONESIA: Dalam arahannya, Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa menegaskan pelaksanaan tugas prajurit di lapangan terutama di kawasan objek vital nasional harus lebih bagus dari hari-hari sebelumnya.
Panglima TNI mengevaluasi penempatan pos dalam rangka tugas pengamanan objek vital di Papua, salah satunya kawasan PT Freeport Indonesia.
“Saya ingin tahu dan mulai menginventarisir apa yang bisa saya bicarakan dengan PT Freeport misalnya,” kata Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa melalui kanal YouTube yang dipantau di Jakarta, Senin.
Tidak hanya itu, mantan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) itu juga membahas atau mengevaluasi beberapa insiden yang kerap terjadi wilayah PT Freeport Indonesia.
Panglima menanyakan langsung lokasi yang sering atau kerap terjadi penembakan di mana saja. Berdasarkan informasi dari bawahannya mengatakan kontak senjata kerap terjadi dan berulang di Pos 60 hingga Pos 64.
Dalam arahannya, mantan Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) itu menegaskan setiap prajurit harus patuh pada tugas pokok berdasarkan peraturan perundang-undangan.
“Saya ingin semua jaga diri, jaga anak buah dan jangan main-main,” tegas lulusan Akademi Militer 1987 tersebut.
Terakhir, Panglima TNI menegaskan akan memproses secara hukum setiap prajurit TNI yang terlibat atau terbukti melakukan pelanggaran hukum.
Humanis dan Persuasif
Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa mengingatkan setiap prajurit agar selalu mengutamakan sikap humanis dan persuasif terutama yang sedang bertugas di daerah perbatasan.
“Kalau misalnya ada pelintas batas yang tidak memiliki dokumen dan sebagainya, dan mereka tidak bersenjata kita tidak boleh menembak,” kata Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa melalui kanal YouTube yang dipantau antaranews.com di Jakarta, Senin.
Hal itu disampaikan Panglima TNI kepada para Komandan Satuan dan Komandan Rayon Militer yang ada di wilayah Yonif 755/Merauke, Papua.
Apalagi, kata mantan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) tersebut orang yang melintas itu belum tentu sengaja atau tidak tahu. Ditambah lagi kondisi di perbatasan tidak ada pagar.
“Beritahu semua anggotanya jangan begitu mudah menggunakan senjata,” ujar dia.
Menurutnya, pendekatan persuasif dan humanis harus selalu dikedepankan oleh setiap prajurit yang bertugas. Akan tetapi, personel TNI tetap harus selalu waspada dan hati-hati dalam menjalankan tugas terutama di daerah perbatasan.
Tidak hanya itu, prajurit yang bertugas juga harus melakukan pembinaan teritorial dan komunikasi sosial di wilayah masing-masing. Tujuannya, agar hubungan atau kedekatan TNI dan masyarakat terus terjalin dengan baik.
Pada kesempatan itu, Panglima TNI juga menanyakan kendala-kendala yang selama ini dihadapi personel saat bertugas di lapangan. Pengarahan ini bertujuan untuk memastikan kebijakan Panglima terkait dislokasi satuan tugas untuk menjalankan tugas teritorial di wilayah masing-masing.
Selain itu, Panglima TNI juga memberikan pengarahan tentang kebijakan pemberian insentif yang selama ini diterima para Satgas di bawah kendali Yonif 755/Yalet.
Pemberian insentif yang diatur dalam undang-undang harus tetap dilakukan tanpa ada kebijakan pemotongan hak dari pihak manapun, ujarnya.
Jenderal TNI Andika Perkasa berpesan kepada para Danramil agar tidak ada lagi yang mengambil keuntungan dari bagian manapun. Kebijakan dan tugas-tugas yang dilakukan seluruh personil TNI harus tetap sesuai dengan peraturan perundangan. ***














