Politik
Elektabilitas Meningkat, Mayoritas Milenial Pilih Prabowo Jadi Presiden 2024

Prabowo Subianto yang dipercaya Presiden Joko Widodo jadi Menhan unggul dalam survei Presiden 2024
FAKTUAL-INDONESIA: Elektabilitas Prabowo Subianto terus mengungguli tokoh nasional lainnya setelah makin meningkat di penghujung tahun 2021.
Kemudian mayoritas generasi milenial dan generasi Z memilih Prabowo menjadi Presiden 2024
Demikian paparan hasil dari dua lembaga survei, Survey and Polling Indonesia (SPIN) dan Indopol Survey and Consulting akhir pekan ini.
Igor Dirgantara, Direktur SPIN, mengungkapkan, elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto semakin meningkat menjadi 23,2 persen.
“Jika survei SPIN periode Agustus 2021 dikomparasi dengan survei saat ini, menunjukkan adanya pola peningkatan keterpilihan terhadap Prabowo sebesar 1,3 persen, yakni dari 21,9 persen menjadi 23,2 persen,” kata Igor dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.
Prabowo Subianto sukses mengungguli elektabilitas sejumlah tokoh nasional, seperti Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono, hingga Airlangga Hartarto. Hal tersebut tercermin dari hasil survei yang dilakukan Survey and Polling Indonesia (SPIN).
Elektabilitas Prabowo Subianto kini mencapai 23,2 persen, sementara tokoh nasional lainnya masih berada di bawah 20 persen.
Pola berbeda ditunjukkan Ganjar dan Anies dengan adanya penurunan dukungan terhadap masing-masing sekitar 3,0 persen untuk Ganjar, yakni dari 16,1 persen menjadi 13,1 persen, dan 2,5 persen untuk Anies, yakni dari 15,6 persen menjadi 13,1 persen.
Terlihat penurunan terhadap Ganjar lebih besar apabila dibanding dengan Anies. Meskipun demikian, masih sangat terbuka peluang bagi para calon karena ada sebesar 18,3 persen yang belum dapat menentukan pilihannya.
Menurut Igor, Survei SPIN mencoba mengukur opini publik tentang tingkat kepantasan (suitabilitas) para tokoh nasional untuk menjadi Calon Presiden 2024. Publik memiliki parameter sendiri dalam mengukur tingkat kepantasan. Penilaian publik berada di interval 50 persen hingga 70 persen lebih.
“Bagi tingkat kepantasan, publik diminta untuk menilai siapa dari tokoh-tokoh nasional yang pantas jadi calon presiden. Dari variabel pertanyaan tersebut ditemukan bahwa Prabowo memiliki persentase kepantasan tertinggi, disusul Ganjar Pranowo, Anies, Airlangga, Sandi, dan Puan,” ucap dia.
Terkait partai politik, Igor menambahkan, PDIP masih menjadi pilihan utama pilihan publik, kemudian disusul Gerindra dan Golkar.
Survei SPIN dilakukan pada tanggal 22 November-1 Desember 2021 dengan total jumlah responden 1.670 orang, berusia minimal 17 tahun yang tersebar di 34 provinsi dengan metode “multi-stage random”, tingkat kepercayaan 95 persen, dan “margin of error” sebesar kurang lebih 2,4 persen.
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung dengan bantuan kuesioner. Kontrol kualitas 10 persen dari sampel. Teknis survei dilakukan secara tatap muka dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.
Gen Z dan Milenial
Direktur Eksekutif Indopol Survey and Consulting Ratno Sulistiyanto mengungkapkan bahwa mayoritas responden dari generasi milenial dan generasi Z memilih Prabowo Subianto menjadi Presiden 2024 berdasarkan temuan survei nasional periode 19-27 November 2021 oleh Indopol.
“Dalam pertanyaan terbuka, gen Z dan milenial, mayoritas (13,58 persen) memilih Prabowo Subianto untuk menjadi Presiden 2024, berikutnya Ganjar Pranowo (11,22 persen), kemudian Anis Baswedan (8,86 persen),” kata Ratno.
Pernyataan tersebut ia ungkapkan ketika memberi paparan terkait temuan survei Indopol di seminar bertajuk “Arah Politik Milenial Pada Pemilu 2024” yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube Indopol Survey Channel, dan dipantau dari Jakarta, Minggu.
Dalam pertanyaan semiterbuka 23 nama, mayoritas milenial dan generasi Z mengenal Prabowo Subianto (92,52 persen), menyukainya sebesar 73,82 persen, dan elektabilitas sebesar 15,75 persen. Selanjutnya, sebanyak 76,97 persen responden milenial dan generasi Z mengenal Ganjar Pranowo, menyukainya sebesar 64,17 persen, dan memiliki elektabilitas sebesar 14,37 persen.
“Posisi ketiga, Anis Baswedan dikenal generasi Z dan milenial sebesar 73,43 persen, disukai sebesar 80,91 persen, dan dipilih (elektabilitas) sebesar 5,31 persen,” kata dia.
Temuan tersebut selaras dengan hasil survei terkait latar belakang presiden Indonesia yang menjadi preferensi milenial dan generasi Z. Ia mengatakan sebanyak 19,69 persen responden dari kaum milenial dan generasi Z menginginkan tokoh nasional yang berlatar belakang TNI untuk menjadi presiden.
Kemudian, sebanyak 18,31 persen responden dari kaum milenial dan generasi Z menginginkan tokoh nasional yang berlatar belakang kepala daerah. Sementara itu, yang berlatar belakang lainnya hanya di bawah 10 persen, seperti tokoh agama (8,66 persen), ketua partai politik (6,50 persen), pengusaha (6,30 persen), aktivis (5,12 persen), serta polri (2,17 persen). Sebanyak 33,27 persen responden menjawab tidak tahu atau tidak menjawab. ***













