Olahraga
Persis Day, Seluruh Karyawan Soto Gading Solo Kenakan Jersey Persis Solo

Semua karyawan Soto Gading 1 Solo kenakan jersey Persis Solo saat Persis Day. (Foto: Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Lolosnya Persis Solo ke laga utama Liga 1 disambut baik masyarakat Solo. Bentuk dukungan diberikan masyarakat Solo saat Persis Day atau saat Persis Solo berlaga.
Seperti yang diperlihatkan karyawan rumah makan di Solo, Soto Gading 1 yang terletak di Jalan Brigjen Sudiarto No. 75, Joyosuran, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Kamis, (30/12/2021). Dimana seluruh karyawan rumah makan tersebut mengenakan jersey Persis Solo dengan tulisan Soto Gading 1 di bagian belakang.
Menurut salah satu karyawan Soto Gading 1, Masruri, seluruh karyawan memang diminta untuk mengenakan kaos jersey Persis Solo menjelang tim kesayangan warga Solo tersebut bertanding.
“Kami partner resmi Persis Solo dan untuk memberikan dukungan, semua karyawan mengenakan jersey saat Persis akan bertanding,” jelasnya.
Selain itu, pemilik rumah makan Soto Gading juga menyediakan voucher diskon di aplikasi Persis Solo. Apa yang dilakukan karyawan rumah makan tersebut tentu saja menimbulkan pertanyaan dari sejumlah pembeli.
“Kalau penjualan sih seperti biasa tetapi banyak pengunjung yang penasaran kenapa kami memakai jersey Persis Solo,” jelasnya lagi.
Selain mendukung tim Laskar Sambernyawa, mereka juga berharap Persis Solo menjadi juara di Liga 2. Meskipun Persis Solo telah dipastikan lolos ke Liga 1, tetapi mereka tetap berharap Persis Solo menjadi juara di babak final Liga 2 melawan RANS Cilegon FC yang berlangsung Kamis malam ini.
“Harapannya yang terbaik untuk Persis Solo menjadi juara Liga 2,” katanya.
Aksi yang dilakukan karyawan Soto Gading tersebut mendapatkan perhatian dari Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa. Dirinya mengaku mendapat kabar tersebut dari salah suporter Persis Solo.
“Temen-temen suporter menyampaikan pada saya di Soto Gading ini kalo pas Persis main, dresscode nya Persis Solo. Kemudian saya ngomong mainnya kapan Persis, hari Kamis, oke Kamis kita ke sini pakai dresscode yang sama,” kata Teguh.
Teguh juga mengatakan hal seperti ini perlu dikembangkan pada pengusaha-pengusaha yang lain karena Persis Solo tidak bisa berdiri sendiri melainkan butuh suport, bukan hanya suport dari Pasoepati, pendukung Persis Solo.
“Ini perlu kita kembangkan pada pengusaha yang lain karena saya yakin Persis Solo ini tidak bisa berdiri sendiri, butuh support, tidak hanya suporter yang di Pasoepati saja tetapi dari pengusaha-pengusaha yang lain sebagai pendukung setia,” pungkasnya. ***














