Connect with us

Olahraga

Australia Open 2022: Peraih Medali Emas Olimpide Zverev Susah Payah Lewati Laga Perdana

Diterbitkan

pada

Petenis putra unggulan ketiga, Alexander Zverev, kerja keras dapatkan tiket babak kedua. (Foto;ATPtour.com)

FAKTUAL-INDONESIA: Petenis putra unggulan ketiga, Alexander Zverev (Jerman), susah payah melewati ujian yang sulit
meredam kompatriotnya Daniel Altmanier dengan tiga set langsung 7-6(3), 6-1, 7-6(1) guna mencapai putaran kedua grand
slam Australia Open 2022, Senin (17/1/2022), di Lapangan Rod Laver Arena Melbourne, Australia.

Zverev memulai pencariannya untuk gelar besar pertamanya, meski dia telah berhasil merebut medali emas di ajang
Olimpiade ketika meraihnya di Olimpiade Tokyo tahun lalu. Ia menunjukkan penampilan terbaiknya melepaskan 53 winner
melawan rekan senegaranya. Tapi ia harus bersabar saat bangkit dari break down pada set ketiga untuk akhirnya melaju
setelah berjuang dua jam 38 menit.

“Jujur, tidak banyak yang berjalan sesuai rencana hari ini kecuali saya menang,” kata Zverev dalam wawancara di lapangan
dialnsir ATPtour.com. “Tapi terkadang begitu. Ini adalah putaran pertama dari turnamen yang sangat panjang dan Anda
tidak selalu akan memainkan tenis terbaik Anda. Itu adalah pertandingan yang bagus bagi saya untuk masuk ke turnamen dan
mudah-mudahan putaran berikutnya akan lebih baik,” harapnya.

Zverev telah tampil dominan sejak Wimbledon tahun lalu, memegang rekor 36-5 saat itu. Petenis peringkat tiga dunia itu
merebut gelar tingkat tur di Cincinnati dan Wina dan juga menang di Nitto ATP Finals di Turin pada paruh kedua musim
ini. Namun, satu trofi Grand Slam masih belum bisa diraih oleh pemain berusia 24 tahun itu.

Peraih gelar tingkat tur 19 kali, yang hasil terbaiknya di Melbourne adalah melaju ke semifinal pada 2020 itu,
selanjutnya akan menghadapi John Millman (Australia) di babak kedua. Millman lolos sesudah meredam perlawanan petenis
veteran Feliciano Lopez (Spanyol) 6-1, 6-3, 4-6 dan 7-5 dalam dua jam dan 52 menit.
\
Pada set pertama yang ketat, Zverev dipaksa untuk bekerja keras dan menunjukkan kesabaran saat Altmaier menangkis tiga
set poin pada servis pada kedudukan 4-5, menyelamatkan set pertama dengan cara yang epik saat ia mengalahkan Zverev
dalam reli 33 pukulan yang menggetarkan paru-paru. Namun, tekanan dari unggulan ketiga itu terungkap dalam tie-break
saat ia menaikkan levelnya, menutup set tersebut dengan pukulan forehand winner yang dibentuk oleh pengembalian backhand
yang dalam.

Zverev kemudian memperkuat cengkeramannya pada pertandingan di awal set kedua, mematahkan dua kali untuk memimpin 4-0
saat ia duduk jauh di belakang baseline dan menyerap groundstroke Altmaier. Setelah menutup set dalam 30 menit, petenis
berusia 24 tahun itu kemudian kehilangan konsentrasi saat ia kehilangan servis untuk pertama kalinya dalam pertandingan
saat kedudukan 2-2 di set ketiga.

Advertisement

Namun, Zverev dengan cepat membalas sampai akhirnya harus menjalani tie-break setelah Altmaier menyelamatkan empat
match point pada servis saat kedudukan 5-6. Zverev dominan di breaker meskipun dengan groundstroke yang berat untuk
mengamankan kemenangan straight-set.

Zverev membuat penampilan ketujuhnya di Melbourne dan sekarang telah mencapai putaran kedua enam tahun berturut-turut.
Berusia 24 tahun, Zverev menargetkan menjadi juara tunggal putra Grand Slam termuda sejak Novak Djokovic yang saat itu
berusia 24 tahun memenangkan gelar Australia Terbuka pada 2012.

Zverev juga berusaha menjadi pria Jerman kelima yang memenangkan trofi utama dan yang pertama sejak Boris Becker menang
di Melbourne pada tahun 1996. Hasil terbaik Zverev di slam datang di AS Terbuka pada tahun 2020, ketika ia mencapai
terakhir ketika kalah dari Dominic Thiem (Austria) di final. ****

Lanjutkan Membaca
Advertisement