Olahraga
Dalam Rangka Make POR Maesa Great Again, POR Maesa Gelar Maesa Pulang Kampung 2026

POR Maesa adalah organisasi olahraga yang didirikan oleh warga asal Sulawesi Utara di Bandung, Jawa Barat, pada tahun 1924.
Oleh : Bert Toar Polii
FAKTUAL INDONESIA: Tantangan yang dilakukan oleh mantan Gubernur Sulut Ir. Lucky Harry Korah, M.Si. dalam MKB POR Maesa 2025 yang berlangsung di Ruang Serba Guna Jakarta Golf Club Rawamangun, ternyata mendapat sambutan hangat.
Awalnya Lucky panggilan akrabnya mengingatkan bahwa POR Maesa adalah organisasi olahraga yang didirikan oleh warga asal Sulawesi Utara di Bandung, Jawa Barat, pada tahun 1924. Organisasi ini merupakan salah satu organisasi olahraga tertua di Indonesia dan memiliki sejarah panjang dalam dunia olahraga, terutama di kalangan masyarakat Minahasa.
Selain itu pada waktu yang lalu banyak atlet POR Maesa yang menjadi andalan di tim nasional Indonesia. Karena POR Maesa dikenal sebagai perkumpulan olahraga yang memiliki sejarah panjang dalam pembinaan atlet, bahkan sebelum Indonesia merdeka.
Beberapa atlet dari klub olahraga Maesa yang berprestasi di tingkat nasional antara lain adalah: Ronny Paslah, kiper legendaris sepak bola Indonesia, yang juga merupakan pemain tenis nasional di masa mudanya; Lany Kaligis, atlet tenis yang mencapai semifinalis di Kejuaraan Tenis Dunia Wimbledon dan meraih medali emas Asian Games 1966 di sektor ganda; serta Yolanda Soemarno, Waya Walalangi, dan Irawati Moerid yang juga merupakan atlet putri berprestasi dari Maesa. Selain itu, ada juga atlet putra seperti Wailan Walalangi, Adrian Raturandang, dan Christopher Rungkat. Di cabang olahraga Bridge, ada Henky Lasut, Denny Sakul, Freddy Eddy Manoppo , dan banyak lagi.
Berdasarkan sejarah di atas, Lucky menantang PB POR Maesa untuk mengembalikan kejayaan POR Maesa seperti masa lalu meminjam slogan politik Donald Trump MAGA atau Make America Great Again yang dipelestkan menjadi Make POR Maesa Great Again.
Tidak berlangsung lama, POR Maesa siap menggelar acara POR Maesa Mareng Um Banua alias Pulang Kampung yang dijadwalkan sekitar bulan Maret atau April tahun depan atau 2026.
Acara yang direncanakan akan berlangsung selama seminggu tersebut akan diisi berbagai kegiatan, antara lain Bakti Sosial (Baksos), Turnamen Bridge bertaraf internasional memperebutkan Dora Sumitro Memorial Trophy, Maesa Run mengelilingi Danau Tondano. Start dari Benteng Moraya dan finish di Lapangan Samratulangi atau Godbless. Kegiatan ini untuk menunjang program pemerintah daerah Minahasa dan Sulut dalam rangka pelestarian Danau Tondano.
Sedang dipikirkan untuk menambah kegiatan lain seperti acara penanaman pohon seho di DAS Tondano dan mungkin kegiatan lain.
Sebab saat ini Di POR Maesa ada 15 cabor yang dibina, yaitu : Atletik, Biliar, Bridge, Catur, Golf, Karate, Line Dance, Padel, Sepak bola, Terjun Payung, Tenis, Tenis Meja, Tinju, Bulutangkis dan Softbol.
Jadi masih mungkin ditambah turnamen Tenis Meja, Catur, Line Dance dan mungkin Biliar.
Sekjen POR Maesa, Michael Kirangen menyambut gembira usulan ini dan siap menunjang serta melaksanakan kegiatan ini. Kita masih punya waktu sekitar 4-5 bulan sehingga jika ditangani secepatnya rasanya kegiatan ini bisa diwujudkan, lanjut Michael panggilan akrabnya. ***














