Nusantara
Belasan Keluarga Asal Trenggalek dan Blitar Berangkat Transmigrasi ke Sulbar

Rombongan transmigran saat diberangkatkan. (Foto: Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Sebanyak 11 keluarga dengan 38 jiwa dari Kabupaten Trenggalek dan Blitar, berangkat transmigrasi ke Sulawesi Barat. Transmigrasi diklaim sebagai program yang cukup strategis dari pembangunan nasional karena berkaitan langsung dengan upaya-upaya meningkatkan taraf hidup transmigrasi dan masyarakat sekitarnya.
Prosesi keberangkatan 11 keluarga transmigran itu dilepas oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigari, Himawan Estu Bagijo, pada Minggu (24/10/2021) petang. “Keberangkatan mereka didampingi oleh kawan-kawan dari Kementerian dari kabupaten asal, dan dari provinsi untuk memastikan mereka sampai di tempat tujuannya dan diterima dengan tepat oleh pemerintah kabupaten dan provinsi tujuan,” ujarnya.
Proses keberangkatan ke Mamuju Sulbar ini cukup lama. Karena sebelum berangkat, 11 keluarga ini diberi ketrampilan Pengolahan Hasil Pertanian (PHP) di Balai Latihan Kerja (BLK) Wonojati Singosari.
Pihaknya berharap, para transmigrasi ini bisa memperbaiki/memperoleh kehidupan, bisa menerima dan mengolah lahan dengan tepat, serta sejahtera dalam kehidupan. “Ini bagian membangun dari satu kesejahteran yang meluas warga Jatim dan mengurangi angka pengangguran,” ujarnya.
Sebelum diberangkatkan, para calon transmigrasi dari kabupaten daerah asal ditransitkan terlebih dahulu di transito Transmigrasi Disnakertrans Jatim. Mereka mendapatkan pelayanan penampungan, permakanan, pemeriksaan kesehatan (termasuk swab PCR), angkutan (pesawat), packaging barang bawaan diberi bantuan sandang dan diberikan obat bekal.
Dari asal calon transmigran dari Kabupaten Trenggalek sebanyak 8 KK (26 jiwa) tujuan UPT Salulisu Kabupaten Mamuju Tengah Provinsi Sulawesi Barat. Sedangkan transmigran dari kabupaten Blitar sebanyak 3 KK (13 jiwa) tujuan UPT salundeang Kabupaten Mamuju Tengah Provinsi Sulawesi Barat.
Calon transmigran juga diberikan pelatihan peningkatan kompetensi. Mereka diberikan pelatihan peningkatan kompetensi di UPT BLK Wonojati Disnakertrans Provinsi Jawa Timur selama 7 hari dengan jenis pelatihan berupa pertanian perikanan dan peternakan untuk KK calon transmigrasi.***














