Connect with us

Ekonomi

Rupiah Rabu 29 Juli 2026: Menguat Tipis Meski Masih Di Atas Rp18.000, Esok Mixed

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Rupiah Rabu 29 Juli 2026: Menguat Tipis Meski Masih Di Atas Rp18.000, Esok Mixed

Rupiah menunjukan kegigihannya sehingga mampu bangkit dari posisi melemah saat pembukaan menjadi menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan valuta asing Rabu (29/7/2026). (Foto: Istimewa)

FAKTUAL INDONESIA: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak tangguh dan berhasil menutup perdagangan di zona hijau pada Rabu (29/7/2026).

Perkasanya rupiah ini terjadi di tengah sikap hati-hati para pelaku pasar menjelang pengumuman arah kebijakan moneter global.

Berdasarkan data perdagangan bursa valuta asing, rupiah ditutup menguat 10 poin atau 0,06 persen ke posisi Rp18.073 per dolar AS, dibandingkan penutupan hari sebelumnya di posisi Rp18.083 per dolar AS.

Baca Juga : Rupiah Selasa 28 Juli 2026: Terdepak ke Level Rp18.083, Masih Berpotenis Melemah Terbatas

Rupiah sempat bergerak fluktuatif di rentang harian sebelum akhirnya mengunci penguatan tipis pada sesi penutupan sore hari. Ketika pembukaan perdagangan, Rabu pagi, rupiah bahkan dibuka melemah 16 poin atau 0,09 persen menjadi Rp18.099 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak menguat di level Rp18.087 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.088 per dolar AS.

Advertisement

Menguatnya mata uang Garuda menambah deretan mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS. Penguatan juga dicetak yen Jepang, dolar Taiwan, won Korea Selatan, peso Filipina,  rupee India, yuan China, ringgit Malaysia, dan baht Thailand. Hanya dolar Hong Kong menjadi satu-satunya mata uang di kawasan yang melemah terhadap dolar AS, sedangkan dolar Singapura bergerak stagnan hingga penutupan perdagangan.

Baca Juga : Rupiah Senin 27 Juli 2026: Merosot Lewati Rp18.000 setelah Gubernur BI Mundur, Mencermati Langkah-langkah Stabilisasi

Faktor Pendorong Penguatan Rupiah 29 Juli 2026

Penguatan nilai tukar rupiah pada pertengahan pekan ini dipengaruhi oleh sejumlah dinamika pasar keuangan eksternal maupun domestik:

  1. Sikap Wait and See Terhadap Kebijakan The Fed

Pasar uang global saat ini cenderung menanti sinyal keputusan suku bunga dari bank sentral Amerika Serikat (The Fed). Pelemahan terbatas pada indeks dolar AS (Dollar Index) memberi napas lega bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

  1. Arus Modal Masuk (Capital Inflow) & Intervensi Bank Indonesia

Langkah Bank Indonesia (BI) yang konsisten menjaga stabilitas pasokan valas di pasar spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) terus memperkuat benteng pertahanan rupiah dari tekanan eksternal.

Baca Juga : Rupiah Jumat 24 Juli 2026: Melemah Terimbas Tarif Baru Trump, Senin Bisa Masuk Rentang Ini

  1. Data Ekonomi Domestik yang Solid

Fundamental ekonomi nasional yang terjaga serta tingkat inflasi domestik yang stabil menambah kepercayaan investor untuk tetap mengoleksi aset berdenominasi rupiah.

“Pada perdagangan sore ini mata uang rupiah ditutup menguat tipis 10 poin, sebelumnya sempat menguat 25 poin di level Rp18.073 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp18.083 per USD,” kata analis pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam analisis hariannya.

Seperti dilanir Metrotv, Ibrahim mengungkapkan pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini dipengaruhi oleh sentimen para pelaku pasar yang terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah setelah Iran meluncurkan sejumlah rudal balistik yang menyasar pasukan AS di kawasan tersebut. Di sisi lain upaya untuk membuka kembali Selat Hormuz juga mengalami kebuntuan setelah Iran menolak usulan Oman mengenai pembentukan kerangka kerja bersama untuk pengaturan lalu lintas pelayaran di jalur perairan strategis tersebut.

Advertisement

Baca Juga : Rupiah Kamis 23 Juli 2026: Terseret Meningkatnya Permintaan Valas, Masih akan Melemah Terbatas

Sementara, ancaman terhadap infrastruktur energi kawasan tetap ada menyusul laporan Arab Saudi mengenai keberhasilan mereka mencegat pesawat nirawak (drone) dan rudal yang menargetkan fasilitas minyak di Provinsi Timur negara itu.

Menurut Ibrahim, pelaku pasar mungkin enggan untuk memasang taruhan agresif menjelang dirilisnya hasil pertemuan kebijakan FOMC yang krusial, yang akan dirilis Kamis dini hari WIB, yang akan memberikan petunjuk tentang jalur kebijakan Federal Reserve AS (Fed) di masa mendatang.

Di sisi lain, pascapengunduran Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia, BI terus berkomitmen menjaga stabilitas yang menjadi prasyarat utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Stabilisasi nilai tukar rupiah terus diperkuat, sehingga konsisten mendukung pencapaian sasaran inflasi dan mendorong kegiatan ekonomi.

Selain itu, optimalisasi bauran kebijakan moneter dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah ditingkatkan, tidak hanya mengandalkan suku bunga kebijakan, instrumen moneter lain juga dipertajam. Berbagai instrumen terus dioptimalkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar, sekaligus mendukung masuknya aliran modal asing.

Advertisement

Baca Juga : Rupiah Rabu 22 Juli 2026: Melemah 29 Poin, Berptensi Bergerak dalam Rentang Konsolidasi

Instrumen yang dioptimalkan termasuk triple intervention di pasar valas (spot, non-deliverable forward/NDF, dan domestic non-deliverable forward/DNDF) serta optimalisasi instrumen moneter, seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang didukung fasilitas insentif swap dan DNDF hedging.

Prediksi & Proyeksi Kamis

Untuk perdagangan Kamis (30/7/2026), nilai tukar rupiah diproyeksikan bakal bergerak mixed cenderung menguat terbatas. Pergerakan kurs diperkirakan masih berada dalam rentang konsolidasi wajar.

Ibrahim memprediksi rupiah pada perdagangan Kamis besok akan bergerak secara fluktuatif dan kemungkinan besar akan melemah.

“Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp18.070 per USD hingga Rp18.130 per USD,” jelas Ibrahim.

Advertisement

Baca Juga : Rupiah Selasa 21 Juli 2026: Menguat 60 Poin ke Rp17.888, Cermati RDG Bank Indonesia

IndikatorEstimasi Rentang Kurs
Rentang PerdaganganRp18.040 – Rp18.110 per dolar AS
Level SupportRp18.040
Level ResistanceRp18.110

Sentimen Utama Perdagangan Besok

  • Rilis Data Klaim Pengangguran AS: Data tenaga kerja dari Negeri Paman Sam yang dijadwalkan rilis dapat menjadi katalis utama arah pergerakan dolar AS secara global.
  • Pergerakan Harga Komoditas: Naik-turunnya harga komoditas unggulan ekspor Indonesia turut memengaruhi pasokan devisa penopang rupiah.

Tips untuk Pelaku Bisnis & Investor: Bagi pelaku usaha yang membutuhkan transaksi valas, cermati tren harian dan pertimbangkan strategi hedging (lindung nilai) untuk mengantisipasi volatilitas jangka pendek. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement