Connect with us

Ekonomi

IHSG BEI Kamis 30 Juli 2026: Rebound Melesat 94 Poin, Waspada Aksi Profit Taking Akhir Pekan

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Sepanjang perdagangan Kamis (30/7/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak dinamis setelah dibuka menguat hingga menyentuh level tertinggi di pada penutupan. (Foto: Istimewa)

Sepanjang perdagangan Kamis (30/7/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak dinamis setelah dibuka menguat hingga menyentuh level tertinggi di pada penutupan. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL INDONESIA: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) tampil perkasa pada perdagangan Kamis (30/7/2026). Setelah sempat dibayangi tekanan pada sesi-sesi sebelumnya, IHSG berhasil rebound tajam dan ditutup menguat 94,97 poin atau 1,56 persen ke level 6.186,36.

Sepanjang perdagangan Kamis, IHSG tampil dinamis setelah dibuka menguat 18,89 poin atau 0,31 persen ke posisi 6.110,28 di pagi hari. Langkah ini diiringi kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 2,52 poin atau 0,42 persen ke posisi 609,04.

Indeks bergerak dinamis di rentang 6.089 hingga menyentuh level tertingginya di 6.186 pada penutupan.

Pada lingkup lebih luas di tingkat regional, penguatan IHSG sama dengan indeks Nikkei dan  Hang Seng yang menguat di bursa saham Asia. Indeks Nikkei menguat 431,81 poin atau 0,70 persen ke 61,866,00, dan Hang Seng menguat 50,96 poin atau 0,20 persen ke 25.858,88, Sedangkan indeks Shanghai melemah 0,62 poin atau 0,10 persen ke 3.804,69,  dan indeks Strait Times melemah 39,61 poin atau 0,69 persen ke 5.673,58.

Di Tengah Ketidakpastian

Advertisement

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menjelaskan bahwa rebound IHSG terjadi di tengah ketidakpastian mengenai suksesi kepemimpinan di Bank Indonesia (BI) dan tekanan fiskal.

“Penguatan indeks ditopang kenaikan emiten bluechip dan musim rilis laporan keuangan,” ujar Nico dalam kajiannya.

Seperti dilansir Media Indonesia, Nico menyebut penguatan pasar masih dibatasi oleh ketidakpastian terkait suksesi kepemimpinan di Bank Indonesia (BI), tekanan terhadap kondisi fiskal, serta hambatan pada ekspor mineral.

Selain itu, pelaku pasar bersiap mencermati sejumlah data ekonomi domestik penting yang akan dirilis pekan depan, di antaranya data inflasi Juli 2026, neraca perdagangan Mei 2026, dan pertumbuhan PDB kuartal II 2026.

Dari mancanegara, bursa kawasan Asia bergerak variatif seiring pelaku pasar kembali mengevaluasi prospek kebijakan bank sentral AS The Fed seusai memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuannya.

Advertisement

Di sisi lain, tiga anggota pertemuan FOMC menyampaikan perbedaan pendapat dengan mendukung kenaikan suku bunga, sementara Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa keputusan untuk menahan suku bunga tidak boleh dipandang sebagai sinyal bahwa kebijakan moneter akan tetap pasif.

Selain itu, Warsh juga menambahkan bahwa arah kebijakan selanjutnya akan terus bergantung pada perkembangan data ekonomi yang masuk.

Pelaku pasar kini memperkirakan peluang 67 persen untuk kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada September 2026, atau meningkat dari 56 persen sehari sebelumnya. Sementara itu, ekspektasi terhadap kenaikan yang lebih agresif sebesar 50 basis poin kini hampir sepenuhnya menghilang.

Menguji Level 6.200

Memasuki hari terakhir perdagangan pekan ini, Jumat (31/7/2026), IHSG diperkirakan masih memiliki momentum penguatan lanjutan. Lonjakan signifikan pada Kamis membuka peluang bagi indeks untuk menguji level psikologis berikutnya di 6.200 – 6.250.

Advertisement

Secara teknikal, pola rebound yang didukung volume transaksi solid mengindikasikan tekanan jual mulai mereda. Namun, pelaku pasar diimbau tetap mewaspadai potensi aksi profit taking (realisasi laba) jangka pendek menjelang akhir pekan.

  • Area Support:080 – 6.120
  • Area Resistance:200 – 6.250

“Diperkirakan IHSG melanjutkan penguatan menguji level 6.200-6.250 pada perdagangan Jumat (31/7/2026),” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasan, Kamis (30/7/2026).

Sementara itu, MNC Sekuritas memperkirakan, area penguatan terdekat IHSG berada pada level 6.172-6.219.

MNC Sekuritas memberikan rekomendasi saham AADI, BBRI, DEWA, dan TINS untuk trading, esok.

Para pemodal dan trader perlu  menerapkan strategi hold pada saham-saham perbankan dan energi yang terbukti menjadi penopang utama pasar. Bagi yang ingin masuk pasar, kecermatan mengamati pergerakan harga di sekitar area resistance menjadi kunci untuk mengantisipasi potensi konsolidasi sehat.

Saham Motor Penggerak

Advertisement

Aktivitas transaksi pasar terpantau cukup semarak dengan dominasi saham-saham yang parkir di zona hijau. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 511 saham menguat, 171 saham melemah, dan 281 saham bergerak stagnan.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.741.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 29,70 miliar lembar saham senilai Rp12,92 triliun.

Penguatan IHSG kali ini disokong penuh oleh aksi beli pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps), terutama dari sektor perbankan dan tambang.

Aksi buy on weakness pemodal memanfaatkan harga saham yang sudah relatif murah dari koreksi sebelumnya menjadi pemicu utama kenaikan. Saham-saham perbankan kelas berat seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 2,13%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat 2,06%, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terangkat 1,82%.

Di sektor pertambangan dan komoditas, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) turut melaju pesat masing-masing sebesar 3,18% dan 4,08%. Hampir seluruh indeks sektoral di BEI kompak menguat, dipimpin oleh sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) dan energi (IDXENERGY).  ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement