Home NasionalKesra Kendal Berlakukan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Secara Daring

Kendal Berlakukan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Secara Daring

oleh Ki Pujo Pandunung

 

Pembelajaran tatap muka kembali ditunda. (Istimewa)

FAKTUALid – Sehubungan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat se Jawa-Bali, akibat pandemi virus Covid-19 yang semakin menggila, membuat pembelajaran tatap muka (PTM) yang semula digadang-gadang dimulai awal Juli 2021, menjadi berantakan.

Mengingat kondisi yang belum menentu ini, maka pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) bagi siswa tahun pelajaran baru 2021/2022, sangat mungkin dilaksanakan secara daring.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal misalnya, telah mengintruksikan kepada semua satuan pendidikan agar menyelenggarakan MPLS secara daring. Menurut rencana, MPLS untuk SMP negeri dilakukan mulai 12 Juli 2021 selama 3 hari.

“Prinsipnya kami taati instruksi pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Untuk MPLS semua dilakukan secara daring, termasuk pembelajaran tatap muka (PTM) ditunda paling tidak sampai 20 Juli 2021. Sebagai gantinya secara daring,” kata Wakil Ketua panitia penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMPN 1 Brangsong, Kendal, Supriyono, Minggu (4/7/2021).

Pihaknya mengaku siap melaksanakan MPLS secara daring. Beberapa persiapan untuk mendukung PPKM Darurat sudah diupayakan. Termasuk melakukan penyemprotan gedung sekolah, memberlakukan lockdown beberapa hari, dan memberlakukan WFH, kecuali pegawai pelayanan administrasi.

“Kita siap melaksanakan MPLS secara daring. Kita juga sudah persiapkan segala sesuatunya jika pembelajaran tatap muka sudah dibuka kembali,” tuturnya.

Sekretaris panitia PPDB SMPN 1 Brangsong, Amalia Hayati, mengatakan pada 2021 ini, kuota 288 siswa sudah terpenuhi. Bahkan, SMPN 1 Brangsong bisa menyalurkan 22 siswa ke SMPN 2 Brangsong, dan SMPN 1,2, dan 3 Kaliwungu.

“Kemarin yang daftar ada 310 siswa. Sudah ada 285 siswa yang sudah daftar ulang, tinggal 3 siswa. Kalau tidak melakukan daftar ulang, kita ganti dengan daftar tunggu siswa yang ada. Selebihnya kita salurkan,” katanya.

Menurutnya, ke 288 siswa baru dibagi dalam 9 kelas, masing-masing kelas berisi 32 siswa. Meski mengalami penurunan jumlah pendaftar dibanding tahun 2020, Amalia mengaku bersyukur karena kuota yang ada bisa terpenuhi.

“Kita menerima 234 siswa dari jalur zonasi, 16 dari afirmasi, 29 prestasi, dan 9 siswa jalur mutasi. Kalau penurunan sekitar 5 persen. Untuk zonasinya di wilayah Kecamatan Brangsong dan Desa Katangtengah Kecamatan Kaliwungu,” terang Amalia.

Dengan pelaksanaan PPKM Darurat, pembelajaran tatap muka di 20 kecamatan yang ada di Kendal harus dilakukan secara daring. Termasuk sekolah-sekolah yang sebelumnya sudah melakukan simulasi PTM. (Ki Pujo Pandunung)***

Tinggalkan Komentar