Connect with us

Nasional

Hadir jadi Narsum Simposium Nasional HUT ke-63 PMII, Presidium Komid Dini Desriani Ajak Kaum Milenial Kreatif Demi Majukan Bangsa

Diterbitkan

pada

Presidium Komid Dini Desriani ketika membawakan makalah pada Simposium Nasional dalam rangka HUT PMII. (Foto: Bambang)

FAKTUAL-INDONESIA: Presidum Komunitas Milenial Indonesia (Komid) Dini Desriani mengajak kaum milenial lebih kreatif demi ikut andil memajukan bangsa menyongsong Outlook Indonesia Emas 2045 nanti.

Penegasan itu disampaikan Dini Desriani ketika menjadi salah satu nara sumber Simposium Nasional Outlook Indonesia Emas 2045 bersamaMenteri Perdagangan RI H Zulkifli Hasan, Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah dan Waketum DPP Perindo Boyke Novrizon dalam rangka HUT ke-63 Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) dengan mengambil thema ‘Tranformasi Indonesia Menuju Negara Maju dan Lima Besar Perekonomian Dunia’, Sabtu (15/4/2023), di Gedung D Ditjen Dikti Kemendikbudristek RI Senayan, Jakarta.

“Jangan kita terjebak iming-iming beberapa negara yang mengatakan Indonesia akan surplus bonus demografi di tahun 2045. Sebab jika kita tidak siap dari sekarang surplus bonus demografi yang datangnya bisa ratusan tahun itu akan hilang begitu saja, dan bahkan justru bisa menjadi beban karena angka pengangguran akan membengkak,” kata Dini di depan puluhan peserta Simposium Nasional.

Menurut Dini, karenanya kaum milenial harus sedini mungkin dapat menghadirkan kreatifitas agar kesempatan Indonesia mendapat bonus demografi itu dapat dimanfaatkan dengan maksimal untuk menjadikan Indonesia dapat menjadi negara maju di tahun 2045 nanti.

“Bonus demografi dimana terjadi surplus usia produktif, dari sekarang SDM sebaiknya disiapkan dengan baik agar kesempatan yang datangnya ratusan tahun tersebut tidak terlewatkan begitu saja untuk menjadikan Indonesia menjadi negara maju,” ucap Dini, mantan Kepala Dividi Keuangan LPDUK Kemenpora RI itu menambahkan. “Indonesia jangan hanya terus menjadi pasar empuk karena kekurang siapan SDM di Era Globalisasi,” sambungnya.

Advertisement

Sementara narsum lainya Waketum DPP Partai Perindo Novrizon mengindentikan jalanya Indonesia itu tidak jauh beda dengan Korsel yang sama-sama menjadi negara merdeka di tahun sama pada 1945. “Korsel mampu mencatatkan diri sebagai negara maju, sedang Indonesia karena kekurang siapan dalam tata kelola menjadikan belumdapat masuk kategori sebagai negara maju hingga sekarang ini,” terang Novrizon. “Mindset warga Korsel terhadap majunya negara sangat besar, dan itu tidak demikian dengan warga negara Indonesia. Karenanya mindset warga Korsel yang sepenuhnya peduli terhadap kemajuan bangsa harus ditiru wargna negara Indonesia jika memang ingin Indonesia bisa menjadi negara maju pada Indonesia Emas di tahun 2045 nanti,” jelasnya. ****

Lanjutkan Membaca
Advertisement