Nasional
Tembus Medan Ekstrem, TNI Berhasil Selamatkan 18 Karyawan PT Freeport Indonesia dari Kelompok Bersenjata OPM

Satgas TNI Komando Operasi (Koops) TNI Habema berhasil mengevakuasi dan menyelamatkan 18 karyawan PT Freeport Indonesia dari kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM). (Biro Infohan Setjen Kemhan)
FAKTUAL INDONESIA: Menembus medan ekstrem dengan tingkat ancaman tinggi, operasi senyap, terukur dan profesional, Satgas TNI Komando Operasi (Koops) TNI Habema berhasil mengevakuasi dan menyelamatkan 18 karyawan PT Freeport Indonesia dari kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Evakuasi dan penyelamatan 18 pekerja yang terjebak selama tiga hari di Pos Tower 270, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah tersebut dilakukan tanpa kontak senjata.
Baca Juga : Terpilih Aklamsi Pimpin Cabor Arung Jeram, Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto Tegaskan Empat Pilar Utama FAJI
Biro Infohan Setjen Kemhan mengemukakan, operasi penyelamatan dimulai Sabtu, 10 Januari 2026, setelah para pekerja sempat terisolasi akibat gangguan keamanan di wilayah pegunungan yang sulit dijangkau.
Personel TNI bergerak menembus medan ekstrem pada ketinggian lebih dari 2.500 Meter Di atas Permukaan Laut (MDPL) di pegunungan Papua, di mana ancaman keamanan dan kondisi geografis yang berat menjadi tantangan utama.
Baca Juga : Munas FAJI 2025: Dapat Dukungan 14 Pengprov, Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto Kandidat Kuat Ketum
“Operasi penyelamatan ini dilaksanakan di tengah medan yang sangat sulit dengan tingkat ancaman tinggi serta keterbatasan waktu sebagai faktor krusial,” ujar Panglima Komando Operasi (Pangkoops) Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto.
Menurut Lucky Avianto, seluruh tahapan operasi dilakukan dengan perencanaan matang dan disiplin taktis sehingga tidak ada korban jiwa baik dari pihak pekerja maupun personel TNI yang terlibat.
Baca Juga : TNI–Polri Kerahkan Puluhan Ribu Personel, Negara Hadir Penuh Pulihkan Sumatera
Dia menegaskan bahwa operasi ini merupakan bukti nyata komitmen TNI dalam melindungi warga negara dan menjaga keamanan objek vital nasional, termasuk fasilitas strategis seperti area pertambangan Freeport.
Keberhasilan operasi ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dalam menjaga kedaulatan negara, melindungi keselamatan warga negara, serta mengamankan objek vital nasional strategis di wilayah rawan konflik, khususnya di Papua, sekaligus memperkuat peran TNI dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut. ***














