Nasional
Ribuan Jiwa Terdampak, 17 Desa Konawe Sultra dan 13 Desa Banggai Laut Sulteng Terendam Banjir

Banjir yang merendam rumah di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah (Sulteng)
FAKTUAL INDONESIA: Banjir yang melanda Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah (Sulteng) mengakibatkan puluhan desa terendam, Rabu dan Kamis (4/7/2024).
Di Konawe, menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konowe, sebanyak 17 desa dan kelurahan pada delapan kecamatan terendam banjir akibat luapan Sungai Aworeka.
Sementara itu BPBD Provinsi Sulteng menyebutkan 13 desa/kelurahan di empat kecamatan,
“Berdasarkan data kejadian bencana banjir dan abrasi sungai yang dimiliki oleh BPBD Konawe, sebanyak 17 desa dan kelurahan yang terdampak itu terdapat di delapan kecamatan yaitu Kecamatan Anggalomoare, Tongauna Utara, Lambuya, Anggaberi, Uepai, Abuki, Padangguni, dan Puriala,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Konawe, Samsul Adam, di Konawe, Kamis.
Baca Juga : Bencana Negeriku: Jalan Tertutup Banjir, 2 Desa Terisolir di Konawe Utara Sultra
Samsul menyebutkan, di Kecamatan Anggalomoare terdapat sebanyak delapan rumah yaitu Desa Puusawah Jaya, Abelisawah, Andobeu Jaya, Galu, Lasoso, Lakomea, Anggalomoare, dan Desa Anggalomoare Jaya. Kemudian di Kecamatan Tongauna Utara terdapat dua desa yaitu, Desa Nambeaboru dan Barowila,
“Kemudian di Kecamatan Lambuya yaitu desa Waworaha, di Kecamatan Anggaberi yaitu Desa Lerehoma, di Kecamatan Uepai yaitu Desa Puroda Jaya, di Kecamatan yaitu Desa Anggoro, di Kecamatan Padangguni terdapat dua desa yaitu Padang Mekar dan Aleuti, Kemudian di Kecamatan Puriala terdapat satu kelurahan yaitu Kelurahan Watundehoa,” katanya.
Iya mengatakan, banjir tersebut terjadi pada Rabu (3/7) pagi sekitar jam 08.30 Wita hingga Kamis (4/7) pagi akibat intensitas curah hujan tinggi dengan ketinggian air sekitar 50 hingga 100 centimeter di wilayah Kabupaten Konawe.
“Akibat banjir itu berdampak pada 310 kepala keluarga (KK) dan 1.004 jiwa orang yang berada di wilayah itu,” katanya.
Dari ribuan jiwa orang yang terdampak banjir di daerah tersebut terdiri dari 200 orang lansia, 59 anak kecil dan satu orang disabilitas di Desa Nambeaboru Konawe.
“BPBD Konawe telah mengevakuasi sebanyak 200 orang lansia, 59 anak kecil, dan satu orang disabilitas di tempat yang aman,” kata Samsul.
Selain itu, lahan pertanian kurang lebih 400 hektar juga alami kerusakan di Desa Nambeaboru
BPBD Konawe terus mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca saat ini, sebab tidak menutup kemungkinan terjadi banjir secara tiba-tiba saat hujan berlangsung lama.
Baca Juga : Bencana Negeriku: 28 Desa 6 Kecamatan Terendam, Konawe Utara Sultra Resmi Status Darurat Banjir
“Harapan kami, semoga kejadian bencana banjir yang terjadi di beberapa wilayah kecamatan Kabupaten Konawe cepat berlalu sehingga warga masyarakat dapat beraktivitas normal seperti biasa,” ujarnya.
Diketahui, banjir yang merendam di beberapa wilayah tersebut kini sudah surut dengan ketinggian yaitu 5 – 10 centimeter.
322 KK Terdampak
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah menyebutkan 13 desa/kelurahan di empat kecamatan, Kabupaten Banggai Laut terendam banjir karena intensitas curah hujan tinggi.
“Dari laporan yang kami terima, banjir melanda Kecamatan Banggai Selatan, Banggai, Banggai Tengah dan Banggai Utara pada hari ini,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulteng Andy Sembiring di Kota Palu, Kamis.
Baca Juga : Gempa Susulan Ke-58 Guncang Kendari dan Konawe Sultra
Ia mengatakan banjir merendam rumah warga pada enam desa di Kecamatan Banggai, yakni Desa Kokini, Lambako, Pasir Putih, Kelurahan Lompio, Tanobonununga dan Dodung. Kemudian, dua desa di Banggai Selatan, yakni Desa Tolokibit dan Bentean.
Kemudian banjir merendam tiga desa di Banggai Tengah, yaitu Desa Badumpayan, Adean, Mominit serta dua desa lainnya di Banggai Utara, yakni Desa Bone Baru dan Paisumosoni.
Ia menjelaskan peristiwa ini terjadi karena hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan debit air sungai meningkat dan meluap hingga menggenangi permukiman warga di beberapa kecamatan di Kabupaten Banggai Laut.
Pihaknya juga masih berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Banggai Laut. Adapun Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD setempat, kata dia, saat ini masih berkoordinasi dengan aparat desa setempat dan melakukan asesmen di lapangan serta membantu warga di lokasi.
Berdasarkan asesmen sementara, kata dia, sebanyak 322 kepala keluarga (KK) terdampak banjir pada 13 desa/kelurahan itu.
“Warga terdampak sampai saat ini masih dilakukan pendataan. Tidak ada laporan korban jiwa pada peristiwa ini dan dua keluarga mengungsi ke tempat aman,” ujarnya.
Meski demikian, kata dia, hingga saat ini hujan masih mengguyur dengan intensitas tinggi dan air masih menggenangi pemukiman warga dengan ketinggian 30-50 centimeter.
Ia mengatakan saat ini kebutuhan mendesak, yakni logistik, pembuatan drainase dan normalisasi sungai.
Sementara itu, kata dia, Wakil Gubernur Sulteng Ma’mun Amir direncanakan akan mengunjungi lokasi banjir di Desa Kokini, Dusun Lelang, Kecamatan Banggai untuk meninjau kondisi di daerah itu.
“Rencana Pak Wakil Gubernur yang kebetulan baru tiba di Banggai Laut dalam rangka kunjungan kerja akan menuju lokasi di Desa Kokini untuk meninjau lokasi banjir,” ujarnya.
Baca Juga : Banjir Landa Konawe Utara Akibat Hujan Intensitas Tinggi, Ratusan Rumah Rusak
Demikian informasi banjir yang merendam puluhan desa di Sultra dan Sulteng seperti dikutip dari antaranews.com, Kamis (4/7/2024). ***













