Connect with us

Nasional

Arahan Pelaksanaan Program Kemenag 2026, Menag Nasaruddin Ingatkan Jajarannya Mencermati Dinamika Global

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Arahan Pelaksanaan Program Kemenag 2026, Menag Nasaruddin Ingatkan Jajarannya Mencermati Dinamika Global

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memberikan arahan ketika memimpin Rapat Koordinasi Kebijakan Strategis di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) RI pada hari Senin, (12/1/2026). (Kemenag)

FAKTUAL INDONESIA: Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengingatkan jajarannya untuk mencermati dinamika global yang tengah berkembang. Menag Nasaruddin menyinggung sejumlah konflik dan ketidakstabilan politik di berbagai negara, seperti Venezuela, Iran, Sudan, Suriah, Yaman, dan Lebanon, yang berpotensi berdampak pada kondisi ekonomi dunia dan nasional, khususnya terkait harga energi dan stabilitas anggaran negara.

“Kita semua harus mengamati perkembangan isu global yang lambat laun juga akan berpengaruh pada negara kita,” kata Nasaruddin ketika memimpin Rapat Koordinasi Kebijakan Strategis di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) RI pada hari Senin, (12/1/2026).

Rapat Rapat ini diikuti oleh Wakil Menteri Agama, Sekretaris Jenderal, para pejabat Eselon I dan II, staf khusus, serta pimpinan unit kerja terkait.

Baca Juga : Peringatan HAB ke-80 Kemenag Dilaksanakan Sederhana, Menag Nasaruddin: Solidaritas Terhadap Saudara-saudara di Sumatra

Menurut Nasaruddin, situasi internasional tersebut tidak dapat dipandang terpisah dari kebijakan nasional, termasuk dalam perencanaan anggaran kementerian. Oleh karena itu, Kementerian Agama (Kemenag) diminta untuk lebih adaptif, waspada, dan responsif terhadap perubahan global yang dapat memengaruhi pelaksanaan program-program kementerian.

Seperti dikutip dari laman Kemenag, dalam rapat ini Nasaruddin menyampaikan beberapa poin penting yang menjadi catatan Kemenag. Tujuannya untuk menyamakan persepsi dan langkah strategis jajaran pimpinan dalam menghadapi tantangan domestik maupun global di tahun mendatang.

Advertisement

Awalnya Nasaruddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kemenag atas kinerja yang telah ditunjukkan selama masa kepemimpinan berjalan. Menurutnya, Kemenag telah memperoleh sejumlah pengakuan dan apresiasi, baik dari Presiden Republik Indonesia, media publik, maupun kementerian dan lembaga terkait.

Meski demikian, Nasaruddin menegaskan bahwa capaian tersebut belum dapat dikatakan maksimal. Ia menilai Kemenag masih memiliki potensi besar untuk meningkatkan kinerja, baik dari sisi kualitas program, kecepatan pelaksanaan, maupun ketepatan sasaran kebijakan. Oleh karena itu, evaluasi menyeluruh dinilai penting untuk memastikan penyempurnaan kebijakan ke depan.

Baca Juga : Kerusakan Fasilitas Pendidikan Keagamaan di Aceh dan Sumatera Tergolong Signifikan, Menag Nasaruddin: Kemenag Siapkan Bantuan

Sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Menag menekankan pentingnya efisiensi anggaran. Nasaruddin secara khusus meminta agar perjalanan dinas dibatasi dan pelaksanaan kegiatan yang tidak mendesak dapat dilakukan secara daring. Dia juga mengingatkan agar kebiasaan mengundang pejabat daerah ke Jakarta diminimalkan apabila koordinasi dapat dilakukan melalui teknologi komunikasi.

​“Kita diimbau untuk melakukan efisiensi, mengurangi perjalanan dinas yang sekiranya tidak diperlukan. Kegiatan yang memungkinkan sebagian pesertanya tidak hadir, bisa dilaksanakan secara daring. Mungkin nanti kita perlu ada regulasi khusus tentang hal ini,” imbuh Nasaruddin.

Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin menyoroti kesiapan Kemenag dalam menyusun dan menyajikan data yang akurat, mutakhir, dan sinkron antarunit kerja. Ia menegaskan bahwa data yang disampaikan kepada publik dan instansi lain harus bersifat kuantitatif, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Advertisement

Secara khusus Nasaruddin menyinggung pentingnya penyusunan data terkait madrasah, rumah ibadah, dan bangunan-bangunan Kemenag. Ia meminta agar seluruh unit terkait segera mempersiapkan data yang seragam dan terintegrasi, sehingga Kemenag dapat berperan aktif dalam program pembangunan nasional di wilayah tersebut dan tidak tertinggal dibanding kementerian lain.

Baca Juga : Menag Nasaruddin Tekankan ASN Kemenag Tidak Hanya Diam tapi Juga Tidak Cerewet yang Memprovokasi

Selain itu, Nasaruddin memberikan perhatian terhadap tata kelola administrasi internal, khususnya terkait pengelolaan surat-menyurat dan disposisi pimpinan. Ia meminta agar distribusi surat tidak mengalami keterlambatan di tingkat internal dan setiap disposisi pimpinan ditindaklanjuti secara tertib serta dilaporkan kembali hasilnya.

Dalam bidang hukum, Nasaruddin memandang perlu penguatan posisi Kemenag dalam sejumlah perkara hukum, terutama sengketa aset dan pertanahan. Ia menekankan perlunya penguatan tim hukum, peningkatan profesionalisme, serta kesiapan menghadapi proses hukum agar tidak terus mengalami kekalahan yang merugikan negara.

Nasaruddin  Agama juga menilai bahwa kinerja kehumasan Kemenag masih perlu diperkuat. Menurutnya, sebagai lembaga vertikal dengan jangkauan nasional, Kementerian Agama harus menghadirkan pemberitaan yang lebih luas, merata, dan berkelanjutan hingga ke daerah-daerah. Penguatan sinergi humas pusat dan daerah dinilai menjadi kebutuhan mendesak.

Selain publikasi, Nasaruddin mengingatkan pentingnya perlindungan data pribadi dan keamanan data kementerian. Ia meminta agar setiap unit kerja menerapkan sistem perlindungan data berlapis dan memastikan sinkronisasi data antar-eselon untuk mencegah kebocoran data yang dapat merugikan masyarakat dan institusi.

Advertisement

Baca Juga : Puncak HGN 2025: Menag Nasaruddin Usulkan BSU Guru Non ASN ke Kemenkeu dan Umumkan Kemenag Peduli

Dalam arahannya, Menag juga menekankan pentingnya memperkuat komunikasi dan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk dengan Kementerian Keuangan, Bappenas, dan Baznas. Ia mendorong jajaran Kemenag agar lebih proaktif melakukan lobi kebijakan serta menjajaki peluang kolaborasi pendanaan yang sah dan akuntabel.

Nasaruddin turut menyoroti pentingnya pembinaan pendidikan keagamaan, madrasah, dan pesantren. Ia meminta agar data pesantren dan pendidikan keagamaan disusun secara jelas, terklasifikasi, dan memiliki definisi yang tegas, sehingga kebijakan yang diambil dapat tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan regulasi di kemudian hari.

Menutup arahannya, Nasaruddin mengajak seluruh jajaran Kemenag untuk memperkuat soliditas, meningkatkan disiplin, serta bekerja secara kolaboratif sebagai satu tim. Nasaruddin menegaskan bahwa Kemenag memegang peran strategis dalam menjaga harmoni kehidupan beragama dan ketahanan moral bangsa, sehingga setiap kebijakan harus dijalankan secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca