Nasional
Puncak HGN 2025: Menag Nasaruddin Usulkan BSU Guru Non ASN ke Kemenkeu dan Umumkan Kemenag Peduli

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar pada puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (6/12/2025), menegaskan komitmen memperhatikan kesejahteraan guru dan mengumumkan dana “Kemenag Peduli”. (Kemenag)
FAKTUAL INDONESIA: Anggaran Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi guru non ASN dan non Sertifikasi sudah diusulkan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Selain itu, Kementerian Agama (Kemenag) juga tengah menyiapkan bantuan bagi Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengemukakan hal itu ketika menegaskan komitmennya untuk terus memperhatikan kesejahteraan guru pada puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (6/12/2025).
Dalam bagian lain, Menag Nasaruddin juga mengumumkan jumlah dana yang dikumpulkan Kemenang melalui program “Kemenag Peduli” untuk membantu warga terdampak banjir di wilayah Sumatra dan Aceh.
Baca Juga : Menag Nasaruddin Tegaskan Tidak Mungkin Seseorang Mengaku Beriman Secara Utuh jika Masih Merusak Lingkungan
Puncak peringatan HGN 2025 yang digelar Kemenag itu mengusung tema, “Doa Guru dan Donasi untuk Negeri—Merawat Semesta dengan Cinta”. Hadir, para pejabat Eselon I dan II beserta jajarannya, serta ratusan guru binaan Kementerian Agama.
Menag Nasaruddin menyampaikan bahwa pihaknya telah mengusulkan ke Kementerian Keuangan, anggaran Bantuan Subsidi Upah bagi guru non ASN dan non Sertifikasi. Total anggaran yang diusulkan sebanyak Rp270 miliar.
“Ada rencana penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi guru non-ASN dan non sertifikasi,” ujar Nasaruddin.
Selain itu, Kemenag juga tengah menyiapkan bantuan bagi Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Menag juga memastikan ada kenaikan jumlah guru yang akan menerima tunjangan profesi pada 2026.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Suyitno, melaporkan bahwa Kemenag telah membayarkan tambahan tunjangan sertifikasi guru pada 2025. “Tambahan tunjangan sebesar Rp500 ribu telah diberikan kepada 31.905 guru non-ASN. Selain itu, ada juga peningkatan kuota Pendidikan Profesi Guru (PPG) yaitu kenaikan lebih dari 600 persen, dengan target mendekati 100 ribu peserta dalam satu angkatan,” jelas Suyitno.
Baca Juga : Konferensi Lembaga Hadis di Madinah, Menag Nasaruddin Tawarkan Kemitraan Strategis Kemenag dan King Salman Complex
“Peningkatan drastis ini diharapkan mampu mempercepat pemenuhan kebutuhan guru profesional bersertifikasi,” sambungnya.
Selain itu, lanjut Suyitno, Kemenag juga telah menggelontorkan bantuan sebesar Rp10 miliar untuk KKG dan MGMP. Dalam waktu dekat, Kemenag merencanakan penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi guru non-ASN dan non-sertifikasi dengan total anggaran kurang lebih Rp 270 miliar.
“Bantuan ini, jika disetujui oleh Kementerian Keuangan, akan menjadi dukungan signifikan bagi guru di seluruh lini pendidikan yang berada di bawah naungan Kemenag,” tandasnya.
“Kemenag Peduli” Tembus Rp4 Miliar
Kementerian Agama melalui program “Kemenag Peduli” telah mengumpulkan dana sebesar Rp4.003.362.315,43 per 6 Desember 2025 untuk membantu warga terdampak banjir di wilayah Sumatra dan Aceh.
Baca Juga : Apresiasi Penyerahan Lahan Wakaf, Menag Nasaruddin Sampaikan NU Penjaga Umat Kabupaten Bone
“Per 6 Desember, lebih dari Rp4 miliar donasi sudah terkumpul untuk membantu masyarakat terdampak banjir di Sumatra dan Aceh,” ujar Menag Nasaruddin.
Dari dana yang terhimpun, Rp1.560.000.000 telah disalurkan secara bertahap untuk wilayah Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Penyaluran akan terus berjalan seiring pendataan kebutuhan di lapangan. Menag menyebut angka ini sebagai bukti nyata tingginya solidaritas masyarakat terhadap sesama.
Dana tersebut berasal dari sumbangan masyarakat serta dukungan sejumlah mitra, di antaranya Bank BSI (Rp250 juta), BJB Syariah (Rp25 juta), Bank Mandiri dan Mandiri Syariah (Rp60 juta), BTN (Rp50 juta), dan Bank Mega Syariah (Rp25 juta).
Nasaruddin juga menjelaskan bahwa Kemenag telah melakukan revisi anggaran internal sebagai bentuk percepatan respons bencana. Jika digabungkan dengan donasi publik via “Kemenag Peduli”, total dukungan yang disiapkan mencapai sekitar Rp150 miliar.
Dana ini akan diprioritaskan untuk rehabilitasi fasilitas pendidikan dan keagamaan yang rusak akibat banjir.
“Prioritas kami membangun kembali madrasah dan sekolah yang hancur. Mungkin belum bisa seperti sedia kala, tapi setidaknya anak-anak kita bisa kembali belajar dengan nyaman,” kata Nasaruddin.
Baca Juga : Menag Nasaruddin Apresiasi Hutan Kampus Annuqayah dan Tegaskan Pesantren Madura jadi Motor Peradaban
Bantuan juga akan diberikan kepada pondok pesantren dan rumah-rumah ibadah dari berbagai agama.
“Pondok pesantren dan rumah ibadah—Islam, Buddha, Konghucu, Kristen, Katolik, Hindu—semua akan kita upayakan merata,” lanjutnya.
Nasaruddin memastikan proses pendataan dilakukan secara profesional agar penyaluran bantuan tepat sasaran.
“Kita akan mendata secara cermat instansi dan wilayah yang terdampak, supaya bantuan tersalurkan lebih terukur dan adil bagi semua pihak,” tegasnya.
Menutup keterangannya, Nasaruddin mengajak seluruh masyarakat untuk terus menyalurkan donasi melalui program “Kemenag Peduli”.
“Setiap bantuan adalah ladang harapan bagi saudara-saudara kita yang sedang diuji oleh banjir,” pungkasnya. ***












