Connect with us

Nasional

Kerusakan Fasilitas Pendidikan Keagamaan di Aceh dan Sumatera Tergolong Signifikan, Menag Nasaruddin: Kemenag Siapkan Bantuan

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Kerusakan Fasilitas Pendidikan Keagamaan di Aceh dan Sumatera Tergolong Signifikan, Menag Nasaruddin: Kemenag Siapkan Bantuan

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menghadiri Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait Percepatan Penanganan Bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat (Kemenag)

FAKTUAL INDONESIA: Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) Percepatan Penanganan Bencana menyampaikan kerusakan pada fasilitas pendidikan keagamaan di Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatra Barat (Sumbar) tergolong signifikan. Fasilatas pendidik yang mengalami kerusakan mencakup sekitar 470 madrasah, 322 pondok pesantren, serta 13 Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri.

RTM yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Rabu (17/12/2025), untuk menindaklanjuti arahan Presiden agar seluruh kementerian/lembaga mengerahkan sumber daya nasional secara terpadu dalam rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak.

Menurut Menag, pemerintah menetapkan penanganan dampak bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar sebagai prioritas nasional. Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan bantuan untuk pemulihan pascabencana, khususnya bagi fasilitas pendidikan dan layanan keagamaan yang terdampak.

Baca Juga : Menag Nasaruddin Tekankan ASN Kemenag Tidak Hanya Diam tapi Juga Tidak Cerewet yang Memprovokasi

Nasaruddin menegaskan, sebagai langkah konkret, Kemenag telah mengalokasikan anggaran dan aset guna mendukung pemulihan fisik maupun operasional lembaga-lembaga tersebut.

“Besok kami akan berangkat ke Aceh. Ada bantuan sekitar Rp26 miliar yang disiapkan. Bantuan ini bukan hanya dalam bentuk uang tunai, tetapi juga kami memberikan tanah wakaf untuk mendukung pemulihan,” ujar Nasaruddin, Rabu (17/12/2025).

Advertisement

Selain penyaluran bantuan, Nasaruddin juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan penggalangan dana yang mengatasnamakan Kemenag. Ia menegaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara selektif dan terkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Menko PMK menegaskan bahwa penanganan bencana di tiga provinsi tersebut merupakan prioritas nasional. Pemerintah, sesuai arahan Presiden, menjamin ketersediaan anggaran yang memadai serta mendorong penyelesaian berbagai kendala regulasi dan birokrasi agar pemulihan dapat berlangsung cepat dan optimal.

Baca Juga : Anugerah Layanan KUA 2025: Menag Nasaruddin Garis Bawahi Fungsi yang Tidak Dapat Digantikan Lembaga Lain

Menko PMK juga melaporkan progres signifikan di lapangan, termasuk terbukanya sejumlah wilayah yang sebelumnya terisolasi, pemulihan akses listrik, distribusi BBM dan LPG, serta ketersediaan logistik yang terus diupayakan hingga ke daerah terpencil. Pemerintah juga telah memulai pembangunan hunian sementara (Huntara) dan menyiapkan tahapan menuju hunian tetap (Huntap), seiring dengan asesmen lokasi relokasi warga.

Dari sisi perlindungan sosial, Kementerian Sosial menyiapkan santunan ahli waris sebesar Rp15 juta per jiwa, santunan luka berat Rp5 juta, serta jaminan hidup (Jadup) selama tiga bulan bagi penyintas yang tinggal di Huntara atau Huntap. Selain itu, Kemensos mengoperasikan 39 dapur umum di tiga provinsi dengan produksi lebih dari 400 ribu porsi makanan per hari, serta menyalurkan bantuan pemberdayaan ekonomi tahap awal.

Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa layanan kesehatan berangsur pulih. Di Aceh, 62 dari 65 rumah sakit telah kembali beroperasi, sementara sebagian puskesmas masih dalam tahap perbaikan akibat kerusakan berat. Di Sumatra Utara dan Sumatra Barat, seluruh rumah sakit telah beroperasi. Fokus penanganan kesehatan kini diarahkan pada pencegahan penyakit pascabencana dan pemenuhan kebutuhan obat-obatan.

Advertisement

Baca Juga : Penguatan Layanan Pendidikan Ramah Difabel, Menag Nasaruddin Serahkan Bantuan kepada 60 Madrasah Negeri dan Swasta

Sementara itu, Perum Bulog memastikan ketersediaan stok pangan nasional dalam kondisi aman. Stok beras nasional mencapai lebih dari 3,5 juta ton, dengan cadangan yang cukup di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak. Distribusi dilakukan melalui sinergi dengan TNI, Polri, BNPB, dan pemerintah daerah, termasuk ke wilayah terpencil melalui jalur darat, laut, dan udara.

Dukungan teknologi turut diperkuat melalui peran BRIN yang menyediakan data citra satelit untuk mendukung respons darurat hingga tahap rekonstruksi. BRIN juga mengerahkan drone pemantauan, teknologi pendeteksi bawah tanah, serta unit Arsinum yang mampu mengolah air banjir dan lumpur menjadi air siap minum bagi masyarakat terdampak.

Kementerian Agama menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait agar rehabilitasi fasilitas keagamaan berjalan lancar. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan layanan pendidikan dan keagamaan, sekaligus mendukung target pemerintah untuk membangun kembali wilayah terdampak secara lebih kuat, aman, dan berkelanjutan. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement