Nasional
Anugerah Layanan KUA 2025: Menag Nasaruddin Garis Bawahi Fungsi yang Tidak Dapat Digantikan Lembaga Lain
- Simak Para Penerima Anugerah dari Seluruh Indonesia

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar berfoto bersama penerima pennghargaan kategori pemerintah daerah pendukung KUA terbaik dalam acara Anugerah Layanan KUA 2025 di Aula Grand Serpong, Jum’at (12/12/2025). (Kemenag)
FAKTUAL INDONESIA: Kantor Urusan Agama (KUA) bukan sekadar unit administratif, tetapi memiliki fungsi teologis, sosial, dan kemasyarakatan yang tidak dapat digantikan oleh lembaga lain.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menggarisbawahi hal tersebut ketika memberikan arahan pada malam penganugerahan Anugerah Layanan KUA 2025 di Aula Grand Serpong, Jum’at (12/12/2025).
Anugerah Layanan KUA 2025 merupakan ajang apresiasi bagi KUA, pemerintah daerah, dan para pelaksana layanan yang dinilai menunjukkan kinerja terbaik sepanjang tahun.
“KUA itu bukan kantor biasa. Ia mentransformasikan yang haram menjadi halal melalui akad, berfungsi sebagai wali hakim, dan menghadirkan negara dalam setiap pembentukan keluarga,” kata Menag Nasaruddin.
Baca Juga : Penguatan Layanan Pendidikan Ramah Difabel, Menag Nasaruddin Serahkan Bantuan kepada 60 Madrasah Negeri dan Swasta
Dalam arahannya Nasaruddin juga menegaskan kembali peran vital KUA dalam struktur pelayanan negara kepada masyarakat. Ditekankan Nasaruddin, peran KUA sangat luas—mulai dari memastikan keabsahan pernikahan, mengelola ikrar wakaf, membina kehidupan keagamaan di tingkat kecamatan, hingga menjadi rujukan penyelesaian konflik sosial dan keluarga.
“Banyak tugas camat, bupati, bahkan gubernur yang dalam praktiknya dilakukan aparat Kemenag di daerah. Di lapangan, kehadiran KUA itulah yang paling dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Nasaruddin menyoroti beratnya tantangan yang dihadapi para penghulu dan petugas KUA, terutama dalam menangani kasus-kasus sensitif seperti pernikahan usia rentan, problem diaspora WNI di luar negeri, potensi polyandry karena ketidakteraturan dokumen, hingga perkawinan daring yang memerlukan kejelasan hukum dan prosedur.
“KUA bekerja 24 jam. Mereka menghadapi persoalan yang tidak sederhana. Karena itu jangan hanya melihat kekurangannya, tapi lihat betapa besar pengorbanannya,” tegasnya.
Nasaruddin menyampaikan apresiasi atas inovasi yang terus tumbuh di lingkungan KUA, termasuk gagasan-gagasan baru seperti KUA Ekoteologi, yang mengintegrasikan nilai-nilai keberagaman dengan kepedulian lingkungan.
Baca Juga : HAKORDIA 2025, Menag Nasaruddin: Korupsi adalah Musuh Bersama, Musuh Kemanusiaan
“Persyaratan menanam pohon sebelum menikah, misalnya, itu bukan sekadar seremoni. Itu pendidikan tanggung jawab—bahwa merawat keluarga itu seperti merawat pohon,” jelasnya.
Menutup arahannya, Nasaruddin memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh penghulu, penyuluh, dan pelaksana layanan KUA di seluruh Indonesia. “KUA adalah garda depan Kementerian Agama. Mereka bekerja dengan hati. Dan mereka adalah aparatur yang paling dekat dengan umat, bahkan paling berpeluang masuk surga karena besarnya jasa mereka,” pungkas Menag.
Dalam acara tersebut, Kementerian Agama juga memberikan sembilan kategori penghargaan layanan KUA, mulai dari multilayanan hingga pencegahan konflik. Tahun ini juga diberikan Kategori Khusus Tokoh Perubahan KUA bagi mereka yang dinilai mendorong inovasi dan transformasi layanan secara signifikan.
Hadir dalam giat ini, Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin, Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad, Stafsus Menag Ismail Chawidu, Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ahmad Zayadi, serta perwakilan dari KUA dan Pemerintah Daerah.
Baca Juga : Menag Nasaruddin Sampaikan MHQ Disabilitas Netra Pernyataan Penting tentang Inklusivitas Dalam Pembinaan Al-Qur’an
Daftar Penerima Anugerah
Kementerian Agama menggelar Anugerah Layanan KUA 2025 sebagai bentuk apresiasi atas kinerja Kantor Urusan Agama (KUA) di seluruh Indonesia. Dalam laporannya, Dirjen Bimas Islam, Abu Rokhmad menegaskan bahwa Anugerah Layanan KUA 2025 merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi ribuan insan KUA di seluruh Indonesia.
“Lebih dari 12.000 penghulu, 28.000 penyuluh agama, serta 35.000 pelaksana layanan setiap hari bekerja memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan keagamaan yang terbaik. Penghargaan ini bukan ajang perlombaan, melainkan apresiasi atas kerja nyata para pelaksana layanan yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan publik Kementerian Agama”, lanjutnya.
Tahun ini, penghargaan diberikan kepada KUA dan pemerintah daerah yang dinilai mampu menghadirkan layanan terbaik di berbagai bidang. Di antaranya: KUA Multilayanan, KUA Ekoteologi, KUA Berbasis Digital, KUA Tertib Administrasi, dan KUA Inspiratif. Penghargaan juga diberikan kepada KUA yang unggul dalam pemberdayaan dana sosial keagamaan, pencegahan konflik keagamaan, inovasi program penyuluhan, serta layanan ramah kelompok rentan.
Tahun ini juga diberikan Kategori Khusus Tokoh Perubahan KUA, sebagai bentuk apresiasi kepada individu yang dinilai berkontribusi signifikan dalam mendorong inovasi, memperkuat kualitas layanan, dan menginspirasi percepatan transformasi KUA di tingkat nasional.
Baca Juga : Puncak HGN 2025: Menag Nasaruddin Usulkan BSU Guru Non ASN ke Kemenkeu dan Umumkan Kemenag Peduli
Daftar Penerima Anugerah Layanan KUA 2025
Kategori I KUA Multi Layanan
KUA Setiabudi Kota Jakarta Selatan DKI Jakarta
KUA Susoh Kab. Aceh Barat Daya Aceh
KUA Selebar Kota Bengkulu Bengkulu
Kategori II KUA Ekoteologi
KUA Karangasem Kab. Karangasem Bali
KUA Sukarami Kota Palembang Sumatera Selatan
KUA Panongan Kab. Tangerang Banten
KUA Marawola Kab. Sigi Sulawesi Tengah
Kategori III KUA Berbasis Digital
KUA Loa Janan Kab. Kutai Kartanegara Kalimantan Timur
KUA Sampaga Kab. Mamuju Sulawesi Barat
KUA Pulau Gorom Kab. Seram Maluku
KUA Dukuhseti Kab. Pati Jawa Tengah
Baca Juga : Menag Nasaruddin Tegaskan Tidak Mungkin Seseorang Mengaku Beriman Secara Utuh jika Masih Merusak Lingkungan
Kategori IV KUA Tertib Administrasi
KUA Bondowoso Kab. Bondowoso Jawa Timur
KUA Rengat Kab. Indragiri Hulu Riau
KUA Selong Kab. Lombok Timur Nusa Tenggara Barat
KUA Kauditan Kab. Minahasa Utara Sulawesi Utara
Kategori V KUA Inspiratif
KUA Mangoli Barat Kab. Kepulauan Sula Maluku Utara
KUA Komodo Kab. Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur
KUA Batu Ampar Kab. Seruyan Kalimantan Tengah
KUA Medan Amplas Kota Medan Sumatera Utara
Kategori VI KUA Pemberdayaan Dana Sosial Keagamaan Lainnya
KUA Batanghari Kab. Lampung Timur Lampung
KUA Pemangkat Kab. Sambas Kalimantan Barat
KUA Tanjung Pinang Timur Kota Tanjung Pinang Kepulauan Riau
KUA Guguak Panjang Kota Bukittinggi Sumatera Barat
Baca Juga : Konferensi Lembaga Hadis di Madinah, Menag Nasaruddin Tawarkan Kemitraan Strategis Kemenag dan King Salman Complex
Kategori VII KUA Cegah dan Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan
KUA Tanete Riattang Kab. Bone Sulawesi Selatan
KUA Muara Tami Kota Jayapura Papua
KUA Konda Kab. Konawe Selatan Sulawesi Tenggara
Kategori VIII KUA Inovasi Program Penyuluhan Agama
KUA Talaga Jaya Kab. Gorontalo Gorontalo
KUA Gerunggang Kota Pangkal Pinang Kepulauan Bangka Belitung
KUA Bathin VIII Kab. Sarolangun Jambi
KUA Landasan Ulin Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan
Kategori IX KUA Ramah Kelompok Rentan
KUA Gedongtengen Kota Yogyakarta D.I. Yogyakarta
KUA Nunukan Kab. Nunukan Kalimantan Utara
KUA Ciawi Kab. Bogor Jawa Barat
Baca Juga : Apresiasi Penyerahan Lahan Wakaf, Menag Nasaruddin Sampaikan NU Penjaga Umat Kabupaten Bone
Kategori X Pemerintah Kabupaten/Kota Peduli KUA
Kota Semarang Jawa Tengah
Kota Tangerang Selatan Banten
Kab. Bangka Tengah Kep. Bangka Belitung
Kategori XI Pemerintah Provinsi Peduli KUA
Kalimantan Utara
Jawa Timur
Jawa Barat
DK Jakarta
Kategori XII Tokoh Perubahan KUA
Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid. ***














