Otomotif
6 Cara Menghindari Aquaplaning Saat Berkendara, Perlu Diketahui saat Hujan

ilustrasi: cara menghindari aquaplaning
FAKTUAL INDONESIA – Cara Menghindari Aquaplaning menjadi hal penting untuk dipahami karena musim hujan kerap menghadirkan tantangan serius bagi pengendara, mulai dari permukaan jalan yang licin hingga jarak pandang yang terbatas. Salah satu risiko paling berbahaya saat melintasi jalan basah adalah aquaplaning, yaitu kondisi ketika ban kendaraan kehilangan daya cengkram akibat adanya lapisan air di permukaan jalan. Situasi ini dapat menyebabkan pengemudi kehilangan kendali atas kemudi maupun sistem pengereman secara tiba-tiba, sehingga potensi terjadinya kecelakaan meningkat. Oleh sebab itu, pemahaman mengenai Cara Menghindari Aquaplaning sangat dibutuhkan, terutama bagi pengendara yang sering berkendara di jalan raya saat hujan deras.
Baca Juga : Tips Cerdas dan Selalu Waspada Kendarai Motor di Waktu Hujan
Tidak sedikit pengemudi yang belum sepenuhnya menyadari bahwa kecepatan kendaraan, kondisi ban, serta teknik berkendara memiliki peran besar dalam memicu atau mencegah aquaplaning. Padahal, risiko ini bisa diminimalkan apabila pengendara memiliki pengetahuan dan kewaspadaan yang cukup sebelum dan selama berkendara. Cara Menghindari Aquaplaning bukan hanya berkaitan dengan keterampilan mengemudi, tetapi juga kesiapan kendaraan dan pemahaman terhadap kondisi jalan. Jalan yang tergenang air, permukaan aspal yang tidak rata, hingga saluran drainase yang buruk dapat memperbesar kemungkinan terjadinya aquaplaning tanpa disadari.
Berikut ini beberapa cara menghindari aquaplaning saat berkendara di musim hujan yang sudah dilansir oleh faktualid.com dari berbagai sumber:
Daftar isi
Cara Menghindari Aquaplaning
Kurangi kecepatan ketika hujan
Sebagai bagian dari Cara Menghindari Aquaplaning, pengendara perlu menghindari mengemudi dengan kecepatan tinggi di jalan yang basah karena kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko ban kehilangan traksi. Saat hujan, menurunkan kecepatan kendaraan menjadi langkah penting agar ban memiliki waktu yang cukup untuk menyalurkan air di permukaan jalan.
Selain itu, hindari melakukan akselerasi maupun pengereman secara tiba-tiba karena dapat membuat kendaraan sulit dikendalikan dan memperbesar potensi terjadinya aquaplaning.
Baca Juga : Tips Aman Berkendara Saat Banjir, Jangan Asal Terobos!
Hindari genangan air
Meskipun terlihat sepele, genangan air dapat menjadi resiko serius bagi pengendara. Kedalaman air yang sulit diperkirakan berpotensi menyebabkan kendaraan kehilangan keseimbangan atau bahkan terjebak tanpa disadari. Jika harus melintasi genangan, kamu bisa mengurangi kecepatan rendah dan penuh kehati-hatian. Namun, jika memungkinkan sebaiknya hindari ruas jalan yang tergenang air dan pilih rute lain yang lebih aman.
Jaga jarak aman
pengendara disarankan untuk selalu menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, terutama saat hujan deras. Permukaan jalan yang basah membuat jarak pengereman menjadi lebih panjang dibandingkan kondisi jalan kering.
Selain itu, menjaga jarak yang cukup juga membantu mengurangi gangguan pandangan akibat percikan air dari kendaraan besar, sehingga pengemudi dapat tetap fokus dan mengendalikan kendaraan dengan lebih baik.
Baca juga: Cuaca Jakarta 2 Februari 2026: Waspada Hujan Petir!
Cek kondisi ban
Dalam upaya Cara Menghindari Aquaplaning, kondisi ban kendaraan memegang peranan yang sangat penting. Ban yang sudah tipis memiliki daya cengkram yang rendah sehingga meningkatkan risiko kendaraan tergelincir atau kehilangan keseimbangan di jalan basah. Oleh karena itu, sebelum berkendara, pastikan ban mobil berada dalam kondisi optimal dengan memeriksa kedalaman alur tapak ban secara rutin dan memastikan tidak ada bagian yang mengalami keausan berlebih.
Ban yang telah digunakan lebih dari lima tahun sebaiknya diperiksa secara berkala oleh tenaga profesional. Bahkan, jika usia ban sudah mendekati atau mencapai sepuluh tahun, disarankan untuk segera menggantinya demi menjaga keselamatan dan kenyamanan berkendara, terutama saat melintasi jalanan basah.
Baca Juga : Menyalip Secara Tak Beraturan Sangat Berbahaya, Ini Tips Berkendara: Santun di Jalan Hindari Kecelakaan
Hindari menginjak rem mendadak
Salah satu langkah yang efektif untuk mengurangi risiko aquaplaning adalah dengan menerapkan teknik berkendara yang lembut dan terkontrol, terutama dalam hal pengereman. Saat mendekati persimpangan atau bersiap untuk berhenti, sebaiknya lepaskan pedal gas lebih awal agar kendaraan melambat secara alami. Ketika harus mengerem, lakukan secara perlahan dan bertahap untuk menjaga stabilitas kendaraan.
Tunggu cuaca membaik
Jika tidak terlalu penting, ada baiknya menunda keberangkatan hingga hujan berhenti atau kondisi cuaca kembali membaik. Langkah ini dapat membantu menekan risiko kecelakaan, terutama jika kondisi ban kendaraan kurang optimal. Ban yang sudah menipis atau memiliki alur yang dangkal cenderung sulit mengalirkan air dengan baik, sehingga potensi terjadinya aquaplaning menjadi lebih besar.
Baca Juga : Honda DBL East Jakarta Region 2024, Ajang Pencarian Bakat Pebasket Putra-Putri dan Kampanye Keselamatan Berkendara
Memahami dan menerapkan Cara Menghindari Aquaplaning Saat Berkendara merupakan langkah penting untuk menjaga keselamatan di jalan, khususnya saat hujan. Risiko aquaplaning dapat diminimalkan dengan mengatur kecepatan, menjaga jarak aman, memilih jalur yang lebih kering, serta memastikan kondisi ban dan sistem pengereman selalu dalam keadaan prima.
Selain itu, menerapkan teknik mengemudi yang halus dan mempertimbangkan untuk menunda perjalanan saat cuaca ekstrem juga menjadi keputusan bijak demi keselamatan. Dengan kewaspadaan dan persiapan yang tepat, pengendara dapat tetap merasa aman dan nyaman meskipun harus berkendara di tengah kondisi jalan yang licin akibat hujan.***














