Connect with us

Kesehatan

Kemenkes Ingatkan Masyarakat Penularan Mpox Meningkat

Diterbitkan

pada

Kemenkes Ingatkan Masyarakat Penularan Mpox Meningkat

Virus cacar monyet salah satunya menyebabkan kulit jadi ruam dan merah. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus melakukan berbagai upaya untuk mencegah bertambahnya virus cacar monyet atau monkeypox (Mpox) di Indonesia.

Pada 14 Agustus lalu, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah mengumumkan bahwa penyebaran cacar monyet atau Monkeypox (Mpox) di Afrika kini telah menjadi darurat kesehatan global.

Karena itulah Kemenkes mengingatkan dan mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Baca Juga : Penyakit Cacar Monyet Sekarang Namanya Diganti Menjadi Mpox, Mengapa?

“Tentu kami mengimbau untuk warga Indonesia yang akan melakukan perjalanan ke luar Negeri harus berhati-hati terutama yang berada di negara yang sudah melaporkan kasus Mpox tersebut,” ujar  Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, Selasa (20/8/2024).

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan kasus Mpox di Indonesia tercatat mencapai 88 kasus per Sabtu (17/8/2024).

Advertisement

Jenis baru cacar monyet yang disebut “Klad 1b” ditengarai lebih mematikan dan dapat menyebar dari orang ke orang dengan lebih mudah dari pada bentuk virus sebelumnya. Prevalensi kematian kini mencapai 10% dari total kasus infeksi.

Sedangkan, klad II endemik di Afrika Barat menyebabkan wabah global yang dimulai pada tahun 2022. Infeksi dari klad II tidak terlalu parah, dengan lebih dari 99,9% orang yang terinfeksi selamat dari penyakit tersebut.

Hal ini menunjukkan peningkatan persentase kasus infeksi dan fatalitas masing-masing sebesar 160% dan 19% pada tahun 2024, dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2023.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca