Home Lifestyle 7 Cara Sederhana Hidup Ramah Lingkungan

7 Cara Sederhana Hidup Ramah Lingkungan

oleh Joko Ham
Ramah lingkungan. (ist)

Ramah lingkungan. (ist)

FAKTUALid – Selama ini kita cenderung cuek dengan lingkungan. Padahal, lingkungan yang bersih, apik, dan asri mencerminkan kehidupan kita sehari-hari.

Selain itu, lingkungan yang bersih membuat kita nyaman dan aman serta sehat. Itulah diperlukan sudah sebaiknya, Anda harus menjaga ramah lingkungan. Dengan demikian Anda berkontribusi untuk menjaga ekosistem lingkungan agar tetap asri.

Menjaga kelestarian lingkungan rasanya sudah banyak dipromosikan oleh berbagai komunitas, bahkan perusahaan ternama. Tapi, semakin gencarnya iklan dan promosi sustainable living terkadang membuatnya eksklusif dan mahal.

Padahal, hidup berkelanjutan sangat mudah dilakukan. Secara umum, kehidupan berkelanjutan berarti fokus pada perilaku yang mendorong kesehatan manusia dan lingkungan.

Kehidupan berkelanjutan berarti mengurangi sebanyak mungkin jejak karbon dan sampah dari kegiatan sehari-hari agar lingkungan tetap terjaga. Praktik ini bisa dilakukan secara kelompok maupun individu.

Apa saja kegiatan kecil yang bisa Anda lakukan? Berikut hal-hal yang bisa dilakukan untuk kehidupan berkelanjutan.

1. Membawa botol minum

Menurut World Economic Forum, Indonesia menghasilkan 6,8 juta ton sampah plastik per tahun. Sampah plastik asal Indonesia diprediksi akan terus bertambah jika konsumsinya tak diatur.

Plastik juga menjadi sampah yang paling banyak ditemukan di laut. Padahal, plastik sulit terurai dan bisa merusak ekosistem laut.

Maka dari itu, penting untuk mengurangi sampah plastik seminimal mungkin. Anda bisa mencoba dengan membawa botol minum sendiri dari rumah sehingga tak perlu membeli air kemasan.

Anda juga bisa mengurangi belanja kopi kekinian dengan membuatnya sendiri di rumah menggunakan tumbler favorit Anda.

2. Pakai tas belanja

Masih berkaitan dengan cara mengurangi plastik, memakai tas belanja bisa jadi satu langkah kecil yang efektif.

Anda bisa membawa tas belanja berbahan kain yang bisa dipakai berulang kali. Tapi, pastikan Anda tak banyak ‘mengoleksi’ tas kain ini karena produksinya juga berkontribusi pada kerusakan lingkungan. Cukup miliki satu tas belanja serbaguna dan bawa kemanapun Anda pergi.

3. Pakai kendaraan umum

Emisi gas rumah kaca Indonesia diperkirakan akan terus meningkat hingga 2030 mendatang. Menurut Climate Transparency, total emisi terbanyak berasal dari listrik 36 persen, industri termasuk pembuatan kendaraan bermotor 31 persen, dan transportasi 27 persen.

Tingginya emisi karbon di Indonesia dapat merusak lapisan ozon sehingga bumi jadi lebih panas. Anda bisa membantu mengurangi emisi karbon dengan menggunakan kendaraan umum.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan kendaraan ramah lingkungan seperti sepeda. Jika Anda hanya ingin pergi ke warung atau supermarket di kompleks, coba pergi berjalan kaki alih-alih pakai motor. Langkah kecil ini bisa membawa dampak baik bagi lingkungan.

4. Hemat listrik

Menghemat listrik, mematikan lampu saat tidak digunakan, bijak menggunakan AC, hingga mengurangi penggunaan handphone Anda bisa jadi cara mengurangi emisi karbon.

Secara tidak sadar, Anda mungkin seharian bermain dengan ponsel pintar kesayangan hingga baterainya habis. Saat diisi daya, Anda masih menggunakannya, padahal bisa mengganggu proses pengisian baterai. Kebiasaan sepele ini secara tidak langsung membuat Anda membuang lebih banyak karbon dari seharusnya.

Mulai bijak menggunakan listrik dan lebih peduli pada lingkungan sekitar adalah salah satu cara hidup berkelanjutan.

5. Beli barang yang diperlukan

Terkadang, seseorang hanya membeli barang yang diinginkan, bukan yang dibutuhkan. Hal ini akan membuat barang di rumah semakin menumpuk. Padahal, setiap barang yang diproduksi secara industri pasti menghasilkan limbah.

Anda mungkin salah satu orang yang hobi belanja untuk memuaskan hasrat. Jika iya, hentikan kebiasaan buruk itu sekarang juga.

Saat ingin membeli sesuatu, coba pikirkan apakah barang itu dibutuhkan atau diinginkan? Apakah barang itu bisa digantikan oleh barang lain? Apakah Anda tak punya barang serupa?

Dengan tiga pertanyaan itu, Anda akan kembali memikirkan nilai guna dari sebuah barang. Menghemat pembelian barang secara tidak langsung akan mengurangi sampah karbon. Selain itu, dompet Anda juga bisa lebih tebal.

6. Menggunakan sapu tangan

Rasanya setiap orang bakal punya tisu di tasnya. Kenapa tak beralih pada sapu tangan?

Penggunaan tisu sekali pakai mungkin praktis, namun dapat meningkatkan jumlah sampah. Hidup berkelanjutan adalah tentang mengurangi sampah, makanya penggunaan tisu dihindari. Coba kembali pada cara lama yang lebih ramah lingkungan. Pakai sapu tangan yang bisa Anda cuci dan gunakan kembali sebagai ganti tisu.

7. Ikut menanam pohon

Pohon sangat baik untuk ekosistem. Ia menyerap karbondioksida (CO2) yang bisa merusak ozon, dan mengubahnya jadi oksigen yang baik untuk manusia.

Menanam pohon artinya ikut menjaga lingkungan dan menyiapkan dunia yang lebih sehat untuk generasi mendatang. Jika Anda tak bisa menanam pohon, Anda bisa membantu donasi menanam pohon ke komunitas pecinta lingkungan, atau mencoba menumbuhkan tanaman hias. ***

Tinggalkan Komentar