Connect with us

Lifestyle

Kedai Kopi Phoenam Sajikan Kopi Legendaris Khas Toraja

Diterbitkan

pada

Kedai Kopi Phoenam. (Farhanzuhdi)

FAKTUALid – Menikmati sajian kopi khas Toraja tak perlu jauh-jauh datang ke Sulawesi, di Jakarta tepatnya di Jalan KH Wahid Hasyim No 12, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, terdapat Kedai Kopi Phoenam yang menyajikan kopi khas Toraja.

Kedia kopi Phoenam ini awalnya berada di Makassar dan mulai merambah ke Jakarta. Kopi Toraja adalah salah satu varian populer yang memiliki kualitas terbaik di Indonesia. Kopi yang berasal dari tanah Toraja, Sulawesi Selatan ini memiliki rasa yang khas dan karakter yang unik. Bernama latin Celeber Kalosi, kopi Toraja telah dikenal oleh para pencinta kopi di seluruh dunia. Menjadi salah satu kopi Indonesia yang telah diekspor, bersama-sama dengan kopi gayo, kopi luwak dan yang lainnya.

Sajian kopi khas Toraja dapat ditemui di kedai kopi Phoenam, Menteng, Jakarta Pusat. Kopi yang proses pembuatannya sangat sederhana menggunakan cara tradisional tanpa mesin. Beberapa teko terlihat di sana, begitu juga saringannya pun terlihat sederhana masih dipertahankan hingga sekarang.

Pemilik Kedai Kopi Phoenam bernama Albert Liongadi menuturkan kedai kopi Phoenam berdiri sejak tahun 1946 di Makassar dan barulah pada tahun 1997 membuka cabang di Jakarta.

“Kedai Kopi Phoenam sudah ada sejak tahun 1946 di Makasaar, kemudian di Jakarta buka pada tahun 1997,” kata Albert Liongadi saat ditemui di kedainya pada Kamis (1/7/2021).

Advertisement

Sebelum Albert memegang kendali kedai kopi ini, dirinya menuturkan berdirinya Phoenam ini dirintis oleh ayahnya yang bernama Liong Thay Hiong yang didampingi dua orang kerabat dekat dan seorang pamannya yang berpendidikan tinggi bernama Prof. Dr. Thay Pen Liong pada generasi pertama. Setelah itu Albert lah menlanjutkan bisinis ini sebagai generai kedua.

Nama Phoenam, kata Albert, diambil dari dua kata terpisah, Phoe artinya terminal atau transit sedangkan Nam artinya selatan. Jika digabungkan mempunyai arti terminal atau transit di selatan.

Kedai kopi legendaris sudah dikenal masyarakat dengan kopi khas Toraja yang mempunyai cita rasa nusantara yang membuat para pelanggannya ketagihan.

Dalam pembuatan kopi, Phoenam menggunakan biji kopi Toraja yang dikirim langsung dari Pulau Sulawesi tersebut yang tentu berasal dari tanah Toraja. Tak heran rasa kopinya mempunyai cita rasa khas yang kuat.

Kedai Kopi Phoenam mempunyai tiga kopi andalan yang kerap disebut kopi authentic dan juga menjadi favorit para pelanggan. Ketiga kopi itu adalah Kopi Susu Spesial Phoenam, Kopi Susu Phoenam, dan tidak ketinggalan Kopi Hitam Phoenam.

Advertisement

Sama seperti kopi, minuman favorit pengunjung lainnya adalah teh susu Phoenam yang juga masih menggunakan racikan resep warisan ayahnya sejak awal berdiri.

Kopi Susu yang menjadi legenda disajikan dengan permukaan frothy atau berbuih yang merupakan ciri khas kopi tarik dapat dijumpai pada kedia kopi Phoenam.

Harganya sangat bersahabat, mulai dari Rp 15.000 sudah dapat menikmati sajian kopi khas Toraja, cocok untuk para penikmat kopi yang penasaran kenikmatan biji kopi Toraja dan teh khas kota Makassar tersebut.

Selain itu, Phoenam juga menyajikan kopi-kopi tradiosional lainnya seperti Kopi Susu Telur Madu Jahe, Kopi Tubruk, Kopi Ginseng, dan lain sebagainya. Untuk sajian minuman lainnya juga ada disini seperti Teh Susu Phoenam, Teh Susu Telor, Teh Gingseng, Teh Manis, sampai sajian Susu Putih juga tersedia dikedai ini.

Sebagai teman minum, ada berbagai pilihan roti panggang dan roti goreng pada kedai ini. Roti favorit pesanan pelanggan adalah roti panggang kaya. Menu roti bakar kaya yang merupakan menu peninggalan ayah Albert. Saat dimakan roti terasa renyah dengan selai kaya yang manis. Harga rotinya mulai dari Rp 16.000 hingga Rp 24.000.

Advertisement

Untuk menu makanan juga terdapat makanan khas kota Makassar seperti Coto Makassar, Mie Titi, Mie Hokkian, dan Nasi Goreng Merah.

Mengenai jam operasional, kedai kopi Phoenam buka setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga 20.00 WIB selama masa pandemi.

Di lain sisi, Albert menceritakan bahwa dulunya yang datang ke kedainya tersebut hanya didatangi oleh orang Makassar saja tetapi lambat laun masyarakat dari luar Makassar singgah ke kedai kopi tersebut.

“Awal-awal yang datang hanya orang Makassar, lama kelamaan banyak orang luar Makassar berkunjung ke sini, orang Batak dan orang Aceh juga mampir ke sini,” ujar Albert.

Disinggung soal pandemi, dirinya mengaku bisnisnya tersebut terkena dampak pandemi Covid-19, omset penjualan sempat anjlok 70 persen.

Advertisement

“Waduh pas awal pandemi sih anjok banget, omset turun 70 persen. Tapi sekarang mendingan sudah mulai membaik dibanding tahun kemarin,” jelasnya.(Farhanzuhdi)

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement