Kesehatan
Korban Hepatitis Akut Kembali Jatuh, Kemenkes Minta Kewaspadaan Ditingkatkan

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid. (Humas Kemenkes)
FAKTUAL-INDONESIA: Kematian anak perempuan berusia 10 tahun di RSUD Tulungagung, Jawa Timur, baru-baru ini, dengan ciri-ciri hepatitis akut tapi tidak terdeteksi penyebabnya memperlihatkan penyakit misterius itu ada.
Sebelumnya dilaporkan tiga pasien anak meninggal dunia ketika dirawat di RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo Jakarta. Kematian mereka diduga terkena jepatitis skut yang belum diketahui penyebabnya.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, hingga kini, sedang berupaya untuk melakukan investigasi penyebab kejadian hepatitis akut ini, melalui pemeriksaan panel virus secara lengkap. Serta Dinas kesehatan Provinsi DKI Jakarta sedang melakukan penyelidikan epidemiologi lebih lanjut.
“Selama masa investigasi, kami menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tetap tenang. Lakukan tindakan pencegahan seperti mencuci tangan, memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, tidak bergantian alat makan, menghindari kontak dengan orang sakit serta tetap melaksanakan protokol kesehatan,” ujar juru bicara Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid dalam laman resmi Kemenkes, Sabtu (7/5/2022).
Apakah penyakit tersebut berpotensi menjadi wabah seperti Covid-19?
Nadia menjawab belum. “Nggak ya sepertinya. Ini sifatnya baru kewaspadaan,” ujar Nadia, Sabtu (7/5/2022)
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, tuturnya, telah melakukan investigasi kontak untuk mengetahui faktor risiko terhadap tiga kasus hepatitis akut pada anak.
“Berdasarkan hasil investigasi kontak terhadap kasus yang meninggal dunia, ketiganya datang ke fasilitas kesehatan pada kondisi stadium lanjut, sehingga hanya memberikan sedikit waktu bagi tenaga kesehatan untuk melakukan tindakan pertolongan” ucap Nadia.
Pada ketiga kasus ini, anak berusia 2 tahun sudah mendapatkan vaksinasi hepatitis, usia 8 mendapatkan vaksinasi Covid-19 satu kali dan vaksin hepatitis lengkap, dan usia 11 tahun sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dan hepatitis lengkap, juga ketiganya negatif Covid-19.***














