Internasional
Dampak Pembantaian Massal di Kota Bucha, Ukraina, Denmark Akan Usir 15 Diplomat Rusia

Kuburan Massal di Kota Bucha, Ukraina. (Ist).
FAKTUAL-INDONESIA: Pembunuhan massal terhadap warga sipil di Kota Bucha, Ukraina oleh militer Rusia mengundang kemarahan dunia barat terhadap Rusia.
Kemarahan diperlihatkan negara-negara Eropa dengan mengusir diplomat Rusia dari negerinya masing-masing.
Setelah Prancis dan Jerman, kini Denmark yang akan mengusir 15 diplomat Rusia dari negara tersebut. Denmark pada Selasa (5/4/2022) mengatakan akan mengusir 15 diplomat Rusia, seperti yang dilakukan negara-negara Uni Eropa, setelah adanya laporan temuan kuburan masal dan pembunuhan warga sipil di Kota Bucha, Ukraina.
“Ini adalah contoh lain dari kebrutalan, kekejaman dan kejahatan perang, yang tampaknya terjadi di Bucha,” kata Menteri Luar Negeri Denmark Jeppe Kofod saat konferensi pers.
Langkah itu dilakukan usai sederet negara Uni Eropa seperti Prancis dan Jerman pada Senin mengatakan akan menyuruh pulang diplomat Rusia.
Moskow, yang mengeklaim gambar-gambar eksekusi warga sipil di Bucha sebagai produk palsu Ukraina dan propaganda Barat yang bertujuan untuk menurunkan wibawa Rusia, menegaskan akan membalas pengusiran tersebut.
Kementerian Luar Negeri Denmark menyebutkan bahwa mereka tidak ingin memutuskan hubungan diplomatik dengan Moskow dan bahwa duta besar Rusia dan seluruh kedutaan bukan bagian dari pengusiran.
Badan Intelijen dan Keamanan Denmark lewat sebuah laporan awal tahun ini menyebutkan bahwa kedubes Rusia mempekerjakan segelintir agen intelijen yang terlibat dalam spionase.
“Kami ingin mengirim sebuah sinyal yang gamblang kepada Rusia bahwa spionase di tanah Denmark tidak dapat diterima,” kata Kofod. ***














