Connect with us

Internasional

China Kecam Pemberian Grammy Award kepada Dalai Lama Alat Manipulasi Politik Anti-China

Gungdewan

Diterbitkan

pada

China Kecam Pemberian Grammy Award kepada Dalai Lama Alat Manipulasi Politik Anti-China

Pemerintah China mengkritik pemberian Grammy Award kepada Tokoh Agama Buda Tibet Dalai Lama sebagai propaganda anti-China

FAKTUAL INDONESIA: China mengecam pemberian Grammy Award kepada Dalai Lama, dan menyebut penghargaan industri musik untuk buku audio, narasi, dan penceritaan sebagai alat manipulasi politik anti-China.

Pemimpin spiritual Buddha Tibet, yang hidup dalam pengasingan di India, menerima penghargaan tersebut pada hari Minggu atas bukunya, Meditations: The Reflections of His Holiness the Dalai Lama.

Dalam sebuah pernyataan di situs webnya, ia mengatakan bahwa ia melihat penghargaan tersebut “sebagai pengakuan atas tanggung jawab universal kita bersama”.

Baca Juga : China Tingkatkan Patroli Tempur Angkat Laut dan Udara di Laut China Selatan yang Disengketakan

“Saya menerima penghargaan ini dengan rasa syukur dan kerendahan hati,” tambahnya.

Seperti dilansir ABC, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, mengatakan: “Sudah diketahui umum bahwa Dalai Lama ke-14 bukan hanya seorang tokoh agama tetapi juga seorang pengasingan politik yang terlibat dalam kegiatan separatis anti-China dengan kedok agama.”

Advertisement

“Kami dengan tegas menentang pihak terkait yang menggunakan penghargaan tersebut sebagai alat manipulasi politik anti-Chian,” dia menambahkan.

Baca Juga : OMG! China Menghentikan 49 Penerbangan ke Jepang selama Februari 2026

Dalai Lama, yang dipandang banyak orang sebagai wajah perjuangan Tibet untuk otonomi, telah hidup di pengasingan sejak 1959, ketika pasukan China menumpas pemberontakan di ibu kota Tibet, Lhasa

Menjelang ulang tahunnya yang ke-90, Tenzin Gyatso, Dalai Lama ke-14, membuat serangkaian pernyataan mengenai masa depan lembaga tersebut yang telah menyulut kembali perang kata-kata dengan Partai Komunis China.

Baca Juga : Awal Tahun Baru 2026, Roger Danuarta Ajak Istri dan Anak Trip ke China

China, yang memerintah Tibet sebagai wilayah otonom, telah dituduh berupaya memberantas bahasa, budaya, dan identitas Tibet.

Beijing dan Dalai Lama juga berselisih mengenai penerus pemimpin spiritual tersebut. Umat Buddha Tibet percaya bahwa Dalai Lama adalah reinkarnasi dari seorang pemimpin spiritual yang pertama kali lahir pada tahun 1391.

Advertisement

Beijing menegaskan bahwa Dalai Lama berikutnya akan lahir di Tibet dan diakui oleh Partai Komunis yang berkuasa, sementara Dalai Lama telah mengatakan bahwa penggantinya akan berasal dari negara merdeka dan bahwa China tidak memiliki peran dalam proses tersebut. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement